1 Juli 2022

Rainforest World Music Festival 2022. Tahun yang Memukau

Tak disangka, tahun ini mencapai lebih dari 14 ribu penonton selama tiga hari, padahal acara ini sempat tertunda 2 tahun secara offline. Rupanya penggemar musik sudah tidak tahan untuk melampiaskan hasrat mereka menikmati pagelaran musik kelas dunia, Rainforest World Music Festival 2022

Walaupun berjarak 25 kilometer dari pusat kota Kuching, Sarawak Cultural Village sudah dipadati pengunjung sejak siang hari. Tak hanya mengusung konser musik dunia tapi juga berbagai workshop musik dan berbagai bazaar yang membuat festival ini makin meriah. Seperti "festival" pada umumnya, tak sekedar mata yang dimanjakan tapi juga kepuasan jiwa dan raga, Rainforest World Music Festival 2022. Tahun yang Memukau

Rainforest-World-Music-Festival-2022-Tahun-yang-Memukau
Rainforest World Music Festival 2022. Tahun yang Memukau

Tukang Jalan Jajan merangkum beberapa hal yang menjadi poin penting mengapa festival ini menjadi wajib tonton dan dikunjungi setiap tahunnya. Mari ikuti beberapa fakta menarik disini


Musik Dari Berbagai Belahan Dunia dalam Satu Panggung

Tukang Jalan Jajan sangat setuju jika musik jadi bahasa universal yang bisa menyatukan dunia. Kalau kamu bertanya, siapa artis terkenal yang datang ke sini? Artinya kamu harus memahami hakekat dari RWMF.

Rainforest World Music Festival adalah festival musik tahunan selama tiga hari untuk merayakan keberagaman musik dunia, yang diselenggarakan di Kuching, Sarawak, Malaysia, dengan lokakarya, pertunjukan budaya, pameran kerajinan, dan kios makanan di mana mana serta konser di panggung utama pada malam hari.

Penonton RWMF 2022 memenuhi lapangan SCV
Penonton RWMF 2022 memenuhi lapangan SCV

Festival Musik Hutan Hujan Dunia menampilkan beragam jenis musik, mulai dari musik tradisional, fusion, dan kontemporer dunia. Festival menekankan pada pemakaian alat musik tradisional dunia, meskipun alat musik elektrik sebagai pendamping juga biasa digunakan.

Jadi perhelatan ini memunculkan bagaimana musik tradisional yang ada di banyak belahan dunia ditampilkan dalam satu panggung. Poin pentingnya adalah, apa yang kamu tonton saat festival ini tidak akan kamu temukan di lain waktu walaupun artisnya sama karena kolaborasi unik yang mereka buat antar musisi.


Puluhan Workshop selama Tiga Hari

Disetiap penyelenggaraan RWMF selama 3 hari selalu ada workshop yang digelar mulai siang hingga sore hari. Akan ada banyak artis pengisi acara yang melakukan kolaborasi. Tentu, hal ini tidak akan terulang lagi dan hanya terlihat saat itu saja, seperti Tukang Jalan Jajan katakan, inilah yang menjadi keunikan dari RWMF setiap tahunnya.

workshop-permainan-gendang-dari-berbagai-artis-RWMF
Workshop alat tabuh oleh berbagai band RWMF 2022

Workshopnya bermacam ragam dan menarik. Secara garis besar, terdiri dari beberapa jenis seperti workshop alat musik (tiup, petik, tabuh atau banyak lagi alat musik tradisional yang unik), workshop menyanyi, workshop menari hingga yang berhubungan dengan budaya dan sejarah. Bahkan ada workshop untuk permainan tradisional, kerajinan, menggambar dan banyak lagi lainnya.

Workshop tidak hanya diikuti oleh orang dewasa, namun juga bisa diikuti anak anak. Setiap informasi tentang workshop (waktu, tempat dan peserta) bisa dilihat di selebaran yang dibagikan dan di website. Rata rata workshop ini gratis jikalau harus berbayar, untuk penggantian alat yang digunakan dan produk yang dibawa pulang.

workshop-pembuatan-kue-tradisional
Workshop pembuatan kue capi ala rumah Melayu

Workshop ini diadakan di berbagai titik di dalam Sarawak Culturak Village , biasanya berada dirumah rumah adat yang ada disekitaran tempat ini, Pastikan melihat jadwal dengan seksama dan cari tahu workshop mana yang benar benar ingin diikuti karena waktu pelaksanaannya bersamaan.


Festival dengan konsep Hijau

Rainforest World Music Festival sudah mulai menerapkan eco green dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari melakukan kampanye sadar lingkungan dengan melakukan penghijauan dibeberapa kawasan hutan mangrove di Sarawak Wetland yang merupakan sebuah kawasan hutan mangrove. Penanaman pohon ini sudah berlangsung sejak 2011 dan paling tidak ada 1000 pohon yang sudah di tanam. Tempat yang menjadi rumah bagi banyak hewan seperti ikan, udang, kepiting bahkan buaya dikelola dengan menanam banyak bakau sebelum pelaksanaan RWMF

suasana-pittstop-rainforest-world-music-festival
Tukang Jalan Jajan selalu bawa botol minuman kemana mana

Hal lain yang dilakukan adalah memberikan merchandise kepada artist dan jurnalis berupa tas yang dibuat dari bekas spanduk RWMF. Tas ini terlihat unik karena desainnya tidak ada yang sama. Tas yang dibuat oleh tangan tangan terampil dari perupa yang ada di Kuching terlihat sangat ekslusif

Selain itu di Festival ini ada volunter yang khusus mengumpulkan sampah dan langsung memilah milah sesuai jenisnya termasuk disediakan beberapa titik pembuangan sampah yang sudah dibagi jenisnya. Ada volunter yang akan membantu kita memilah sampah yang kita bawa kesana.

Pengunjung festival juga dapat berkontribusi dengan membawa botol minuman kosong (tumbler) sendiri karena didalam sudah disediakan banyak stasiun pengisian air minum gratis yang disediakan oleh panitia. Bagaimana? tertarik untuk ikut berkontribusi?


Craft Bazaar Dunia

Saya selalu suka dengan bazaar produk kerajinan lokal yang ada disini. Beberapa tahun lalu sebelum pandemi, ada beberapa negara yang ikut serta. Salah satunya adalah negara dari Asia Tengah yang memiliki kebudayaan unik, setengahnya Eropa namun masuh terasa Asia, selain membeli beberapa tas dari beberapa Kirgizstan, saya juga membeli kopiah yang penuh warna warni unik khas negara-negara Asia Tengah.

Selain itu, sehelai kain dari serat daun nanas yang dibuat oleh pengrajin suku Yakan dari filipina membuat saya tertarik untuk membelinya. Barong Tagalog memadukan eleman dari gaya pakaian asli Filipina dan Spanyol. Secara tradisional, Barong Tagalog terbuat dari serat nanas dan kayu yang ditenun tipis.Walaupun terbuat dari bahan dan pewarna alami. Tampilannya tetap ciamik dan super rapi karena dikerjakan dengan tangan secara manual dengan alat tenun

Selain itu, daya juga membeli beberapa tas dari Jogja yang dibuat dari tanaman eceng gondok. Lhoooo kok beli produk Indonesia? saya support produk lokal, lagi pula mereka sudah jauh jauh membawa produk ini kesini, sayang kalau tidak dibeli.

Terakhir saya membeli beberapa hasil bumi yang diolah oleh UMKM yang ada di Kuching seperti minyak dari beberapa tanaman yang memiliki aroma harum dan mempunyai khasiat, juga beberapa sabun wajah yang dibuat dari kandungan nabati dan alami, bagus bagi kulit


Bazzar Makanan Dunia

Setiap tahun, ada banyak spot lokasi makan yang tersebar diberbagai titik di Rainforest World Music Festival bahkan ada yang terpusat jadi satu. Tahun 2019 sungguh berkesan karena ada bazaar makanan Asia yang mendatangkan chef dari berbagai negara di Asia.

Laksa-Sarawak-dengan-Topping-udang-kerang-bebek-panggang
Laksa Sarawak aneka Topping

Jepang menghadirkan sushi berbagai jenis, Indonesia menghadirkan Gudeg lengkap, Malaysia, Filipina, Korea dan Thailand tak mau kalah menghadirkan aneka makanan lokal yang saya tidak ingat namanya karena banyak dan beragam. Tak hanya makanan, ada minuman dan aneka cemilan yang dihadirkan disana.

Saya sendiri tak mampu mencoba semua makanan yang dijual dalam tiga hari disini. Selain menghabiskan aneka sushi, saya juga menikmati gudeg, tomyam, nasi lemak, manuk pansoh, laksa sarawak, ulat sagu, linut, halo halo, dan ramyeon. Hayooooo kalau kalian suka yang mana genks?


Lokasi Yang Menyenangkan

Menurut tukang jalan jajan, Sarawak Cultural Village merupakan lokasi yang sangat tepat. Jauh dari keramaian dan hiruk pikuk ibukota sehingga membuat fokus untuk menyaksikan festival ini. Berada di kaki gunung Santubong dan langsung berdampingan dengan pantai dan laut! Sungguh perpaduan yang sempurna

SCV juga luas banget, didalamnya ada banyak miniatur rumah berbagai macam suku yang mendiami Sarawak. Mulai dari Melayu, Cina, hingga berbagai sub suku Dayak. Semuanya ada disini, kita bebas mengunjunginya dan masuk kedalam setiap rumah, bahkan ada beberapa rumah yang bisa digunakan sebagai homestay.

Rumah-orang-ulu-Sarawak-Cultural-Village
Rumah orang ulu Sarawak Cultural Village


Setiap rumah juga memiliki kegiatan, mulai dari workshop, aneka permainan tradisional, pameran sampai aktifitas aneka pembuatan kue tradisional yang hasilnya bisa langsung dibeli. Menarik banget kan?


Selain itu kita juga bisa menikmati sunset di Damai Central sembari menikmati berbagai makanan di foodcourt yang tersaji lengkap dan bebas untuk dipilih. Saya tak melewatkan sepiring mie jawa dan mie tomat serta semangkuk ABC yang menyegarkan.


Rainforest World Music Festival 2022. Tahun yang Memukau

Seperti yang Tukang Jalan Jajan tulis diatas, selalu ada kejutan yang luar biasa setiap penyelenggaraan RWMF. Tahun ini ternyata pengunjung hari ke dua dan ke tiga memenuhi lapangan panggung utama. Keseruan interaksi antara pemusik dan penonton baik selama workshop dan panggung utama sangat memukau.

panggung-rainforest-world-music-festival-2022
Panggung RWMF 2022 yang gegap gempita


Riuh rendah tepuk tangan serta suara penonton yang ikut bernyanyi memenuhi lapangan RWMF 2022. Semuanya larut dalam lantunan musik yang menghentak keras dengan irama yang nyaman untuk membuat tubuh bergoyang. Semuanya hanyut dalam euforia kegembiraan. 

Saya yakin, semua festivalgoers yang ada di pertunjukan rainforest world music festival ini akan setuju kalau perhelatan tahun ini benar benar ajang balas dendam untuk rindu yang tertahan selama 2 tahun terakhir!

Jadi tidak sabar, menunggu RWMF 2023 digelar! Kamu sudah siap?

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.

39 comments

Udah kebayang serunya acara ini. Sebelum pandemi, saya beberapa kali datang ke event music di alam terbuka. Tapi, belum pernah ke RWMF. Semoga aja kapan-kapan bisa ke sana.

Hmm.. menurut pendapat pribadiku.. aq ga suka sih acara konser yang harus bejubel dengan banyak orang dan lawan jenis. Hehe tapi aq suka dengan banyaknya makanan yang bakal ada di sana..

Baca keseruan RWMF jadi penasaran dan pengen lihat secara langsung. Mana kampanyenya cinta lingkungan lagi. 3 hari di sana kayanya jadi momen gak terlupakan ya Mas Don

Mungkin karena tertunda oleh pandemi selama 2 tahun itu sekarang pengunjungnya melimpah ruah ya, Mas. Kalau deket, aku pun akan bolak-balik dateng tuh. Kulineran, ikut workshop, plus menikmati pemandangan alam.

Syukak banget dengan "Workshop pembuatan kue capi ala rumah melayu", syukaknya itu langsung bikin kangen kampung halaman.

Benar2 acara keren bagi pencinta musik nih. Belasan ribu orang berkumpul untuk menikmatinya. Selain itu penonton bisa mengikuti berbagai workshop selama 3 hari, macam2 menarik semua ya. Ada juga wisata kulinernya duuuh mantul pisan!

Udah rame banget ya.. Pengen kesana juga nih tahun depan. Nanti info pelaksanaan rainforest world music festival tahun depan bisa liat dimana ya kak? Biar nggak kelewat buat persiapan perginya gitu.

Sepertinya tiap acara musik seperti ini pasti membludak ya.... banyak penikmat musik yang senang ikut acara seperti ini...

Seru-seru banget acaranya. Kirain cuma acara musik pada umumnya. Ternyata ada berbagai workshop segala. Belum lagi kulinerannya. Wiiiiih....sedap!

Menariknya ini acara secara offline itu sekarang menjadi impian semua orang yang dimana sudah lelah dengan aktifikas onlinenya

Kereen, dari judulnya aja udah bikin tertarik aku tuh. Rain Forest, konsep hijau yang diusung cocok banget sama programnya seluruh negara di dunia

Seru banget acaranya. Pasti acaranya rame banget ya mengingat selama pandemi lebih banyak vakumnya. Jadi pada semangat semua ikut acara kek gini. Keren

waah...beruntung sekali kak Don bisa lihat even besar yang menarik seperti Rainforest World.
Apalagi ada pameran kerajinan lokal juga

Sudah kangen dengan festival musik live kaya gini ya kak, beberapa waktu lalu aku sempat nonton juga ternhyata bukan cuma penonton yang kangen, pemusik & penyanyinya pun kangen manggung katanya.
Keren juga ya RWMF ini berbagai musik dari mana-mana besatu di sana & senangnya ada kesempatan untuk menonton

Saya kurang suka keramaian menonton musik. Cuma dari artikelnya, terlihat seru banget soalnya dari seluruh belahan dunia. Jadi penasaran

Gak nyangka 14 ribu penonton, ini diluar ekspetasi sih. Rainforest World Music Festival selalu kereeeennn! Semoga tahun depan lebih keren lagi!

Jadi penasaran, sub suku Dayak yang di Sarawak dengan yang di Kalbar itu sama, Kak? Atau beda lagi? Unik ya ini acaranya? RWMF berarti pakai pengantar bahasa Inggris, ya?

Biasanya spanduk bekas acara tuh numpuk gitu aja ga dimanfaatkan. Baru sekarang dijadikan tas, ide yang bagus sekali...

Banyak banget serangkaian acara Rain Forest World Music 2022 ini yaa..
Bikin happy pengunjung yang menikmati acara dari A sampai Z. Ada semuaaa... Sajian menduniaaa..

Padat banget nih acaranya. Tapi seru dan buat saya nambah wawasan banget. Jadi pengen jalan jalan ke sana. Hehehe ... Cicip kulinernya juga

Pas konsernya lumayan padat itu ya. Saya sih mending melipir ke berbagai sajian jajan pasar aja hehehe
Niatnya kalau bisa bepergian ya cuma di situ

Lengkap banget rangkaian acaranya, mulai dari musik, workshop, pameran karya seni, sampe makanan. Kalo lokasinya deket akupun pengen banget kesana..

Dan aku cuma lapar pas lihat Laksa Sarawak
Pengen ngincip rasanya gimana karena sekali pun belum pernah seumur hidup
Bakalan nunggu review lebih mendalamnya nih Koh

Duh ngiler banget bayangin makanan sebanyak itu jenisnya. Harga makanannya sekitar berapa RM kak?

Asik banget sambil nonton konser musik, plus bisa ikutan workshop juga jadi banyak wawasan yang diterima.
Dan tetepnya ada kuliner nya juga ya Kak gak boleh terlupakan hehe

menyenangkan dan seru banget sih acara Rainforest World Music Festival 2022, bisa mengobati kerinduan akan live music

Kayaknya saya klo ke sana bakalan autofokus sama workshop dan wisata kulinernya
Semoga tahun-tahun depan ada lagi ya, sekalian kenal aneka budaya luar

Percaya banget sih kalau musoc memberikan warna dalam irama hidup. Aku pun semakin bersemangat kalau beraktifitas itu mendengarkan musik. Serasa berwarna hidup

Luar biasa, meriah sekali ya kak pelaksanaan RWMF ini. Seru nih bisa beli beraneka cinderamata maupun olahan kuliner khas selain menyaksikan konser musik dari beberapa negara.

Wah seru banget udah mulai terbuka yaa untuk penyelenggaraan event-event secara offline seperti ini, wah efuroia nya emang gak kebayang banget setelah vakum hampir 2 tahun lebih.. Ngangenin banget dan serasa pengen ikut dan gabung disana..

Sudah pada kangen dengan kumpul bersama dan menikmati sajian Rainforest World Music Festival. Ada banyak hal yang bisa dinikmati selama 3 hari pagelaran acara.
Istimewa sekali.

Beruntung banget nih kakak bisa ikut event RWMF ini. Event musik yang sejujurnya baru saya dengar. Event yang agak unik ya karena ada workshop alat musik hingga budaya lokal. Menarik banget yaa

Aku jarang banget nonton musik festival apa krn dah emak emak ya wkwkwk dulu jaman sekolah sii seneng krn ga mikir anak yang ditinggalin dirumah, happy rasanya ya bang bs ngumpul bareng rangorang seantero jagad apalagi temanya membumi

Luar biasa ya kak antusias dan keramaiannya. Bagi pecinta live musik, emang kudu banget sih nonton. Apalagi sejak pandemi kita gak boleh keluar rumah dan ngadain acara gede. Berasa spesial aja gitu nonton RWMF 2022 😍

Pengeeen banget sih mas. Apalagi aku blm pernah ke Serawak nih. Tapi hrs liat sikon juga kalo THN depan 🤣. Udh ada plan soalnya.

Tapi yg pasti kalo acara besar begini, jujur yg jadi fokus utamaku kulinernyaaaaa dan aneka jajanan pastinya ,🎉💃💃. Kalo festival musiknya, ntr dulu lah. Soalnya genre yg dimainin juga ga sesuai Ama favoritku 😅

Baca ceritanya saja sudah merasakan keseruannya apalagi hadir di sana. Dan memang ya kalau penuh riindu jadi bisa all out, ya performernya ya yang nonton.

Saat baca ini saya jadi ingat sebuah desa di kota saya yang dahulunya adalah kawah gunung berapi purba. Saat festival, adalah saat tepat tuk datang karena warga akan dengan senang hati menawarkan makanan dan tempat menginap gratis.

Wah, acaranya kelihatan seru dan menarik nih. Ada workshop juga. Tapi memang kudu pilih-pilih ya karena waktunya barengan. Keren.

kebayang-bayang gimana sejuknya udara di SCV

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

EmoticonEmoticon