Mengupas Cerita Coto Makassar & Kelezatan Abadi Kapuas Indah
Jelajahi kelezatan Coto Makassar Kapuas Indah di Pontianak! Resep legendaris 40 rempah sejak 1979, lengkap dengan Es Pisang Ijo yang segar
Siapa bilang mencari rasa otentik sebuah daerah harus selalu terbang langsung ke sana? Kadang, permata tersembunyi itu justru ada di kota kita sendiri, lho! Halo Foodies dan para pejalan lidah!
![]() |
| Mengupas Sejarah Coto Makassar & Kelezatan Abadi Kapuas Indah |
Hari ini Tukang Jalan Jajan mau ajak Kamu ‘terbang’ dulu ke Sulawesi Selatan, kemudian mendarat dengan mulus di pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak. Kenapa? Karena setelah sekian lama, akhirnya saya Balik Lagi menikmati kelezatan Coto Makassar yang legendaris di Coto Makassar Kapuas Indah! Tapi sekarang kita bergeser sedikit ke Jalan Selayar belok kanan masuk ke Jalan Karna Sosial (sebelah gang teluk pakedai)
Peringatan Dini! Siapkan air liur kamu, karena tulisan ini akan membahas kuah kaldu kaya rempah yang bisa bikin Anda langsung pesan tiket ke Pontianak atau minimal langsung GoFood!.
Coto Makassar, Bukan Sekadar Sup Daging Biasa
Sebelum kita bedah habis-habisan pengalaman makan saya, mari kita tengok sebentar ke belakang. Kita kasih penghormatan dulu pada kuliner yang satu ini, karena Coto Makassar itu punya sejarah yang panjang, mewah, dan berkelas!
Bayangkan, ini bukan cerita 50 atau 100 tahun lalu, guys. Jejak Coto Makassar ini bahkan sudah bisa ditarik sejak abad ke-16! Saat itu, Kerajaan Gowa sedang berada di puncak kejayaannya. Para Raja dan pembesar istana menyantap hidangan ini sebagai bagian dari upacara adat atau jamuan penting.
Rahasia Kuah ‘Emas’ dari 40 Macam Bumbu
Apa sih yang membuat Coto Makassar ini begitu istimewa dan bertahan hingga ratusan tahun?
Jawabannya adalah bumbu dan filosofinya.
Coto Makassar itu bukan sekadar sup daging. Ini adalah simfoni rempah yang dimasak dengan kesabaran tingkat dewa. Rahasia utamanya terletak pada kuah kaldu kaya rempah yang diolah dari daging dan jeroan sapi.
Dipercaya, kuah Coto Makassar dibuat dengan perpaduan sekitar 40 macam bumbu! Serius, 40! Bukan 4, bukan 14, tapi 40 macam bumbu!
![]() |
| Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak |
Bumbu-bumbu ini bukan hanya rempah-rempah yang biasa kita temukan di dapur, lho. Ada cabe-cabean seperti lombok, lada, dan ketumbar. Ada aroma kuat seperti jintan, pala, dan kayu manis. Ada pemberi warna dan kekentalan seperti kacang tanah. Dan yang paling khas, adalah peran dari lengkuas dan jahe yang memberikan kehangatan yang khas serta serai yang memberikan aroma harum sedap.
Tapi, yang paling menarik dan sering jadi signature dari kuah Coto Makassar adalah aroma dan rasa dari ketumbar, jintan, cengkeh, dan sedikit asam. Cengkeh memberikan hint rasa yang unik, membawa kita seolah sedang menyantap hidangan kerajaan yang mewah.
Filosofi di Balik Kuah: Konon, 40 macam bumbu ini melambangkan kekayaan alam dan budaya Sulawesi Selatan. Setiap bumbu punya peran, sama seperti setiap warga kerajaan punya tugasnya masing-masing. Wih, keren ya, makan sambil belajar sejarah!
Perbedaan Mencolok dengan Sop Saudara
Mungkin ada yang bertanya, “Emang bedanya apa sih sama Sop Saudara atau Konro?”
Meskipun sama-sama dari Sulawesi Selatan dan menggunakan daging sapi/jeroan, Coto Makassar punya karakter yang sangat berbeda:
1. Kuah
Coto lebih kental (karena penggunaan kacang tanah giling), lebih keruh kecoklatan, dan aroma rempahnya sangat kompleks (40 bumbu!). Sop Saudara kuahnya lebih bening, lebih didominasi kunyit dan sereh.
2. Penyajian
Coto wajib disantap dengan ketupat (atau buras—ketupat yang dibungkus daun pisang pipih). Sementara Sop Saudara biasanya disajikan dengan nasi.
3. Topping
Sop Saudara sering ditambahkan bihun atau perkedel, yang jarang ditemukan di Coto Makassar otentik.
Jadi, kalau ada yang bilang sama, berarti ia belum coba Coto Makassar otentik! Dan untungnya, Pontianak punya tempat otentik itu!
Check-In di Kapuas Indah. Konsistensi Rasa Sejak 1979
Oke, cukup pelajaran sejarahnya. Sekarang, mari kita kembali ke Pontianak!
Saya langsung meluncur ke lokasi yang sudah jadi legenda, Coto Makassar Kapuas Indah.tempatnya ada dipojokan jalan, dengan plang nama yang jelas terbaca. Bagi anak anak sosmed, tentu mudah mencarinya di sosial media tapi bagi pelanggan jadul, sudah pasti kehilangan jejak karena berpindah agak jauh dari lokasi awal yang berada di daerah pasar yang ramai dengan hiruk pikuk jual beli yang khas.
![]() |
| Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak |
Begitu masuk, suasana warung makan, kamu akan langsung disajikan aneka menu khas Makassar yang bisa dipilih sesuai suasana. Bayangkan, warung makan ini sudah berkibar sejak tahun 1979, lho! Hampir setengah abad! Ini membuktikan satu hal, konsistensi rasa yang tak main-main. Di dunia kuliner yang serba cepat berubah, mempertahankan kualitas selama puluhan tahun itu adalah pencapaian yang harus diacungi jempol.
Saya duduk, tak perlu lihat menu, karena sudah pasti yang dipesan adalah… Coto Makassar komplit! Pakai Daging plus jeroan, biar afdol.
Momen Pertama Kuah Menyentuh Lidah
Tak lama menunggu, mangkuk keramik berisi Coto Makassar panas mengepul pun tersaji di depan mata. Tampilannya sederhana, namun memikat. Coto makassar disini tidak berkuah coklat keruh tapi putih kecoklatan dan bold, potongan daging dan jeroan (hati, paru, babat) yang mengintip, ditaburi daun bawang dan bawang goreng.
Saat kuah itu saya hirup, aroma rempahnya kuat banget!
Saya bisa mencium dominasi aroma cengkeh, ketumbar, jintan, dan pala serta serai yang diolah dengan kaldu yang gurih. Ini bukan gurih MSG yang nyegrak di lidah, tapi gurih umami alami dari kaldu daging yang dimasak lama. Mewah!
Daging dan Jeroannya? Flawless!
Potongan dagingnya kotak, teksturnya masih melawan, dan sekali tidak amis. Jeroan (saya ambil hati, babat dan paru) juga diolah dengan baik—bisa dikunyah dengan nyaman, masih memberi perlawanan, dan bumbu kuahnya meresap sempurna. Jeroan yang diolah proper adalah kunci keotentikan Coto Makassar. Kalau jeroannya masih keras atau amis, big no! Di sini, sudah terbukti dengan waktu!
Kamu tim mana, Dicampur atau Dipisah?
Nah, ini nih ritual makan Coto Makassar yang selalu jadi perdebatan seru. Cara makannya!
Di Makassar, ada dua cara makan yang biasa dilakukan:
1. Dipisah
Coto di mangkuk, dan ketupat/buras di piring terpisah. Setiap sendok Coto akan dicocol dengan potongan ketupat.
2. Dicampur
Potongan ketupat/buras sudah diiris dan ditaruh di dasar mangkuk, lalu Coto dan kuahnya disiram di atasnya.
Saya? Saya adalah tim yang menikmati Coto Makassar dengan cara keduanya!
Di Coto Makassar Kapuas Indah ini, saya minta ketupat dan buras-nya (ya, saya pakai dua-duanya, greedy!) untuk diiris langsung ke dalam mangkuk. Biar apa? Biar kuah ajaib itu meresap ke dalam pori-pori ketupat dan buras.
Lalu, ritual wajib lainnya adalah penambahan bumbu. Di meja sudah tersedia:
• Jeruk Nipis
Wajib! Perasan sedikit jeruk nipis akan memotong rasa gurih dan lemak kuah, memberikan sentuhan kesegaran yang membuat kuah jadi cleaner.
• Kecap Manis
Sedikit saja, untuk memperkaya warna dan memberikan hint manis yang beradu dengan gurih.
• Sambal Coto
Dan yang ini nih, must-have! Sambal khusus Coto yang biasanya terbuat dari cabai rawit merah yang direbus dan dihaluskan.
Saya tuang sambal hingga kuah saya berubah warna menjadi sedikit merah oranye, sedikit kecap, dan perasan jeruk nipis.
Dan BOOM!
Rasanya langsung naik level! Kuah yang tadinya sudah enak, kini bertambah kaya dengan rasa asam-pedas-manis-gurih yang kompleks. Ketupat dan buras yang sudah menyerap kuah menjadi ‘carrier’ rasa yang sempurna, membawanya langsung ke otak kita dan memicu dopamine rush!
Tips dari #TukangJalanJajan. Jangan pernah ragu untuk menambahkan jeruk nipis. Itu yang membedakan Coto Makassar dari sup daging lainnya. Berani coba!
Penutup Centil, Es Pisang Ijo yang Legit di Pontianak
Setelah mangkuk Coto ludes tak bersisa, rasanya perlu ada yang menyeimbangkan power dari 40 bumbu rempah tadi. Apalagi Pontianak yang di siang hari terkenal panasnya gila-gilaan karena datangnya sekitaran jam 12-an siang.
![]() |
| Es Pisang Ijo Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak |
Saatnya eksekusi makanan penutupnya yang viral dan tak kalah legendaris di sini: Es Pisang Ijo!
Ini dia dessert khas Makassar yang tampilannya cantik dan rasanya ngangenin.
Es Pisang Ijo Kapuas Indah ini terdiri dari:
• Pisang Kepok
Dibungkus adonan tepung beras dan pandan berwarna hijau cerah. Pisangnya matang sempurna, manis alami.
• Bubur Sumsum Putih
Kental, lembut, dan gurih santan.
• Serutan Es Batu
Dinginnya tak tertandingi.
• Sirup Frambozen Merah
Sirup khas dengan aroma kuat yang memberikan warna kontras yang menggoda.
• Susu Kental Manis
Sentuhan akhir yang menyempurnakan rasa.
Begitu sendok pertama masuk mulut… Dijamin, Pontianak yang tadinya panas, jadi adem dan segar seketika! Bubur sumsum yang gurih bertemu manisnya pisang dan sirup, diselimuti dinginnya es. Rasanya langsung happy!
Es Pisang Ijo di sini memang dibuat dengan takaran yang pas, tidak terlalu manis, sehingga rasa pandan dari adonan pisangnya masih terasa. Perfect ending untuk hidangan pembuka yang powerful.
Mari Berdiskusi dan Menikmati!
Jadi, teman-teman asli Makassar/Bugis atau para penggemar Coto Makassar, saya ingin tahu ritual Kamu!
1. Tim Mana Kamu
Tim yang makannya dipisah (Coto di mangkuk, ketupat/buras di piring) atau dicampur (ketupat/buras di dalam mangkuk Coto)?
2. Pakem Khusus
Apakah ada pakem khusus buat nikmatin kuliner ini? Misalnya, apakah ketupat lebih proper daripada buras? Atau adakah bumbu rahasia yang selalu Kamu tambahkan?
Coto Makassar Kapuas Indah
📍 Alamat: Jalan Karna Sosial, Pontianak
☎️ 085947386050 / 082141812020
⏰ Jam Buka: Biasanya dari Pagi sampai Malam.
💰 Price Range: Affordable untuk porsi yang mengenyangkan!
Yang sudah pernah kesini boleh share pengalamannya yah! Selamat makan dan salam Yumcez




Gabung dalam percakapan
Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)
Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry