Adv

Kelezatan Jadul Chai kwe Panas, Mi Pan dan Ou Pan di Gang Parwasal


Sebagai Tukang Jalan Jajan dan Blogger di Pontianak saya sangat suka Chai kwe atau Choi Pan. Makanan lezat yang makin banyak ditemukan di kota Pontianak. Saya pernah membagikan beberapa tempat makan chai kwe yang enak menurut lidah saya. Chai Kwe Panas Gg Parwasal sudah melegenda bagi beberapa penikmat makanan kecil yang gurih dan langsung ‘hap’ sekali lahap. Walaupun tempatnya jauh di Siantan, beberapa penggemarnya rela datang kesini untuk menikmati kelezatannya. Ada yang juga pernah merasakan kelezatannya hingga kembali berkali kali ke chai kwe panas gang Parwasal ini?
Chai kwe lima isian blogger Pontianak
Chai kwe lima isian

Proses membuat Chai kwe Parwasal blogger Pontianak
Proses membuat Chai kwe Parwasal
Proses membuat Chai kwe Parwasal Blogger Pontianak
Proses membuat Chai kwe Parwasal
Chai kwe ( kek ) choi pan ( tio ciu ) makanan selingan tionghoa ini sudah melekat di lidah orang Pontianak. Kulit putih dan tipis terbuat dari tepung beras dan tapioka yang diuleni hingga merata kemudian di bentuk seperti pastel untuk yang di kukus. Bahkan versi Singkawang bentuknya mirip dengan dim sum. Sedangkan untuk yang di goreng, bentuknya seperti koin. Isiannya macam-macam, yang lazim di Pontianak ada kucai, bengkuang, kacang hijau kupas, rebung dan keladi. Bumbunya sederhana, ebi dan bawang putih goreng


Chai kwe Parwasal Siap di rebus yang di nikmati blogger Pontianak
Chai kwe Parwasal Siap di rebus
Chai kwe ditambah minyak bawang outih goreng
Chai kwe ditambah minyak bawang outih goreng
Cek juga perbedaan chai kwe dan cha kwe di tulisan ini

Dulu, untuk makan di sini harus memesan tempat terlebih dahulu menggunakan telepon saking ramainya. Bukanya jam 10.00 pagi dan biasanya pukul 13.00 siang sudah habis terjual. Tempatnya kecil menggunakan beranda rumah dan memasaknya di dalam rumah, ruang tamu dijadikan dapur untuk memasak. Saya bisa mengintip bagaimana proses pembuatannya. Dua orang ama (nenek) yang biasanya sibuk membuat chai kwe serta seorang akong (kakek) yang mengukus di bantu oleh beberapa karyawannya yang sibuk berlalu lalang. Dulu semua di buat berdasarkan pesanan.
Ou Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Ou Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Sekarang saya datang lagi kali ini sudah di kelola oleh anaknya dan saya melihat, akong juga masih sibuk mengukus. Sekarang lebih cepat karena menggunakan kompor gas. Kulit chai kwe juga sudah di buat dan tinggal di isi sesuai dengan pesanan pelanggan sehingga lebih cepat. Waktu mengukus hanya 10 menit dengan 4 jenis isian, bengkuang, keladi, kacang hijau kupas, dan tentu saja kucai minus rebung. Dapurnya juga lebih bersih dan terawat. Bumbunya sederhana, hanya bawang putih goreng dan ebi. Setelah matang langsung di beri bawang putih goreng dan minyaknya. Dinikmati dengan cabe pedas dengan cuka dan kecap asin. Jangan di tanya jika di makan selagi hangat.


Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Ou Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Ou Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Ou Pan dan Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Ou Pan dan Mi Pan Chai Kwe Panas Parwasal
Sebenarnya makanan lain yang bisa dinikmati di sini adalah Mi Pan atau Ham Pan seharga 3K yang juga mengingatkan saya pada makanan masa kecil di kantin sekolah saya, SD Panca Setya 2 di Sintang saya. Kue tepung beras dengan minyak bawang putih goreng diatasnya. Sementara di sini di berikan topping ebi goreng tumbuk yang gurih serta sedikit rasa manis yang bercampur nikmat didalamnya. Sederhana sekali. Tepung beras yang gurih dan membal dipadu dengan ebi kualitas baik. Sedap!

Chai kwe Panas Parwasal lima isian siap saji
Chai kwe Panas Parwasal lima isian
Chai kwe Panas Parwasal lima isian
Chai kwe Panas Parwasal lima isian
Lain lagi dengan Ou Pan seharga 3K yang juga tidak kalah lezatnya, biasanya saya hanya menikmati Ou Ie (talas goreng) atau Ou Nie (kue talas manis). Kue talas yang lezat ini menggunakan talas yang di potong kotak persegi panjang kemudian di kukus dan mendapat taburan yang sama dengan Mi Pan. Ebi yang gurih dan manis berpadu dengan bawang putih goreng yang sudah di cacah. Ini juara, perpaduan topping dan karbohidrat yang satu ini sangat cocok berkumpul bersama dalam satu wadah. Menyuapkannya ke mulut berkali-kali tanpa sadar sudah tandas.

Chai kwe lima isian blogger pontianak
Chai kwe lima isian
Saya juga sempat menikmati es kacang merahnya seharga 7K yang empuk dngan rasa yang legit. Berbeda denganbeberapa es kacang merah yang pernah saya makan, di sini kacang merahnya disajikan setengah hancur. Biasanya kacang merah dibeberapa tempat utuh namun di sini seperti kacang hijau tapi masalah rasa, tetap enak. Saya agak susah menilai makanan yang berbahan dasar kacang merah. Karena saya penggemarnya, setiap apapun menu yang berbahan dasar kacang merah sudah dipastikan enak.

Es Kacang Merah
Menikmati makanan di sini tidak boleh setengah-setengah karena tempatnya yang lumayan jauh, belum lagi kota Pontanak yang panas. Tempatnya yang sempit dengan tempat duduk yang terbatas membuat kita harus siap berhimpitan dan menunggu dengan sabar. Lokasi parkir kendaraan roda 4 juga terbilang susah karena jalanan yang sangat kecil. Jika tidak bisa memarkir bisa saja amblas ke dalam parit. Chai kwe panas ini saya beri nilai 9 dari 10. Rasa melegenda memang tidak pernah berbohong, Cek cara membuat chai kwe di tulisan ini

2 komentar:

  1. Untuk es kacang merahnya ini yang membuat galau wahhahaha Asyik nih kapan kapan kita TKP bareng ya. Very yummmy

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk kan Asep. kangen juga ngga ngobrol2 bareng nih..... hehehehe

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.