Adv

Suka Duka Travel Endorser ala Tukang Jalan Jajan


Senang sekali saya bisa mendapat kesempatan muncul di dua edisi Grazia. Yang pertama sebagai travel endorse dan yang kedua sebagai kontributor catatan perjalanan. Terimakasih pak Rosihan dan teman-teman Grazia yang mau menampung tukang jalan jajan di edisi Juli dan Agustus 2016. Salam hormat penuh cinta dari saya.
Langit jingga ala travel endorser Tukang Jalan Jajan
Langit jingga ala travel endorser Tukang Jalan Jajan
"Backpacker dan melihat dunia serta berkenalan dengan budaya baru adalah kesenangan tersendiri. Passion saya di dunia kuliner membuat saya menikmati setiap kecapan rasa dilidah, Apapun saya makan. Berjalan kaki lebh dari 20 kilometer setiap hari hingga di rampas semua harta benda sudah saya alami. Satu minggu tanpa uang sepeserpun pernah dilewati untuk bertahan hidup di negara lain. Backpacker dan Kuliner seperti Yin Yang bagi saya."

travel undorser
Mari berlayar
Berikut 6 pertanyaan yang diajukan kepada tukang jalan jajan terkait dengan travel endorser

travel writer
Rumah panjang di sudut hutan
1. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah endorser travel? Tepatkah istilah tersebut;
Menurut saya, endorser travel adalah pelancong yang sebagian atau seluruh perjalanannya mendapat sponsor/dukungan dari pihak pihak tertentu berupa fasilitas selama perjalanan. Istilah itu memang belum baku dalam kamus tapi banyak pelancong yang mendapat predikat ini baik yang paten maupun temporer.
Apakah ini sudah tepat? Tergantung dari sudut mana memandangnya.

berlayar dan menikmati alam yang indah travel endorser
berlayar dan menikmati alam yang indah
2. Apakah blogger atau travel writer bisa menjadi endorser untuk berbagai aspek travel?
Tentu saja bisa. Menurut kamus yang saya baca endorsement adalah mendukung atau memberi saran. Pengalaman travel writer tentu bisa menjadi panduan yang berharga bagi pembaca. Tentu saran dan masukan blogger juga berguna bagi pemberi dukungan demi kemajuan perusahaan/usaha miliknya

travel endorser tukang japan japan
Minum demi penghormatan
3. Benarkah saat ini endorser/blogger/travel writer menjadi semacam dream job?
Bagi sebagian orang mungkin iya. Siapa yang tidak suka perjalanannya di dukung penuh oleh suatu perusahaan atau banyak perusahaan. Tinggal melancong dan bawa diri saja.
Tapi bagi saya traveling dengan dukungan sama dengan bekerja. Ada misi perusahaan yang harus kita pegang teguh. Beberapa item dan materi iklan tidak boleh terlewatkan. Ada ikatan kerja yang di balut dengan "kebahagiaan semu".
Bukan bearti perjalanan tidak bisa dinikmati, ini kembali lagi bagaimana travel blogger bisa mengambil celah untuk mencari kegembiraan sesuai hati nurani tanpa terikat perusahaan pendukung.

Keindahan alam yang tiada tara ala travel endorser
Keindahan alam yang tiada tara
4. Apa saja yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin menjadikan travelling (menulis/endors) sebagai pekerjaan.
  • Seberapa sering melancong
Makin sering melancong maka semakin banyak tempat yang didatangi maka makin banyak pengalaman, foto dan tulisannyang dihasilkan. Travel writer yang aktif tentu disukai.
  • Seberapa menarik tulisan dan foto
Tentu ini akan berhubungan dengan kualitas travel writer dan kualitas pengunjung blog dan website. Seberapa besar pengaruh tulisan dan gambar terhadap pembaca tentu saja jadi poin plus. Untuk mencoba tahu kualitas foto dan tulisan yang di buat, cobalah mengirimkan materi tulisan ke koran, majalah atau penerbit buku.
  • Seberapa aktif dan banyak pengikut di Media sosial
Karena jaman sudah modern. Keaktifan berbagi informasi jadi ukuran penilaian. Jumlah pengikut di twitter dan instagram bisa jadi aspek penilaian yang mudah dilakukan karena sudah jelas angkanya. Semakin berkualitas bahan yang dibagikan, makin banyak yang suka dan makin banyak yang menjadi pengikut.

Dermaga kampung dan aktifitas penduduk
Dermaga kampung dan aktifitas penduduk
5. Apakah seorang endorser hanya memuji saja? Atau juga menyampaikan kritik?
Kembali ke masing-masing endorser. Saya memiliki pembaca yang aktif dan punya kesamaan hobi. Biasanya mereka akan lebih kritis jika di terdapat statment yang terlalu di buat buat dan tidak masuk akal.
Saya tetap akan menulis keuntungan dan hal menarik dari apa yang saya rasakan dari produk/jasa yang disediakan dengan jujur. Jika ada kekurangan tentunya tetap di tulis namun dengan bahasa yang lebih datar dan santun. Saya pikir tak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi ini. Jika memang kekurangannya sangat mengganggu dan membahayakan akan disampaikan langsung kepada perusahaan

Menikmati kampung dan ritme hidupnya ala Tukang Jalan Jajan
Menikmati kampung dan ritme hidupnya ala Tukang Jalan Jajan
6. Apakah dalam kegiatan selama ini, Mas pernah mengendorse sesuatu dalam kaitan dengan travelling. Mohon diberi contoh? Bagaimana dengan feenya?
Beberapa merk ponsel terkenal pernah mendukung beberapa perjalanan saya untuk pengambilan gambar selama perjalanan
Beberapa Tourism Board (Kementerian Pariwisata) Event Organiser Konser musik dan perayaan kebudayaan (Malaysia, Singapura, Thailand, Amerika, Latvia, Laos, Philiphina) pernah beberapa kali mengundang saya untuk melakukan peliputan tapi entah mengapa saya belum pernah mendapat undangan liputan dari dalam negeri. Semoga suatu saat nanti.
Minuman selamat datang, Tuak
Minuman selamat datang, Tuak
Untuk masalah pembayaran biasanya tergantung kesepakatan. Ada yang menyediakan fasilitas lengkap mulai dari transportasi, akomodasi, tiket masuk tempat wisata dan uang saku ada pula yang hanya memberikan dukungan sebagian. Ada pula yang memberikan produknya untuk dipakai selama perjalanan di tambah uang sesuai kesepakatan ada pula salah satunya saja.

Keindahan alam yang tidak bisa di pungkiri travel endorser
Semakin berkualitas semakin tinggi posisi tawar seorang travel writer

12 komentar:

  1. mantap!! ini ni yang namanya hobi yang di bayar mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi jalan jalan dibayarin orang yg belum tentu pernah ketempat yg di tuju hehehe

      Hapus
  2. Pekerjaan yang menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajaklah kamek jalan jalan bang. Sekalian di endorse juga

      Hapus
  3. aku malah pengen merasakan kak yg namanya di endorse saat traveling, pasti beda dengan kita jalan sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada serunya ada dukanya kok.... ngga semuanya indah 😂😂😂😂 percayalah

      Hapus
    2. Ada serunya ada dukanya kok.... ngga semuanya indah 😂😂😂😂 percayalah

      Hapus
  4. Kak ... kamujalan 20km sehari ??? uh lala pasti lelah gempor dan aku ngak sanggup, mending ngak piknik .. eh mending ke mall aja dech ihik ihik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklumlah mas cum. Backpacker kere. Kadang kadang milih jalan kaki supaya bisa makan enak 😅😅😅

      Hapus
    2. Maklumlah mas cum. Backpacker kere. Kadang kadang milih jalan kaki supaya bisa makan enak 😅😅😅

      Hapus
  5. blog ku 90% mengulas jalan jalanku di lombok dan secara tidak langsung mempromosikan lombok. tapi belum pernah mendapat apresiasi/perhatian dari disbudpar setempat, heuheuheu

    seringnya malah dapat undangan pembukaan cafe/resto baru, endorse makanan, dan beebrapa kerjasama dgn EO

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar ya mas, biasanya terkadang justru apresiasi datang dari luar daerah bahkan luar negeri kok. tetap konsen aja mengerjakan apa yang di suka :)

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.