Adv

Gawai Dayak, Festival Tradisional di Kalimantan Barat

Apakah itu.....?
Gawai Dayak merupakan perayaan yang disambut di Kalimantan Barat dan Sarawak oleh kaum bumiputera Kalimantan Barat dan Sarawak, terutamanya Iban dan Dayak. Gawai Dayak merupakan hari menuai dan mula disambut secara besar-besaran semenjak 25 September 1964, apabila Gawai Dayak diisytiharkan sebagai hari perayaan rasmi. Sambutan Gawai Dayak pada peringkat negeri adalah pada 1 Jun 1965.

Gawai Dayak mempunyai beberapa upacara yang dijalankan di bandar dan rumah panjang. Persembahan pelbagai makanan dan tuan di persembahkan kepada dewa padi untuk hasil yang baik. Penyair akan membaca mentera yang khusus untuk upacara ini dan melumur darah ayam jantan pada bahan persembahan.

Selepas upacara ini, perayaan Gawai Dayak akan bermula secara rasmi. Sebatang pokok yang dikenali sebagai 'ranyai' akan didirikan di tengah ruang dan dihiasi dengan makanan dan minuman. Mereka juga akan melawat kaum keluarga dan sahabat handai yang dikenali sebagai 'ngabang'. Pakaian tradisi akan dikenakan, dan perhiasan manik orang ulu akan dikeluarkan untuk dipakai pada hari itu. Perawan Iban pula akan mengenakan perhiasan perak tradisi. Pesta Gawai Dayak ditutup berakhir dengan penurunan pokok ranyai tersebut.

Nah beberapa waktu di Pontianak digelar gawai Dayak
Gawai Dayak diselenggarakan setiap tahun, berlokasi di kompleks Rumah Betang, Jl. Sutoyo Pontianak Selatan. Berbagai atraksi kesenian baik yang tradisional maupun kreasi digelar di acara ini, antara lain Jonggan, upacara adat, festival lagu pop daerah, festival Bujang dan Dara Gawai, lomba menyumpit, lomba pangkak gasing, lomba melukis perisai, lomba menombak sasaran, seminar kebudayaan dan peragaan busana tradisional kreasi.

Di kompleks pelaksanaan kegiatan Gawai Dayak juga diadakan panggung atraksi budaya, pameran, pasar seni dan makanan tradisional. Gawai Dayak diselenggarakan oleh Sekretariat Bersama Kesenian Daerah (Sekberkesda) Kalimantan Barat.


Dalam acara tersebut ada beberapa kegiatan seperti :
o Festival Bujang dan Dara Gawai
o Perlombaan - perlombaan
o Atraksi Budaya 

Nah kalau diliat, acaranya cukup ramai namun kebetulan saya hanya menyaksikan saat pemilihan Bujang Dare saja. Saya juga sempat berkeliling untuk melihat beberapa stand namun agak terganggu karena suasana yang cukup sempit dan susah untuk bergerak, dan kebetulan saya dating sekitar jam 19.00 dan gerimis. Jadi cukup terganggu untuk menikmati hal hal disana.
Saya cukup yakin kalau ini memang bentuk pelestarian adat dan juga pengembangan potensi serta VISIT Indonesia 2008, Ada beberapa hal positif dan negatif yang bias diambil dari acara ini, dan mungkin juga cukup jadi prioritas masalah untuk penyelenggaraan mendatang, Menurut saya penyelenggaraan disana dari segi stand tidak teratur rapi, seharusnya bias dibuat lebih tradisional menggunakan bahan alami dan tidak menggunakan terpal. Beberapa stand juga sepertinya kurang terawatt dan tercampur aduk tanpa batasan jelas, yang terlihat benar hanya pengelompokan stand makanan. Terutama yang menjadi prioritas utama adalah pedagang kaki lima yang berjualan disana sehingga membuatnya menjadi kumuh. Masalah perparkiran juga menjadi problem. Luar biasa mahalnya, untuk sekali parkir saja anda harus membayar Rp.3000,-. Ughsssss mahal sekali…. Nah setelah itu yang perlu diperhatikan juga adalah stand makanan disana. Pasrinya menyediakan beberapa EXSTRIM KULINER yang jarang ditemui (PORK, SNAKE AND DoG) ouwww, I don’t want it!!! Serta 1 hal yang membuat saya agak kecewa adalah dijualnya arak (cuan, ciu, wine) secara terbuka, dimana arak disimpan dalam kantong plastik (kampel) dan dipajang di meja kaca. Masalahnya ini menyebabkan orang dapat membawanya dan dapat membawa dan mengkomsumsinya dimana saja di areal gawai sehingga meninbulkan kelompok kelompok dari daerah tertentu dan membuat ini menimbulkan potensi tidak baik karena kebanyakan dalam keadaan mabuk.

Seharusnya komsumsi hanya dilakukan ditempat pembelian sehingga tidak mengganggu penonton lain. Resiko terinjak secara tidak sengaja dapat membuat kericuhan besar.
Untuk Peserta Bujang Dare…… Hmmmm tidak seperti contest PIGEON kebanyakan, apa sebenarnya inti pemilihannya? Mencari Pemuda pemudi dayak dengan kualitas baik atau sekedar memperkenalkan baju adat, atau hanya sekedar untuk meramaikan saja??

Terlihat kualitas tidak maksimal dan hanya catutan dari beberapa sanggar saja dengan kemampuan bahasa Inggris pas pasan (Oh My God) seharusnya lebih disiapkan dan dilatih terlebih dahulu, terus apa kegiatan mereka setelah ini….. untuk promosi culture dayak ….. I don’t think so….. hmmmmm perlu tangan tangan dingin untuk membuat mereka jadi lebih baik…… satu lagi…. Tolong dong tata riasnya jangan berlebihan…. Seperti boneka pajangan baju ….. dan lebih parah….. ada beberapa yang terlihat seperti AMING EXTRAVAGANZA…. Sebaiknya lebih alami dan menonjolkan naturalisasi…. Lebih baik….

Hmmmm Panas…. Saya tidak kuat berdiri lagi untuk menonton lenih lama… saya sudah pegel… penonton anarkis dan mereka berteriak-teriak ngga jelas dan mendorong-dorong sampai kegencet…..
Beuh…….

Tidak ada komentar

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.