Adv

Bertandang ke Kuching, Bandar Utama Sarawak


Kuching yang di maksud bukan hewan berkaki empat dengan suara mengeong tapi bandaraya negara bagian Sarawak, Malaysia. Merupakan bagian dari Borneo atau Kalimantan. Perjalanan pesawat hanya dalam waktu 30 menit dari Pontianak ke Kuching. Pesawat saya mendarat dengan mulus pukul 15.00, walaupun beberapa kali terkena turbulensi dan kabut asap yang mulai menyelimuti Pontianak sebelum lepas landas. Semua saya lakukan demi bertandang ke Kuching

Gedung Dewan dari sungai Sarawak, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Gedung Dewan dari sungai Sarawak, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Tujuan saya yang utama adalah menonton Rainforest World Music Festival ke 19 yang masuk ke dalam daftar 25 festival musik dunia wajib tonton versi Songlines, Inggris. Tentu saja selain itu saya tidak mau melewatkan wisata di Ibukota Sarawak, Kuching, Malaysia. Jadilah saya datang 2 hari lebih awal bertandang ke Kuching.

Chinese Gazebo, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Chinese Gazebo, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Setelah turun dari pesawat, saya segera memajukan waktu satu jam dan memesan taksi di konter resmi bandara seharga 30 ringgit dan kemudian menuju hostel yang sudah saya pesan di situs pemesanan daring.


Kuching Food Festival.
Malam ini saya memilih hostel di pusat kota dan beruntung sekali bulan Agustus ini adalah hari jadi kota Kuching sehingga ada banyak festival. Saat saya bertanya dengan penjaga hostel, salah satu yang harus saya datangi  adalah Kuching Food Festival di Majelis Bandara Kuching Selatan yang terletak di Jalan Padungan. Dengan menyewa motor seharga 38 ringgit perhari. Berbekal GPS dan peta yang diberikan penyewa motor saya segera menuju jalan Padungan.

Kuching Food Festival, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Kuching Food Festival, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Sampai di sana, terdapat gerbang dengan lampu disana sini. Di dalam lokasi ini ada gedung serbaguna yang lumayan besar. Didalamnya sudah ada sekat-sekat dengan banyak penyewa yang memajang barang dagangannya, mulai dari alat elektronik, olahraga sampai pernak-pernik khas tanah Borneo. Setelah puas berkeliling, kaki melangkah keluar. Di sekeliling gedung ini di penuhi tenda makanan dan minuman di bagian kiri dan kanannya sementara di bagian tengah diletakkan meja dan kursi yang memenuhi sepanjang jalan.

Sejauh mata saya memandang isinya hanya makanan. Hidung ini penuh sesak dengan aroma sedap sepanjang jalan. Makanan Asia dan Eropa, makanan tradisional dan modern, makanan peranakan dan percampuran budaya semua ada. Makanannya tidak begitu mahal. Masih terhitung ramah dikantong. Sate ayam misalnya, dihargai 2 ringgit per 3 tusuknya, sementara nasi hainam dan bebek panggang hanya 10 ringgit. Untuk minuman bersoda, cukup merogoh 2 ringgit pergelasnya. Bagi penggila makan, di sini adalah surga yang tidak bisa dilewatkan. Sayang di lewatkan jika bertandang ke Kuching

Kuching Food Festival, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Kuching Food Festival, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Selain penuh dengan tenda makanan, tepat di bagian belakang gedung ini terdapat taman yang begitu luas dengan panggung hiburan yang menghadirkan atraksi bermacam-macam. Ada lomba menyanyi mandarin, penampilan artis lokal sampai pre-show artis yang akan tampil di Rainforest World Music Festival. Kebetulan malam ini saya menyaksikan Dol Arastra dari Bengkulu.

Saya sempat bertanya kepada penjual nasi Hainam kapan festival ini berlangsung, ternyata sudah ada sejak tanggal 29 juli 2016 dan berakhir tanggal 21 Agustus 2016 sementara waktu berjualan di mulai pukul 17.00-23.00 setiap harinya. Setelah kenyang, sayapun kembali ke hostel.


Waterfront Kuching
Sengaja saya bangun pagi untuk melihat aktifitas waterfront. Tempat santai seperti alun-alun di sepanjang sungai Sarawak. Panjangnya kira-kira dua kilometer. Pagi ini banyak sekali orang yang berolahraga entah melakukan senam atau berlari kecil. Di sepanjang tempat ini juga banyak terdapat bangunan autentik yang menjadi ciri kota jika bertandang ke Kuching

Dewan, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Gang kecil, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Saya mulai dari seberang sungai paling kiri ada bangunan berbentuk kerucut dengan warna emas dan berada di pinggir sungai. Gedung ini merupakan gedung kantor yang di pakai dewan kota. Di bagian sebelah kanannya terdapat Fort Margherita yang merupakan benteng pertahanan di pinggir sungai Sarawak dan di sebelah paling kanan terdapat kampung Melayu yang selalu penuh keramaian dan hiruk pikuk dengan aktifitas masyarakat. Terdapat dermaga kecil yang menghubungkan ke dua sisi. Terlihat kapal besar dan kecil bermesin hilir mudik mengantar masyarakat yang ingin beraktifitas di sisi lain.

Monumen kreatif, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Monumen kreatif, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Saya juga sempat melihat ada kapal wisata cukup besar bersandar di dermaga. Ternyata kapal wisata ini beroperasi sore hari menyusuri sungai Serawak. Selain pemandu yang memberikan informasi tentang titik yang dilewati, ada hiburan musik akustik, makan malam serta yang paling saya sukai, pemandangan matahari terbenam.
Ruko, Chinese Town, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Ruko, Chinese Town, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Di bagian tempat saya berdiri terdapat beberapa kios kecil berbentuk jamur dan tenda yang menjual berbagai macam cemilan dan makanan. Ada pula disediakan restoran dan kantin lengkap dengan tenda dan meja-kursi yang di susun memanjang yang bisa dipakai untuk bersantai dan menikmati makanan yang sudah di beli. Pilihan makanannya juga banyak, hampir seluruh menu dunia ada di sepanjang waterfront. Saya terus melihat dan berkeliling.

Monumen kreatif, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Monumen kreatif, Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Terdapat juga arena terbuka yang bisa digunakan untuk pertunjukan seni yang bisa dinikmati semua pengunjung, tidak jauh dari sini terdapat satu musium yang menyajikan budaya Tiongkok yang berkembang di Sarawak. Terdapat informasi lengkap mulai dari benda, gambar, rekaman suara maupun film berdurasi pendek tentang cerita asal muasal dan perkembangan budaya tionghoa di Sarawak. Tidak perlu membayar untuk masuk kedalam tapi tidak diperkenankan mengambil gambar.

Kelenteng Tua Pek Kong Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Kelenteng Tua Pek Kong Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia
Saya sempat berjalan menyusuri pinggiran waterfront ini, terdapat dua monumen kuching di masing-masing ujung jalan. Banyak juga pasar di sekitar ini dan beberapa gedung tua termasuk sebuah gedung pemerintahan jaman Inggris masih berkuasa di Malaysia termasuk beberapa monumen. Ada juga pasar tradisional yang saling berhadapan Indian street dan Chinese street. Karena hari sudah semakin siang. Saya pun beranjak kembali ke hostel karena sore ini saya sudah berencana untuk mengunjungi Semenggoh Wildlife Center untuk melihat pemberian makanan kepada Orang Utan. Masih banyak hal seru jika bertandang ke Kuching.Tulisan sebelumnya ada di sini sedangkan tulisan selanjutnya ada di sini

12 komentar:

  1. Wah enaknya yak kalau bisa pakai motor. Jadi tinggal ke penyewaan motor terus keliling kota kuching deh. Keliatannya asyik juga di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tinggal sewa aja dan berbekal peta dan semua bisa berjalan dengan sempurna :)

      Hapus
  2. suasana di Kuching mirip dengan di Pontianak/Singkawang (Indonesia) jadi bertandang kesini seperti tidak keluar negeri :D

    BalasHapus
  3. Ternyata di malaysia juga ada tempat wisata yang seru ya kang dan salah satunya kuching ini, tapi kalau saya berwisata ke luar negeri itu suka gak ada temen karena katanya kejauhan padahal seru sih kalau menurut saya mah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah lebih suka sendirian kang ... klo sendirian traveling malahan bebas menentukan mau ngapain. Ketemu orang baru malah lebih menyenangkan lho hehe

      Hapus
  4. Wah jalan" ke kuciangnya seru jug mas mantap.... Foto headernya membius...

    BalasHapus
  5. Sepi banget yaa kota nya, kayak ngak ada tanda2 kehidupan gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu pas jam makan yang 5-6x sehari.... Ruaaameeeeekkkk

      Hapus
  6. Asyiknya bisa jalan-jalan ke Kuching. Kok gak ada foto makanannya? Pengen tahu deh makannya kayak gimana. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tunggu di posting selanjutnya. tapi kalo mau bongkar bongkar koleksi tulisan beberapa sudah pernah aku tulis sih hehehe

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.