11 September 2017

Selamat Hari Radio Nasional



Setidaknya dalam 16 tahun terakhir ini saya sudah bersiaran di Radio. Hampir dua dekade saya lewati dengan pelantang dan mixer didalam studio. Mulai dari menggunakan kaset, pemutar CD hingga komputer sudah saya pernah pakai.  Pasti penyiar "tua" seperti saya merasakan perubahan yang signifikan. Penurunan prestise seorang penyiar radio makin terhempas menuju titik nadir. mungkin previlage yang didapat jauh lebih WAH dan SPESIAL namun sekarang? "kamu bisa hidup kerja di radio?" Pertanyaan yang mungkin terdengar tidak sopan tapi paling sering ditanyakan. Tapi percayalah, taraf hidup saya diatas rata-rata tapi kembali ke teori ekonomi bahwa tingkat kecukupan orang berbeda-beda.

Selamat Hari Radio Nasional
Selamat Hari Radio Nasional
Saya tetap enjoy dengan pekerjaan ini, tetap mencintai profesi ini yang memperkaya jaringan kerja saya. Uang bisa datang dari mana saja karena ilmu nya berkembang. Ya, intinya jangan terkungkung dalam satu pulau "broadcast" saja. Menyeberanglah ke area lain seperti dunia televisi dan media cetak yang masih dalam ranah Media Informasi. Banyak pekerjaan yang saya dapatkan, mulai dari lokal, antar pulau, se Indonesia Raya hingga Internasional pernah didapatkan. Tentu saja untuk mendapatkannya harus dengan perjuangan.

Berbagai pekerjaan di Radio pernah juga saya tekuni, mulai dari Music Director yang dulu pekerjaannya mulai dari me rename penyanyi dan judul lagu, hunting musik di grup MiRC, hingga menyusun playlist lagu dan membuat tangga lagu. Gampang? ngga banget! Saya harus berdarah-darah mempertahankan musik radio tetap dijalurnya, berseteru dengan penyiar sampai head-to-head dengan Program Director pernah dilakukan. Tapi pekerjaan yang paling sulit adalah meramal lagu apa yang jadi next Bomb dalam satu album setelah single di release.

Script Writer saya kerjakan duluan sebelum jadi penyiar, kerjaan saya mengumpulkan semua tips di koran atau majalah lalu dibuat kliping dan saya menikmati sekali pekerjaan menggunting dan menempel sepenuh hati. Setelah kliping dibuat maka mengetik ulang dikomputer sesuai dengan Bahasa telinga. Dijaman copy writer belum semarak sekarang, script writer di radio sudah melakukannya dan harus “bagus” karena semprotan penyiar dan produser sungguh panas di telinga.

Saya menjadi Penyiar hanya kebetulan saja. saat radio kampus memutuskan untuk memulai siaran pagi hari. Mencari penyiar pagi sama susahnya mencari jarum dalam jerami karena semuanya sibuk berkuliah. Saya yang berleha-leha diberi “cobaan” siaran pagi bersama penyiar sungguhan. “Nama Dony kurang menjual, ganti dong biar keren”. ujar produser program pagi waktu itu. Saya ingat jelas suara itu, dulu saya sakit hati namun sekarang saya bersyukur karena nama “Jerry” jadi properti melekat yang membawa keberuntungan. Partner siaran pagi saya dulu adalah Tamara yang sering dipanggil “Tam” hingga tercetuslah untuk membuat program pagi berjudul “Tam and Jerry, Morning Show”. Tidak ada yang kebetulan tak terencana di dunia ini.

Selamat Hari Radio Nasional
Selamat Hari Radio Nasional
Lalu perjalanan jadi penyiar itu mulus? Tidak sama sekali. Saya tidak dianugerahi suara yang Bariton dan micropis seperti penyiar pria yang jadi junjungan pada masa itu. Saya harus belajar banyak “membulatkan suara” di telinga pendengar radio. Modal saya tidak cukup hanya cerdas dan kocak!. Kursus broadcast pertama kali yang saya ikuti mendatangkan trainer dari Surabaya dan diikuti oleh banyak penyiar radio se Malang Raya dan sekitarnya. Saking ramainya kursus 3 hari itu diadakan diruangan besar. Saya juga ingat waktu diminta untuk memberikan contoh bersiaran dengan lantang, suara microphonis dan nge-Bass, tentor berujar, “kamu nda cocok jadi penyiar radio, kamu pantasnya jadi MC ultah anak Kecil”. seluruh kelas heboh dan tertawa terbahak-bahak. jangan ditanya merahnya muka ini! tapi ini adalah cambuk dan hantaman keras, saya bisa buktikan ke semua orang diruangan ini!

Setelah saya “matang” memberanikan diri melamar di Radio Swasta pun saya lakukan, saat itu radio ini adalah salah satu radio anak muda yang cukup diperhitungkan namun sayang beberapa tahun lalu saya dengar bahwa radio ini sudah kolaps dan tutup. Di sini saya mengenal bagaimana jadi penyiar yang di puja-puja dan di “Tuhan” kan fans nya. Yey! saya punya fans! sampai akhirnya sebuah tantangan datang tiba-tiba. Sebuah radio AM yang sudah melegenda ingin merubah program siarannya menjadi radio “anak muda” dan pimpinannya meminta saya menjadi Program Directornya. Ini kejutan dan berkah. Umur saya 22 tahun saat itu dan saya adalah PD termuda untuk sebuah radio siaran swasta berpengaruh di Malang kala itu.

Inilah salah satu pembuktian yang saya janjikan untuk tentor dan teman-teman yang pernah menertawakan saya! ilmu bertambah dan terus mengembangkan sayap. belajar dari semua pengalaman. menekuni semua bidang sampai saya mendapatkan pola. Darah radio ini terus mengalir sampai sekarang dan membuat saya tetap ada di dunia radio. Di radio yang saya kelola saat itu pernah juga memainkan karakter lain karena sudah sampai titik jenuh saya. Karakter Madam Winona seorang peramal dengan kartu tarot pernah saya lakukan. Tarot adalah permainan kartu yang sudah lama saya tekuni sebelum di radio. dan BOOOM “Tarot Teller with Madam Winona” jadi favorit luar biasa. saya masih ingat taglinenya “Come to the future, come my happiness”.

Saya masih di Radio sampai sekarang walaupun nanti saya tidak lagi di radio tapi darah radio saya akan terus mengalir dan pemikiran tentang radio akan terus saya curahkan. Broadcaster bukan perkara mudah, asal nyeblak dan ngecap. Tetap harus cerdas, tetap harus berpikir dan mengikuti zaman yang terus berubah. Selamat Hari Radio Nasional #HariRadioNasional

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.

37 comments

Wuuiihh..... udah 16 tahun ya nyiar di radio. Pengalamannya pasti udah jos banget.

wah masnya penyiar radio ternyata
eh btw radio apa mas (eh klo g salah yg AM cuma senaputra sama TT77) #kepo
jangan2 pas itu saya denger suara mas
radio kampus dulu yg saya inget Bhiga FM sama MFM
salut banget sama penyiar radio, klo di Malang saya ngefans sama mas Yoyok (Gita FM)heboh beud
salut sama penyiar2 radio kok bisa ya gak kehabisan kata2 gitu.
saya dulu sering banget nelpon diradio
padahal masih esempe, ya Allah.
jempol buat mas.

Radio itu memang menjadi alat tak lekang oleh waktu. Bnyk moment2 yg beda sekali dg era digital saat ini.
Wuah..Mas nya penyiar tho,pasti empuk suaranya.saya sempat berkeinginan siaran,tp ga PD
Hehehehe

Yaitu mas...... lumayan sih ya hehehehe

nah itu TT77 jadi Tritara FM satu grup sama Pioneer dan Gita FM. ku tak tahu nasib radio di Malang sekarang beberapa sudah mati sepertinya. Khalimaya Bhaskara apa kabar ya?

empuk kaya daging rendang yang sudah dimasak lama :p

Om Dodon keren banget! Dua dekade berkecimpung di radio, hebat. Aku pernah main ke RRI untuk ngerjain tugas kampus. Pas masuk ruang siaran aku rakjub itu tombol-tombolan banyak banget. Pusing sendiri lihatnya. Sampai sekarang aku masih suka dengar radio, seru dengar penyiarnya hahaha.

Oh ternyata dari situ toh awal mulanya nama "Jerry". Akhirnya aku tau. :/

Wahhhh... Mas Dodon ternyata penyiar. Keren euy. Aku ngefans sama beberapa penyiar di Jakarta. Soalnya cuma dengerin radio Jakarta. Hehe...
Setiap dengerin penyiar radio siaran, rasanya pengen jadi penyiar juga, terus pengen ikut ngobrol gitu hahaha...
Dulu sempet kepikiran mau jadi penyiar, tapi gak jadi karena galau takutnya kayak di tv. Gak bisa libur pas hari besar nasional. Aku lemah banget pemikirannya :(

wah, iya, Selamat hari radio. sumber informasi yang di butuhkan.

hehehe nama yang dianggap menjual oleh produserku waktu itu dan di pake hingga sekarang :p

hahahaha masing masing pekerjaan punya konsekuensi, tapi kalau dinikmati pasti menyenangkan kok :)

Pengen banget bisa jadi penyiar radio ya tapi ko masih gak pede dgn suaraku. Makasi udh berbagi pengalamannya ka

Mas, Don keren. Multi talenta. Dan jadi penyiar radio itu tidak mudah, Mas. Jadi kalau Mas Don sampai bertahan lama di radio, saya kasih dua jempol hehehe.
Dan di eranya, radio kan memang hits banget, Mas. Saya itu sampai abwa tidur radio. Mulai dari sandiwara radio sampai tangga lagu populer Indonesia tiap minggu, saya pantengin hahaha.
Dan memang, saya pun sering ditanya, apa cukup hasil menulis untuk biaya hidup?
Dan benar, kalau cuma dari menulis cerita anak, jelas tidak cukup, makanya harus mengembangkan diri juga ke lainnya. Sama seperti yang Mas Don tuliskan di atas.

Jd pengen nyanyi lagu sheila on u, lewat radio, aku sampaikan, kerinduan yg lama terpendam. Duh aku jd kangen dunia radio. Cuma aku dulu jadi penyiar gak lama, karena kesibukan kuliah.selamat hari radio

Ternyata Kak Dodon penyiar yak..
Eh bener juga sih, jangan terkungkung dengan satu bidang aja yak, kudu belajar yang lain juga sehingga bisa keluar dari zona nyaman untuk lebih kreatif lagi

Wawwww keren sangatt dirimuuu kak
Selamat hari radio yaaa
Akupun super hepii dengerin radiooo

Wohoooo....penyiar radio ternyata! Pantesan di Youtube ngomongnya enak banget. Btw, selamat Hari Radio, Mas Dodon.

Iyaa...kebayang suara mas Don yang renyah menghiasi hari-hari para pendengar setia.
Aku juga masih suka banget dengerin radio. Berasa bercerita lewat suara.

Baru tau ternyata mas nya penyiar radio, aq kalo dengerin radio bawaannya happy dengerin suara penyiarnya plus lagu yang diputer

Aq baru tau ternyata mas nya penyiar radio. Btw selamat hari radio ya

wah kisah di balik karir awal bang dodon jadi penyiar radio sekaligus influencer juga, cocok banget sih abg jadi panutan saya dan senior blogger di pontianak, selamat hari radio nasional untuk semua radio di Indonesia

wahh masih aksis di dunia radio ya kak
aku dulu tiada hari tanpa radio, klo sekarang dengerin radio pas lagi di mobil dalam perjalanan
dulu sukanya kirim salam lewat radio

Wah lama juga ya pengalaman nya. Saya dulu tipe yg suka kirim2 salam lewat radio nih. Haha.
Saya dulu suka penasaran ama para penyiar radio pingin liat aslinya kek gimana. Maklum cuma denger suaranya aja

Bener, tidak ada yg kebetulan tak terencana di dunia ini. Salut...mencintai banget dunia radio ya...Pengalamannya seru banget, suka duka menjadi awak radio. Aku ingetnya slogan Sekali di Udara Tetap di Udara. Hehe...
Selamat Hari Radio ya...

Jadi inget jaman aku kuliah nih yg rutin banget dengerin radio sampai siaran habis. Nah sekaang aku rutin lagi dengerin kalau pagi. Hari Radio Nasional selalu aku ingat soalnya tgl lahir aku :)

Lewat radio, aku dulu pernah kirim pesan dengan request lagu. Akakakak. Radio.. ah, tempat yang asyik buat curhat atau dengerin curhatan yang lain.

Ternyata jadi penyiar radio gak gampang ya. Penuh perjuangan. Biar bisa membawa acara dengan suara yang oke punya. Terus ada fans.

Baca artikel ini jadi keinget dulu. Pas lulus SMA hmpir jadi penyiar. Tapi karrna kurang PD sama suara sendiri, akhirnya batal hehe

waa mas eko penyiar radio apa?
waktu smp-sma saya juga anak radio, alias tukang angkat telepon nyatetin rekues, hahahaa....

saya punya banyak sekali kenangan dengan radio, bisa dibilang menemani masa remaja saya sampai dewasa. Selamat Hari Radio!!

Wuihhh aku pingin banget bisa jadi penyiar. Tapi belum ada kesempaatan hehe. Jadi sekarang masih belajar aja seputar dunia public speaking

Wah keren ya Bang, umur 22 tahun sudah diangkat jadi Program Direktor padahal sebelumnya sempat diketawain tentor dan teman2nya tapi yah hasil memang tidak pernah mengkhianati proses.

Keren masnya 16 tahun jadi penyiar radio. Itu bisa pas gitu deh yang Tam and Jerry Morning Show, menarik. Pengalamannya seru-seru tuh dan luar biasa jadi program director di usianya yang baru 22 tahun saat itu.

Wah ini kak Dodon Jerry kan?
Aku selalu membayangkan makanan kalau lihat blog TJJ ini
Baru tahu kalau kak DJ ini penyiar
Wow...
Happy menjalani profesinya ya Kak

Mengharukan bang Dodon Jerry kisah abang. Saya jadi tau kalau ternyata abang keren banget di usia 22 sudah menjadi Program Director Radion. Jadi belajar banyak banget. Sekarang lagi trendnya mungkin podcast. Di tunggu ya podcast dari abang, siapa tau abang berminat kan hehe.

Baru tahu sekelumit kisah Mas Doni hingga punya nama Jerry.
Dan memang tak ada yang tidak direncanakan-Nya, ya

Setiap pekerjaan memang punya konsekuensi masing-masing ya, tapi itu memang jadi semangat tersendiri ya

Selamat hari Radio Nasional, semoga Radio tetap berjaya ya, sekarang makin banyak yang buat podcast

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

EmoticonEmoticon