Kuliner Kuching Sarawak, Surga Tersembunyi dari Kedai Kopi 80 Tahun Hingga Sunset di Pantai

Jelajahi surga kuliner Kuching Sarawak! Dari kopi legendaris 80 tahun, Ayam Pansoh Dayak, hingga sunset di Santubong. Yuk, intip panduan lengkapnya!
Kalau selama ini kamu mikir Kuching cuma soal patung kucing yang ikonik atau suasana kota yang tenang di pinggir sungai, wah... kamu salah besar! Ibu kota Sarawak, Malaysia ini sebenarnya adalah "naga yang lagi tidur" dalam urusan perut. 

Rekomendasi Kuliner Kuching Sarawak Seharian
Rekomendasi Kuliner Kuching Sarawak Seharian

Sejak dinobatkan sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy, Kuching makin memantapkan posisinya sebagai destinasi wajib buat kita yang hobi jajan.

Perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan suku asli Dayak di sini menciptakan simfoni rasa yang nggak bakal kamu temuin di tempat lain. Bayangin aja, ada mie yang teksturnya unik banget, ayam yang dimasak dalam bambu, sampai es krim pakai gula lokal yang aromanya bikin kangen.

Kali ini, Tukang Jalan Jajan bakal bawa kamu keliling kuliner Kuching Sarawak seharian penuh. Siapkan perut, siapkan mental, karena daftar ini bakal bikin kamu pengen langsung pesan tiket pesawat! sssttttttt walaupun tiket pesawat lagi naik, kamu masih bisa ke Kuching pake bus dari Pontianak 

07.00 - Nostalgia Pagi di Kedai Kopi Tertua (Kai Joo Lane)

Memulai hari di Kuching nggak afdol kalau nggak ngerasain vibe nostalgia. Pilihan jatuh ke Hiap Yak Tea Shop yang berlokasi di Kai Joo Lane.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kuliner Pontianak Tukang Jalan Jajan (@dodon_jerry)Bayangin, kedai kopi ini sudah berdiri sejak 80 tahun lalu! Begitu masuk, aromanya langsung membawa kita ke masa lalu. Meja bundar marmer, kursi kayu tua, dan denting sendok yang beradu dengan cangkir keramik bikin suasana sarapan jadi tenang banget.


Menu Wajib Coba:
  • Kopi Butter, Ini primadonanya. Kopi hitam yang bold ditambah potongan mentega (butter) yang meleleh di atasnya. Rasanya? Creamy, gurih, dan ada sensasi smooth yang unik di tenggorokan. Mengapa dikasi butter? Butter ini ngebantu ngurangi rasa asam kopi dan memberikan sensasi gurih yang menyenangkan lidah dan perut di pagi hari.
  • Roti Kaya, Roti panggang klasik dengan selai kaya yang manisnya pas dan potongan butter dingin di tengahnya. Simple but gold!

09.00 - Sarapan "Berat" yang Melegenda di Yong Hua Cafe

Setelah pemanasan dengan kopi, saatnya makan yang serius. Kita geser dikit ke Yong Hua Cafe. Di sini, kamu bakal ketemu sama salah satu ikon kuliner Sarawak yang paling dicari, Mie Kolok Sapi.

Sarapan Mie Kolok Sapi yang Melegenda di Yong Hua Cafe
Sarapan Mie Kolok Sapi yang Melegenda di Yong Hua Cafe

Mie Kolok itu beda sama Mie Ayam atau Bakmie di Indonesia. Teksturnya lebih kenyal, keriting tipis, dan biasanya disajikan kering (tanpa kuah banyak). Di Yong Hua, versi sapinya juara banget! Daging sapinya empuk, bumbunya meresap sampai ke serat, dan ada aroma rempah yang bikin nagih.

Jangan lupa pesan juga Sup Ba Kut Teh versi sapi. Isinya melimpah, ada daging dan jeroan sapi yang dimasak sampai lembut banget. Kuahnya? Gurih rempahnya juara dan sukses bikin mata langsung melek! Jangan kaget kalau kamu bakalan sulit mendapatkan tempat duduk karena sepenuh itu. Destinasi wisata lokal yang sudah menjadi rutinitas pagi warlok.

Stttttt jangan lupa cobain sate sapinya juga dibagian depan yah!

11.00 - Belajar Budaya Lewat Camilan di Sarawak Cultural Village

Sebelum masuk ke jam makan siang, yuk melipir agak jauh sedikit ke arah Pantai Damai, Santubong. Di Sarawak Cultural Village (Kampung Budaya Sarawak), kamu nggak cuma bisa liat rumah adat berbagai suku, tapi juga jajan camilan tradisional yang masih hangat.

Sarawak Cultural Village (Kampung Budaya Sarawak)
Sarawak Cultural Village (Kampung Budaya Sarawak)

Di area rumah rumah adat yang ada didalam Kampung Budaya Sarawak ada live cooking aneka cemilan lokal, kamu wajib cari:
  • Tebaloi, Biskuit sagu dan kelapa yang renyah banget, dibuat bulat bulat dengan berbagai ukuran.
  • Kue Cincin, Rasanya manis karamel dan punya tekstur yang unik.
  • Kue Sagu lempeng, Dimasak saat kamu pesan dan dibuat secara tradisional dan paling enak dimakan pas masih mengepul dan disiram dengan gula apong.

12.00 - Belajar Seni Melapis di Kek Lapis Sarawak Warisan

Nggak lengkap rasanya ke Kuching tanpa bersentuhan dengan Kek Lapis Sarawak. Tapi, daripada cuma beli buat oleh-oleh, kenapa nggak sekalian belajar cara bikinnya? Kamu bisa melipir ke Kek Lapis Sarawak Warisan No 24, Lot 149, Jalan Tun Ahmad Zaidi Adruce, Kuching City Centre, 93400 Kuching, Sarawak.

Belajar Seni Melapis di Kek Lapis Sarawak Warisan
Belajar Seni Melapis di Kek Lapis Sarawak Warisan

Di sini, kamu bakal sadar kalau bikin kue ini bukan cuma soal resep, tapi soal kesabaran dan presisi. Kamu bisa ikut mencoba proses melapis adonan setebal beberapa milimeter, lalu dipanggang selapis demi selapis sampai membentuk motif geometris yang cantik dan penuh warna.

Melihat langsung prosesnya bikin kita makin menghargai kenapa harga kue ini lumayan pricy, karena tiap lapisannya adalah karya seni! Sambil menunggu kue matang, kamu bisa mencicipi berbagai varian rasa, mulai dari yang klasik sampai inovasi modern seperti rasa cheese atau cokelat. Teksturnya yang padat, lembap, dan aromanya yang harum mentega premium dijamin bikin kamu nggak mau berhenti ngunyah.

Pengalaman ini bukan cuma soal rasa, tapi juga membawa pulang "warisan" keterampilan khas Sarawak ke dapur rumahmu sendiri. Seru banget, kan?

Ini adalah perkenalan yang manis sebelum kita masuk ke hidangan utama suku Dayak.

13.00 - Makan Siang Autentik Dayak, Dari Bambu ke Piring

Waktunya makan siang! Kuching punya sisi kuliner yang sangat eksotis, yaitu masakan suku Dayak (terutama Orang Ulu dan Iban). Ada dua tempat yang sangat aku rekomendasikan:

1. Telang Usan Hotel

Di sini, aku nyobain Ayam Pansoh (atau Ayam Pansuh). Ini adalah ayam yang dimasukkan ke dalam bambu bersama daun singkong, jahe, dan rempah rahasia, lalu dibakar di atas api kecil. 

Aneka Kerabu dan Umai dari Telang Usaan
Aneka Kerabu dan Umai dari Telang Usaan

Hasilnya? Daging ayamnya sangat juicy dengan aroma bambu yang meresap sempurna. Jangan lewatkan juga Umai, semacam salad ikan mentah segar khas Sarawak dengan perasan jeruk nipis dan bawang. Seger banget!

2. Restoran Lepau

Kalau kamu mau suasana yang lebih tematik, Restoran Lepau di Jalan Ban Hock adalah tempatnya. Menu wajibnya tetap Ayam Pansuh, tapi coba juga Nasi Bungkus Daun mereka yang harum, Tumis Pakis (Midin), dan Ikan Tim Jahe. Rasanya benar-benar "bersih" dan alami karena banyak menggunakan bahan dari hutan Kalimantan.

Ayam Pansuh dimasak dalam Bambu
Ayam Pansuh dimasak dalam Bambu

15.00 - Jadi Chef Dadakan di Indah Cooking Class

Bosan cuma jadi penikmat? Saatnya turun ke dapur! Di Indah Cooking Class (Upper China Street), kamu bisa belajar bikin Laksa Sarawak.

Jadi Chef Dadakan di Indah Cooking Class
Jadi Chef Dadakan di Indah Cooking Class

Sarawak Private Trips & Cooking Class di Indah House menawarkan lebih dari sekadar aktivitas wisata biasa di Kuching. Kelas memasak ini seperti gerbang menuju pengalaman budaya yang autentik dan mendalam. 

tur ke pasar tradisional
tur ke pasar tradisional 

Keunikannya dimulai dari kelas memasak interaktif yang diawali dengan tur ke pasar tradisional untuk mengenal bahan-bahan lokal khas Sarawak, hingga proses pengolahan hidangan regional secara langsung. Tidak hanya soal rasa, Indah House juga berfungsi sebagai galeri seni dan kafe yang mendukung seniman lokal, menciptakan atmosfer kreatif yang hangat. 

Fleksibilitas menu yang mencakup pilihan vegetarian, vegan, hingga bebas gluten memastikan setiap tamu merasa disambut dengan tangan terbuka dalam lingkungan dapur yang nyaman dan berpendingin udara.

Menu lokal yang dimasak di Cooking Class di Indah House
Menu lokal yang dimasak di Cooking Class di Indah House

Seperti hari ini, saya memasak Laksa Sarawah, Gula Apong Chicken, Jungle Fern & Pumpkin
in Coconut Gravy, Pineapple Kerabu serta Nasi kerabu. Tentu saja, semua bahan tadi kami beli di Pasar Kubah Ria.

Sedikit bercerita tentang Laksa Sarawak, Laksa ini beda dengan Laksa Penang atau Laksa Singapura. Kuahnya lebih ke arah kaldu udang dan ayam dengan campuran rempah yang kompleks. Di sini, kamu juga bakal diajarkan pakai Terung Asam (Terung Dayak) yang bentuknya bulat kuning dan punya rasa asam yang khas banget. Pengalaman ini bakal bikin kamu makin menghargai tiap suapan makanan yang ada di Kuching.

16.30 - Jajan Sore di Indian Street, Es Krim Gula Apong yang Fenomenal

Menjelang sore, paling enak jalan santai di area Indian Street. Selain belanja kain, area ini adalah surganya street food.

  • Apom Balik, Martabak tipis dengan isian kacang dan gula yang melimpah.
  • Es Krim Gula Apong, Ini dia juaranya! Gula apong adalah gula nipah khas Sarawak. Rasanya manis tapi ada sentuhan smoky dan gurih. Begitu disiram di atas es krim vanilla yang lembut... heaven! Dijamin langsung nagih.

18.00 - Sunset Chill di Cove 55 & Pantai Santubong

Untuk menutup hari dengan estetik, kamu harus melipir ke arah Gunung Santubong. Kalau mau gaya dikit, mampir ke Cove 55. Tempatnya tenang dengan pemandangan gunung yang gagah. 

Cemilan kroket saat Sunset Chill di Cove 55
Cemilan laksa sarawak saat Sunset Chill di Cove 55

Sambil nunggu matahari terbenam, kamu bisa pesan Cocktail Buah Naga & Serai yang segar banget, ditemani aneka Bruschetta modern.

Cemilan umai saat Sunset Chill di Cove 55
Cemilan umai saat Sunset Chill di Cove 55

Atau, kalau mau suasana yang lebih membumi, langsung ke Medan Selera Damai Beach. Di sini kamu bisa duduk santai sambil makan Sup Daging hangat, Mie Mamak, atau ABC (Air Batu Campur alias Es Campur) sambil melihat langit berubah jadi warna oranye keemasan. Penutupan hari yang sempurna!
20.00 - Pesta Seafood Malam Hari di Top Spot Food Court

ABC di Medan Selera Damai Beach
ABC di Medan Selera Damai Beach

Eits, jangan pulang dulu! Kalau masih ada sisa ruang di perut, kamu wajib ke Top Spot Food Court. Lokasinya unik, ada di atas gedung parkir! Ini adalah pusatnya pecinta seafood di Kuching.
Daftar pesanan wajib:
  • Oyster Pancake, Garingnya keterlaluan!
  • Sup Kepiting & Kepiting Soka Telur Asin, Gurihnya nampol.
  • Tumis Midin Terasi, Ini wajib! Midin (sayur pakis) adalah sayuran endemik Kalimantan yang teksturnya crunchy. Dimasak pakai terasi, rasanya juara dunia.

Tips Sebelum Pulang: Mampir ke Farley Supermarket

Kalau besoknya kamu mau balik ke bandara, sempatkan mampir ke foodcourt Farley Supermarket. Tempat ini favorit warga lokal buat makan siang cepat tapi enak. 

Mr. Lekor foodcourt Farley Supermarket
Mr. Lekor foodcourt Farley Supermarket

Cari Mr. Lekor buat nyicip Keropok Lekor yang kenyal, atau coba Lui Cha (nasi teh hijau khas Hakka) buat kamu yang pengen makanan sehat tapi penuh rasa.

Poppiah foodcourt Farley Supermarket
Poppiah foodcourt Farley Supermarket

Daftar Wajib Kunjung Kuliner Kuching:
  1. Kopi Legendaris: Hiap Yak Tea Shop (Kai Joo Lane)
  2. Mie Kolok Sapi: Yong Hua Cafe
  3. Authentic Dayak: Telang Usan Hotel & Restoran Lepau
  4. Snack Hits: Indian Street (Gula Apong & Apom Balik)
  5. Seafood Center: Top Spot Food Court
  6. Sunset Dinner: Medan Selera Damai Beach
Gimana? Kuching benar-benar surga buat kita yang doyan jalan dan jajan, kan? Kuliner di sini bukan cuma soal mengenyangkan perut, tapi juga soal merayakan keberagaman budaya Sarawak dalam satu piring. Selamat makan dan Salam Yumcez!

Sunset Pantai Santubong
Sunset Pantai Santubong
📍 Save postingan ini, dan masukkan Kuching ke wishlist liburan kamu selanjutnya!
Jangan lupa tag teman kamu yang mau diajak maraton makan di sini! 👇

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.