28 Mei 2016

Red Fort Benteng Penjaga New Delhi

Jalan-jalanan di New Delhi sangat semrawut. Tidak ada jarak antara rickshaw, sepeda motor, mobil ataupun gerobak yang ditarik oleh sapi. Semuanya berbagi dalam satu jalur yang sama. Belum lagi banyak pedagang kaki lima yang memakan badan jalan. Bunyi klakson tak henti berteriak memekakkan telinga. Awalnya saya selalu khawatir apakah bunyi klakson itu diperuntukkan bagi saya, tapi lama-lama saya sudah tidak memperdulikannya lagi. Berjalan kaki di India tidak hanya harus melihat ke depan atau ke kiri dan ke kanan, tapi juga kebawah. Kotoran anjing dan sapi yang ada di mana-mana bisa saja terinjak kaki. Jadi tetaplah waspada dan berhati-hati!
 
auto rickshaw di jalanan India
Rickshaw
Sebenarnya jalanan yang saya lewati ini lumayan besar. Tapi terlalu banyak kendaraan yang parkir sembarangan, sementara di trotoar dipenuhi oleh pengemis dan gelandangan yang tidur sembarangan sehingga membuat jalanan tampak kumuh. Makin diperparah lagi aroma pesing menusuk hidung yang datang dari berbagai sudut. Saya melihat sendiri banyak orang yang santai saja kencing sembarangan. Lalat beterbangan di mana-mana. Sampah-sampah di buang sembarangan.

Pemandangan seperti ini tampaknya sudah menjadi hal biasa dijalanan kota Delhi. Buktinya banyak orang yang berlalu-lalang tanpa merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Padahal sebenarnya, jika tertata rapi, jalanan ini akan apik karena cukup rindang. Pohon-pohon besar yang usianya sudah puluhan bahkan ratusan tahun ditambah dengan bangunan-bangunan tua bergaya Inggris berdiri di kanan-kiri sepanjang jalan ini. Sayangnya semuanya terlihat kumuh karena tidak terawat sama sekali.

Selamat Datang di Red fort
Selamat datang di Red Fort
Sesampainya dijalan utama hiruk-pikuk kian terasa. Kendaraan dan manusia semakin padat. Jalan raya yang seharusnya bisa digunakan tiga jalur kendaraan, sepertinya tidak cukup menampung manusia, kendaraan dan juga hewan yang sama-sama menggunakan jalan tersebut.

Di sepanjang Mina Bazaar atau Chatta Chowk ini saya menemukan banyak toko-toko yang terlihat tua. Di sini dulunya memang terkenal sebagai sentra penjualan paling besar, bersih dan mewah pada zaman kekaisaran Mughal. Hanya saying, pasar yang berusia ratusan tahun itu kini sudah tidak terjaga lagi. Kumuh dan kotor, itulah kesan yang saya dapatkan disini. Di antara toko dan bangunan juga terlihat kuil Hindu yang letaknya tidak berjauhan dengan kuil kaum Sikh. Saya melihat kuil kaum Sikh ini dijaga ketat oleh polisi bersenjata. Beberapa orang berturban yang lewat, tiba-tiba berjongkok dan memegang tanah di pintu masuk kuil ini lalu meletakkan tangannya di dahi.

Bangunan merah di depan Red Fort
Bangunan Merah
Bangunan merah didepan Red Fort
Akhirnya saya tiba di seberang Red Fort yang tampak megah dan merah dari kejauhan. Saya sempat kebingungan untuk menyebrang jalan Netajhi Submash Mark yang padatnya bukan main. Hingga akhirnya saya mengekor warga lokal yang menyebrang sembarangan. Lampu merah di perempatan jalan ini tidak berfungsi (atau tidak dianggap berfungsi). Kendaraan tetap saja saling silang. Ternyata untuk menyeberang jalan di Delhi, mirip seperti di Phnom Pehn dan Ho Chi Min. Tidak perlu memperdulikan kiri kanan, fokus saja ke depan, dan sampailah saya di depan  Red Fort yang dipasangi pagar pembatas. Saya awalnya agak bingung mencari pintu masuk. Namun setelah berjalan agak maju ke depan saya menemukan pintu masuk kecil dengan dua buah pintu berpemindai. Jika datang siang hari maka badan akan diperiksa polisi saat masuk.

Bangunan Red Fort atau Lal Qila didirikan oleh kekaisaran Mughal. Raja Shah Jahan memulai pembangunannya tahun 1546 selama sembilan tahun. Benteng seluas 2,4 hektar ini terdiri dari Paviliun dan berbagai bangunan yang kesemuanya dihubungkan dengan taman, saluran air dan kolam. Arsitekturnya sangat khas, bergaya Persia dan timur tengah dengan sentuhan gaya Hindu tradisional. Dibangun oleh dua arsitektur muda Ustad Hamid dan Ustad Ahmad. Mereka meletakkan 2 pintu gerbang utama di bagian Barat dan Selatan yaitu Lahore Gate dan Delhi Gate.

Bagian Dalam Red Fort
Saya memasuki Lahore Gate yang berada di sebelah barat sebagai akses utama seluruh wisatawan yang datang. Di depannya terdapat lapangan sekaligus taman. Kemungkinan dua kali lapangan bola luasnya. Banyak orang yang berlalu lalang sembari berfoto, kebanyakan swafoto dengan latar belakang Red Fort yang merah terang.
Gerbang Masuk menuju Lahore Gate
Gerbang menuju Lahore Gate
Agak bingung awalnya mencari letak loket tiket yang ternyata ada di bagian sebelah kiri berdampingan dengan toilet yang berada agak ke bawah. Tiket masuk untuk warga lokal sebesar  15 rupee sedangkan untuk turis  250 rupee. Perbedaan harganya mencolok sekali memang. Tapi jika anda punya nyali, coba saja berpura-pura mengantri dan mengaku sebagai turis lokal. Orang-orang dari beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Pakistan, Maladewa dan Thailand juga diberlakukan harga tiket yang sama dengan warga lokal.

Lorong Lahore Gate menuju bagian dalam RedFort
Lorong Lahore Gate
Lahore Gate
Setelah tiket masuk sudah di tangan, saya kembali menuju pintu gerbang Lahore Gate yang di jaga tentara bersenjata lengkap. Kembali barang bawaan harus masuk pemindai dan bagian tubuh juga diperiksa menggunakan detektor logam. Pria dan wanita masuk melalui gerbang terpisah. Antrian hari itu cukup panjang namun semua berjalan dengan lancar. Saya pikir setelah masuk gerbang pertama maka saya akan langsung bisa menikmati isi dari benteng itu. Ternyata saya salah. Masih ada satu gerbang yang tersambung dengan sebuah lorong panjang yang merupakan bangungan pintu masuk lengkap dengan belasan toko di kiri-kanan lorong tersebut.  Toko-toko tersebut menjual pernak-pernik dan buah tangan yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Lorong ini sendiri adalah bagian dari Naubat Khana yang terdiri dari empat lantai dan merupakan ruangan bermusik Shah Jahan untuk mengasah hobinya

Bagaimana dengan bangunan lain di dalamnya? Saya akan melanjutkan cerita ditulisan selanjutnya


Read More

25 Mei 2016

Perjalanan Napak Tilas di Ulang Tahunku


Ulang Tahun. Ada yang pro dan ada yang kontra. Pentingkah dirayakan?. Ada yang mengatakan ini adalah hitungan bertambahnya umur atau ada yang mengatakan justru ini menunjukkan umur kita yang semakin pendek. Setiap orang punya penilaiannya masing-masing. 
Tapi saya dan anda pasti sama-sama mengupak syukur untuk usia yang telah di rengkuh.

Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya mau mengucapkan 

SELAMAT ULANG TAHUN KE LIMA WARUNG BLOGGER

Ngopi Seru Warung blogger

Ucapan ini bagi semua pengurus Warung Blogger yang terus bekerja demi kokohnya perkumpulan blogger di dunia maya termasuk juga para warganya yang terus ikut dan berkarya bersama didalamnya.

Ulang tahun saya jarang dirayakan, paling saat kecil saja sampai berusia lima tahun, sama seperti usia warung blogger hari ini. Jangan di tanya seperti apa bahagia. Pasti senang sekali. Lima tahun itu pastilah sungguh membahagiakan. Tapi percayalah setiap memperingati bertambahnya usia saya selalu berbahagia. Selalu memiliki kenangan berbeda setiap momennya.

saya pecinta matahari
Saya dan Pagi Hari
Saya ingat sekali saat ulang tahun ke 30. Saya merayakannya dengan niat untuk intropeksi. Usia yang tidak muda dan dalam keadaan matang untuk berpikir dan melangkah. Awalnya bingung. Apa yang harus dilakukan. Sampai saya memutuskan untuk merayakannya dengan berpetualang selama 3 minggu yang artinya sama-sama 30 tahun. Tidak banyak yang saya siapkan, hanya tas punggung dan semua tiket transportasi dan uang 3 juta rupiah, Tersimpan rapi dalam 3 tempat terpisah. Dompet, money belt dan lipatan tas bagian dalam. Masing-masing 31 juta rupiah. Tempat yang saya kunjungi pun ada 3 titik. Malaka, Penang dan Krabi. Semuanya lokasi yang punya tempat tersendiri di hati saya.

Langit sore menanti malam tiba
Langit Sore
Malaka, kota ini begitu hangat. Saya berulang kali menikmatinya. Bangunannya, struktur kotanya, dan orang-orangnya. Semuanya saya suka. Perpaduan antara eropa, asia dan timur tengah beradu dalam satu titik. Malaka begitu nyaman untuk dikunjungi dan sekedar menikmati hari. Kotanya tidak terlalu besar sehingga nyaman untuk di jelajah seorang backpacker seperti saya. Saya belajar banyak mengenai arti hidup rukun, damai, berdampingan dengan banyak perbedaan di sini. Semua terlihat seiring sejalan. Saya ingat, disini pertama kalinya saya bertemu seorang anak yang dengan senyumnya menawarkan permen. Saya sebagai orang asing merasakan ketulusan dan keramahan dari dalam hati

Ada keindahan senja di dermaga
Senja di dermaga
Penang, kota yang juga tidak terlalu besar dengan makanan yang enak dan beragam. Tempat favorit saya adalah puncak bukit bendera. Tempat menikmati pagi dan tafakur di sana. Menyelami setiap langkah yang sudah saya lewati dalam umur yang telah lewat. Pagi hari saya lewati perganitian umur di puncak tertinggi Penang. Menikmati awan yang berarak dan melihat matahari pertama 30 tahun usia saya. Sore harinya saya habiskan waktu di pinggir dermaga klan jetty. Menatap matahari sore yang turun perlahan keperaduannya. Menutup hari pertama umur baru saya. Di sini saya menulis banyak pencapaian yang ingin saya rengkuh. Terasa sekali terang dunia yang sudah tampak di depan mata. Damai sekali hati saya duduk di dermaga ini, melihat matahri tenggelam dari balik kelenteng tepi laut.

Menyusuri tepian pantai di Krabi
Pagi di Krabi
Krabi, kota pantai di Thailand selatan. Tempat saya dan bunda menghabiskan tahun baru bersama. Selalu membuat saya selalu mengenang orang tua yang tinggal satu-satunya. Tempat ini selalu mengingatkan saya betapa besar pengorbanan untuk anaknya. Orang tua tunggal dengan 4 anak untuk dibesarkan, bukan pekerjaan mudah. Saya selalu melakukan intropeksi dalam dengan perjalanan hati saya. Tempat ini punya ikatan emosional besar dalam hidup. Semalaman kami habiskan hingga subuh menjelang, berdua bersama dan bercerita tentang masa lampau yang selalu terkenang hingga kini. Ikatan ibu dan anak yang manis di tepi pantai sembari melihat bulan bersinar terang. Bulan yang selalu setia kepada bumi dan matahari. Seperti Ibu yang selalu cinta pada suami dan anaknya.

Pagi Hari saat kesibukan mulai terasa
Pagi Hari saat kesibukan mulai terasa
Perjalanan 3 kota ini menjadi perjalanan jiwa yang dalam. Ulang tahun ke 30 ini memang sungguh berkesan dan punya makna dalam untuk saya. Pengalaman paling membahagiakan, menyenangkan dan berkesan. Perjalanan sendiri yang penuh penghayatan diri. Belum pernah saya melakukan ini sebelumnya. Seperti napak tilas dan merenung hidup yang penuh warna. Dinamis seiring waktu. Bergolak, bergoncang kesana kemari namun mampu kembali meniti dengan pasti. 
Ulang Tahun tidak perlu dirayakan berlebihan, menurut saya bukan acara atau pestanya yang seru tapi doa dan ucapan dari teman, kerabat dan handai taulan yang beragam.

Ini cerita ulang tahun paling membahagiakan ku, kalau kamu?


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger
Read More

Lunpia Delight Penjaga Kuliner Tradisional Semarang


Oleh-oleh ya, Lunpia satu besek!

Ini paling sering diutarakan atau tertulis manis di sms dan jejaring sosial saat ada teman, rekan kerja dan keluarga yang ketahuan akan ke Semarang atau berada di Semarang. Makanan yang masuk dalam kategori cemilan ringan namun mengenyangkan ini sudah menjadi ikon wisata kota Semarang yang tidak bisa dilepaskan. Seperti Romeo dan Juliet. Sudah identik dan menjadi ciri khas.



Saya penasaran, Mengapa Lunpia = Semarang?
Jaman dahulu makanan ini pertama kali di buat di Semarang oleh seorang pria Tiong hoa dan wanita Jawa, Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasih. Pasangan suami istri inilah yang menjadi Founder makanan lunpia. Pertama kali diperkenalkan saat acara pesta olahraga GANEFO (Games of the New Emeging Forces) yang di adakan di Semarang. Makanan ini juga terus berkembang dari akar budayanya. Ada yang melanjutkan usaha dan ada pula yang membuatnya dan menjualnya karena belajar dari lunpia yang sudah ada.

Lunpia atau Lumpia?
Saya sempat bertanya dengan beberapa foodie dan chef, manakah pengucapan yang benar dan apakah ada perbedaan. Arie Parikesit mengatakan bahwa ini masalah penyebutan saja. Di Jawa Barat seperti Bandung dan Bogor biasanya menyebutnya dengan lumpia sedangkan di Semarang biasanya lekat dengan lunpia. Lumpia Bogor biasanya di lipat segiempat dan basah.
Chef Meliana mengatakan lumpia isiannya lebih beragam dengan tambahan tauge, bengkuang, sosis dan kornet sedangkan lunpia Semarang mempertahankan citarasa asli dengan menggunakan rebung.
Saya pikir tidak perlu memperdebatkannya, lebih penting mencari dimanakah lokasi lunpia yang enak di Semarang. Benarkan?

Beli Lunpia Semarang di mana?
Ini adalah pertanyaan maha penting untuk di jawab selain harus enak di lidah kita tentu juga harus sedap di lidah sang penerima buah tangan. Setuju?
Sudah pernah mendengar nama Lunpia Delight? Nah ini lah ikon kuliner lunpia Semarang sebagai cemilan wajib penjaga gerbang citarasa tradisional. Saya 100% setuju jika Lunpia Delight sebagai pintu gerbang kuliner Semarang. Apalagi menu yang ditawarkan juga beragam dengan berbagai macam sensasi tanpa mengganti bahan utama yaitu rebung. Intip saja menunya.

Menu Lunpia Deliht Semarang
  • Lunpia Raja Nusantara

Inovasi dari perpaduan lunpia original dan disatukan dengan Jamur segar dan kacang mete super.
  • Lunpia Ka Ja Mu (Kambing Jantan Muda)

Rebung pilihan dipadukan dengan Kambing Jantan Muda dan telur ayam.
  • Lunpia Ikan Kakap

Rebung pilihan, udang, telor ayam dan ikan kakap terbaik.
  • Lunpia Crab (Kepiting)

Rebung pilihan dipadu dengan udang, telor ayam dan daging kepiting terbaik.
  • Lunpia Original

Rebung pilihan, udang, dan telor ayam dalam satu gigitan.
  • Lunpia Plain

Dipersembahkan bagi vegetarian dengan isian rebung pilihan saja.

Testimoni









Lunpia Delight Halal dan sudah mengantongi sertifikasi MUI Indonesia. Banyak pilihan dan memanjakan semua lidah tanpa takut bosan dengan rasa itu melulu.


Siapa di balik kesuksesan Lunpia Delight?
Mari berkenalan dengan Meliani Sugiarto, SE atau Cik Me Me sang ikon penerus Lunpia Semarang yang melegenda ini. Wanita peraih Kartini Award 2015 dari FKWI ini merupakan generasi penerus ke lima dari founder lunpia Semarang. 

Silsilah Legenda Lunpia Semarang


Kolaborasi si bungsu dengan sang ayah, Tan Yok Tjai menghasilkan menu Lunpia Delight yang wajib saya bawa sebagai buah tangan setiap ke Semarang.





“Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Lunpia Delight 

Semua gambar dan beberapa informasi di ambil di sini
Read More

Transaksi Online Aman ala Paybill.id


“Untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak”

Beli Ponsel dapat sabun
Penipuan berkedok toko online
Saya bergidig ngeri saat membaca beberapa cerita mengenai transaksi online yang berujung penipuan, langsung miris dan tidak tega dengan kejadian tidak mengenakkan. Siapa yang mau tertimpa musibah seperti ini coba? Saya bisa merasakan kesedihan mendalam. Siapa sih yang tidak mau dimudahkan dengan adanya dunia transaksi online? Apakah seseram itu jika harus berhadapan dengan sesuatu yang online? Teman jalan jajan merasakannya juga?

Masalah penipuan rekber forum jual beli
Sebenarnya kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja jika kita salah memilih tempat bertransaksi. Saling percaya saja tidak cukup. Saya jadi ingat kisah di salah satu forum online dulu. Salah satu pengelola rekber (rekening bersama) membawa kabur uang pedagang di forum jual beli ini. Hal ini tentu membuat banyak orang semakin takut untuk bertransaksi online. Padahal banyak kemudahan yang di tawarkan transaksi online. Apa saja?

Waktu fleksibel
Kita bisa melakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak harus datang ke toko atau loket pembayaran. Bahkan sambil tiduran manja di atas tempat tidurpun bisa. Cukup menggunakan internet dan gadget maka semua akan selesai tanpa ada kesulitan transaksi online.

Santai
Iya dong! Tidak perlu harus berkeringat dan kepanasan untuk menuju lokasi yang diinginkan. Cukup cari tempat yang nyaman dan fokus di gadget.

Simpel
Ngga pake ribet, tidak harus ke kasir dan mengantri untuk membayar tagihan. Tidak harus datang awal di pagi hari dan mengorbankan jam kerja.

Sekarang, apa saja yang bisa diselesaikan secara online? Banyak, mulai dari membayar segala macam tagihan (listrik, Air, Gas, Asuransi, sampai membayar cicilan kredit serta masih banyak lagi yang lain), belanja online dan membeli pulsa. Banyak kan? Lalu bagaimana supaya kita bisa memilih pembayaran tagihan yang aman. Ini kriterianya:

Situs terpercaya
Cek terlebih dahulu apakah situs tersebut terlihat profesional, tersusun rapi dan juga di kelola dengan baik. Tinggal bandingkan saja dengan situs-situs terpercaya seperti Bank atau perusahaan besar yang ada di Indonesia.
Situs dikelola baik dengan tampilan menarik
Testimoni positif
Cari dan temukan testimoni positif dari pengguna layanannya. Lebih baik lagi jika ada keluarga atau sahabat yang sudah menggunakannya dan punya pengalaman menyenangkan. Temukan juga tulisan mengenai layanan ini di media cetak atau media informasi lainnya. Cari tahu perkembangan dan baca dengan seksama informasinya.
Testimoni positif

Informasi detil mengenai perusahaan
Perusahaan yang besar dan baik akan melengkapi semua informasi mengenai lokasi, kontak dan nomor telepon yang bisa di hubungi sewaktu-waktu oleh konsumennya. Cek dengan seksama.

Informasi detil perusahaan
Peraturan dan detil jasa/barang yang ditawarkan
Biasanya akan ada tata cara dan aturan jelas yang diterapkan perusahaan bagi pelanggannya. Ada juga detil barang dan jasa yang ditawarkan sehingga pelanggan jelas.

Keamanan transaksi
Ini yang paling penting. Harus ada verikasi data dengan benar dan sistem kontrol keamanan pembayaran yang di jamin oleh perusahaan tersebut.

Sekarang apa perusahaan pembayaran yang memenuhi semua kriteria yang sudah disampaikan tadi? Mari saya perkenalkan dengan salah satu kemudahan pembayaran online yang memenuhi semua syarat diatas namanya Paybill Indonesia.

Mengintip Paybill Indonesia
Dari mata turun ke hati, dari hati timbullah cinta. Mari berkenalan dengan salah satu karya anak Indonesia yang meramaikan bisnis stratup lokal yang dapat digunakan untuk pembayaran pelbagai macam tagihan secara online (termasuk tagihan asuransi, listrik, cicilan motor, mobil, PDAM, hingga TV berbayar) dan pembelian voucher digital. Perusahaan ini sendiri baru diluncurkan tahun 2016. Walaupun masih baru, banyak kemudahan yang ditawarkan untuk transaksi online secara rutin.
Tagihan yang bisa di bayarkan menggunakan paybill.id
Haruskah Paybill Indonesia?
Iya! Karena Paybill.id sudah bekerja sama dengan 70 perusahaan penyedia tagihan dan 100 bank sebagai pemroses transaksi pembayaran. Paybill Indonesia sendiri terus berfokus menggandeng semakin banyak penyedia layanan demi memberi kemudahan pada pengguna layanan. Pembayaran pelbagai macam tagihan secara online termasuk tagihan asuransi, listrik, cicilan motor, mobil, PDAM, hingga TV berbayar dan pembelian voucher digital termasuk pulsa dan game online semuanya beres sekali jalan.

Mengapa harus paybill.id
Apalagi kedepan Paybill.id akan melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan e-commerce. Pihak lain yang di gandeng adalah ATM bersama sebagai rekanan teknologi untuk akun virtual atau transfer pembayaran. Untuk sistem pembayaran lainnya, dapat pula menggunakan kartu kredit dan Internet bangking serta e-commerce payment seperti Mandiri ClickPay dan BCA KlikPay

Keuntungan lain saat mendaftar, pengguna akan mendapatkan pelayanan multi bills in single payment, di mana pelanggan dapat melakukan transaksi satu kali saja untuk membayar berbagai tagihan. Dengan semakin banyak tagihan yang dibayarkan maka semakin kecil biaya transaksi yang timbul bahkan 0 alias gratis.

Selain itu ada data transaksi yang tersimpan rapi sehingga pelanggan tahu apa saja yang sudah dibayarkan dan apa saja yang belum. Bahkan bisa dijadikan sebagai pengingat bulan berikutnya tagihan apa saja yang harus dibayarkan.

Satu lagi yang menurut saya penting. Paybill.id menjamin transaksi online penggunanya dan telah menyiapkan infrastruktur terbaik untuk menunjang platform yang sudah ada demi menjaga keamanan data dan transaksi serta mengedepankan performa. transaksi di web Paybill Indonesia sudah menggunakan sertifikat SSL dari DigiCert, dan juga telah menerapkan standar ISO 8583 dalam setiap transaksi keuangan yang terjadi. Data transaksi yang digunakan selalu dienkripsi dan tidak pernah terekam di server Paybill.id. Hati yang was-was jadi tenang

Ingin tahu lebih banyak tentang Paybill.id? Coba untuk melihat beberapa video berikut

Lihat videonya dulu ya.

Bye bye tipu tipu pembayaran online!


Menarik kan? Bagaimana caranya bertransaksi dengan Paybill.id?

Cara pertama melalui website/komputer
Lakukan saja sesuai dengan apa yang terangkum di sini ya. Untuk menambah informasi, silakan cek dulu video berikut ini

Mengapa harus Paybill.id?

  • ·      Langkah pertama

Buka http://paybill.id dan cari tagihan yang ingin dibayarkan. Ingat! Semakin banyak yang di bayar maka semakin murah biaya yang timbul bahkan gratis. Gunakan sistem Multi bills in single payment.

  • ·      Langkah kedua

Daftarkan email yang aktif dan sering digunakan lalu klik panel “CEK TAGIHAN”

  • ·      Langkah ketiga

Cari dan lihat detil tagihan dengan seksama sebelum melakukan pembayaran. Apakah benar ini tagihan kita.

  • ·      Langkah keempat

Jangan lupa untuk klik panel “REGISTRASI” untuk melanjutkan lalu cek email dan lakukan konfirmasi dengan klik link yang di kirim untuk melengkapi registrasi.

  • ·      Langkah kelima

Mauk lagi ke akun Paybill dan lanjutkan transaksi pembayaran dengan klik panel “SIMPAN KE TAGIHANKU”.

  • ·      Langkah keenam

Lakukan chekout tagihan dan jangan lupa untuk memilih metode pembayaran sesuai dengan keinginan.

  • ·      Langkah ketujuh

Akan ada arahan untuk checkout dari halaman pembayaran lalu masuk dengan akun bank yang ingin digunakan untuk bertransaksi.

  • ·      Langkah kedelapan

Lakukan pembayaran dengan metode yang di pilih. Setelah semuanya selesai maka akan ada pemberitahuan bahwa pembayaran telah berhasil serta jangan lupa untuk melihat riwayat transaksi di dashboard akun Paybill. Keluar dari akun jika sudah menyelesaikan transaksi.

Sekarang lihat gambarnya yuk!












































Contoh untuk melakukakan pembayaran kartu telepon pascabayar

Cara ke dua, melakukan pembayaran transaksi online dengan aplikasi Paybill.id di ponsel


  • ·      Langkah pertama

Unduh dulu aplikasi Paybill di Playstore bagi pengguna Android dan Apps Store bagi pengguna iOs lalu pasang aplikasi tersebut di ponsel.

  • ·      Langkah kedua

Daftar terlebih dahulu dengan cara memasukkan email, tunggu hingga mendapatkan konfirmasi di email lalu konfirmasi sekali lagi setelah itu masuk ke akun Paybill. Proses ini hampir sama dengan di komputer.

  • ·      Langkah ketiga

Masuk ke dashboard akun dan cek tagihan yang ingin diketahui. Lihat dengan seksama sebelum membayar lalu lanjutkan dengan checkout tagihan.

  • ·      Langkah keempat

Pilih metode transaksi yang diinginkan kemudian konfirmasi pembayaran. Sekali lagi saya ingatkan untuk menggunakan sistem Multi bills in single payment.

  • ·      Langkah kelima

Lihat data transaksi dan rekapan data transaksi yang sudah dilakukan dan jangan lupa untuk checkout dari semua akun jika sudah selesai bertransaksi

Saya sudah mendaftar di layanan Paybill.id di ponsel








Simak videonya berikut ini

Kemudahan sudah di jelaskan, faktor keamanan juga sudah lalu apalagi? Bagaimana jika ada keluarga atau teman ingin meminta tolong untuk membayar tagihannya? Bantu saja dan katakan ya! Caranya, masuk saja ke menu “TagihanKu”. Pada panel “tambah tagihan”, lalu pilih “tambah TagihanKu” atau “tambah tagihan lain”. Untuk tagihan pembayaran milik orang lain, pengguna bisa memilih tambah tagihan lain. Jika memang sering dititipi untuk membayar tagihan langsung saja mendaftar menjadi Biller.
Yuk gabung jadi biller di paybill.id
Siapa tahu dengan tergabung menjadi biller maka akan banyak rejeki yang didapat. Lihat apa saja yang ditawarkan Paybill Indonesia.

Keuntungan menjadi biller

Masih galau dan bingung? Hubungi saja langsung melalui fitur live chat atau mengontak customer service executive Paybill Indonesia di nomor telepon 087-888-252-888 atau email info@paybill.id. Dapat juga bertanya melalui customer service di twitter @PaybillCare.

Transaksi dengan PaybillIndonesia, Aman, Nyaman dan Mudah!


Semua gambar dan informasi di dapat dari sini
Read More