21 Juli 2017

20 Tahun Meriahnya Rainforest World Music Festival 2017

Tahun ini adalah kali ke 20 RainforestWorld Music Festival 2017 di gelar. Acara tahunan ini tentu menjadi salah satu kebanggan Sarawak, Malaysia. Bertempat di Kuching sebagai ibukota Negara dan berhasil sukses memikat mata dunia untuk datang dan berkunjung, menyaksigan perhelatan musik yang pernah masuk ke 25 festival dunia wajib tonton oleh Majalah Songlines, Inggris selama 5 tahun berturut-turut. Perjuangan yang tidak mudah mempertahankan sebuah festival musik dunia yang berada di luar pakem minat musik di era saat ini.

Rainforest World Music Festival 2017, Jungle Stage
Rainforest World Music Festival 2017, Jungle Stage

Rainforest World Music Festival 2017 mengusung tema utama musik tradisional dari berbagai belahan dunia berhasil mengumpulkan 27 kelompok dan musisi yang menghentak 3 panggung utama. Dua panggung di alam terbuka dan satu panggung teater dalam ruangan. Saya berkesempatan meliput acara ini selama tiga hari dan jatuh cinta dengan semua penampil yang hadir menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

Party Goers Rainforest World Music Festival 2017
Party Goers Rainforest World Music Festival 2017
Tahu ini juga banyak kejutan yang diberikan, program dan kegiatan baru ditambahkan untuk memanjakan party goers yang sudah datang jauh-jauh untuk menikmati kemeriahan festival musik hutan hujan Kalimantan yang luar biasa. Kemudahan menuju kolasi dengan kendaraan yang mengangkut dari pusat kota menuju lokasi, tempat camping bagi backpacker, hingga tempat bersantai untuk keluarga sehingga RWMF 2017 masuk dalam kategoru festival ramah anak.

Rainforest World Music Festival 2017, Tree Stage
Dua program baru yang menjadi poin plus tahun ini adalah Wellnes Program yang menghadirkan Capoera, Samba, bodycombat, Tai-chi, Silat, Budokon Yoga, Vinyasa Yoga,Hatha dan Yin Yoga, Vipassana Meditation, Vibration Meditation and Home Therapy serta Zumba. Dibagi dalam 3 hari dengan 4 jenis kegiatan dalam seharinya dengan waktu yang berbeda di beberapa titik, Iban Longhouse, Malay Town House, Dewan lagenda dan arena grounds. Antusiasme yang berbeda ditunjukkan di beberapa sesi seperti Yoga dan Silat. Pesertanya meluber sehingga hamper tidak cukup. Sepertinya banyak festival goers yang tertarik untuk ikut melatih diri.

Svara Samsara, Indonesia
Svara Samsara, Indonesia
Festival Kuliner Asia Tenggara dari EATOF (Asia Food Kitchen) juga jadi favorit saya, ada banyak chef yang memperkenalkan makanan dari Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos dan tentu saja Indonesia, bahkan di hari kedua mereka memperkenalkan gudeg jogja kepada pengunjung yang datang. Tak lupa juga saya mengunjungi World craft Bazaar yang menyediakan berbagai anyaman dan aksesoris hasil hutan. Satu yang menarik saya untuk membeli adalah barang-barang dari Usbekistan. Produk sutra yang dianyam dengan tangan menghasilkan karya yang indah, sebuah tas dan peci akhirnya saya beli untuk dijadikan oleh oleh.

O Tahiti E, Tahiti
O Tahiti E, Tahiti
Tidak hanya itu, dari semua penampil yang berkarakter, ada 4 kelompok yang sangat mencuri perhatian saya. Mereka adalah O Tahiti E (Tahiti), Kelele (Afrika Selatan), Abavuki (Afrika Selatan) dan Svara Samsara (Indonesia). Ke empatnya memiliki karakter kuat yang mampu mewakili musik yang dibawanya. Ada budaya dan tradisi yang mereka bawa dalam setiap nada dan lagu yang dimainkan. 

O Tahiti E, Tahiti
O Tahiti E, Tahiti
O Tahiti E, grup pemusik dan penari yang selalu mampu menarik orang untuk betah menyaksikan, dengan pakaian khas ala tepi Pantai yang selalu menggambarkan gerakan alam dalam setiap hentakan tariannya. Prianya bagai pejuang yang selalu mengarungi lautan dan menjadi pejuang. Tariannya tidak jauh dari ombak, menangkap ikan dan tari perang. Wanita lebih banyak menggoyangkan pinggul dengan cepat dan selalu mengedepankan sapaan, ketulusan dan Rahim. Kenapa? Wanita identik dengan mengandung dan melahirkan, sumber dari segala manusia. Tarian menarik yang selalu berhubungan dengan alam dan bumi sebagai mother nature.

O Tahiti E, Tahiti
O Tahiti E, Tahiti
Setiap tahun, penampil dari belahan benua Afrika selalu tampil enerjik seperti tak pernah habis tenaga. Musik yang cepat, tarian yang bertenaga namun menarik serta gerakan yang menarik. Apalagi tahun ini Kelele dan Abavuki mampu menunjukkan budaya musik Afrika yang modern dan tradisional serta gabungan keduanya dalam satu panggung. Semua musisi dikelompok ini mampu menari, menyanyi dan memainkan alat musik yang ada. Memang alat musiknya terlihat sederhana namun melakukan semuanya dalam satu waktu bukan hal mudah. Mengatur tempo, mengatur nafas dan tampil kompak bukan perkara mudah. Salut!

Abavuki, Afrika Selatan
Abavuki, Afrika Selatan
Last but not least. Svara Samsara, band asal Indonesia yang berbasis di Depok. Dimenejeri oleh warga Negara Belanda yang sangat cinta Indonesia. Grup musik ini membuat saya ragu awalnya, apakah mereka pemusik tradisional atau grup ska atau reggae karena rambut panjang dan gimbal mereka. Begitu tampil, permainan gong, serunai dan gendang berpadu serasi dan menghasilkan musik dari Sabang sampai Merauke. Nuansa Bali, sunda, jawa dan Padang dipadukan dalam berbagai komposisi. Dengan gaya reggae mereka membuat penonton terpana. Don’t judge the Book from it’s cover. Saya percaya itu dan baru saja membuktikannya. Kalian membuat Indonesia bangga!

Svara Samsara, Indonesia
Svara Samsara, Indonesia

Tiga hari di Rainforest World Music Festival 2017 sungguh menyenangkan. Saya merasa berada di dalam bumi yang saling berdekatan dengan beribu interaksi bersama ribuan manusia dari berbagai belahan bumi. Lebih dari 25.000 orang datang dan berkumpul dalam satu irama musik yang disatukan dengan alam. Tak sabar rasanya menunggu tahun depan di tanggal 13-15 Juli 2018 dimana RWMF ke 21 akan digelar kembali.

Abavuki, Afrika Selatan
Abavuki, Afrika Selatan
Jika pembaca blog mengikuti media social saya, maka ada update setiap hari tentang gambar, info dan video yang ada di RWMF 20. Berkat XL PASS, saya dapat terus terhubung diluar negeri tanpa harus kerepotan gonta ganti kartu lagi. Saya yang berlangganan paket Xtra Combo juga bisa menikmati layanan XL Pass lho. Jadi Bonus kuota 4G bisa digunakan di jaringan 4G di luar negeri dan paket XL Go juga bisa digunakan di luar negri.

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.

60 comments

Pasti seru banget ya bang eventnya, enak banget ya bang bisa jalan-jalan terus!

Lengkap reportasenya kak. Menjiwai sekali hehhee btw, asyik ya selama di Malaysia tidak terkendala jaringan. Pake XL bisa eksis dimana mana

Duh kamu bikin mupeng deh. Pake Xl praktis ya kl lagi ke luar negeri.

Mas mas aku pengen juga kayak gitu, iya kayak gitu. Bisa nonton dan keluar negeri. Serius ini
Hehehe

Reportaseny lengkap banget.. aku juga bisa ngebayangin suasana dan keseruan disana. Asyik banget ya mas, bisa jadi bagian dari 25.000 di dunia yang berkesempatan nikmatin beragam kekayaan musik dari berbagai penjuru dunia.

wahh capoeira.. pengen belajaarr

Waah rame yaa keren bangeeett accaranya pasti

Bekerja sambil jalan2 itu seru banget ya. Apalagi dengan event seasik ini.

iya kak, saya selalu mensyukuri apa yang dilakuin sekarang. lagi heppy ngerjain jurnalis :)

seru banget, tahun depan dateng ya.

Bahagia juga karena inet lancar berkat XL

ayok kak. tahun depan berangkat bareng :)

iya kak. sudah 7 tahun terakhir saya meliput acara ini

Kok seru banget yah kelihatannya Festival Musik Hutan Hujan gini. Pemusik2 berkumpul jadi satu yang masing masing punya keunikan tersendiri dalam performancenya. Anyway.. O Tahiti E itu seru banget performancenya kak!

Aku baru tau ada event ini, keren bgt menyatukan musik dr berbagai macam Negara. Terutama ada perwakilan dr Indonesia Svara samsara yg spertinya bisa buat bangga Negara.

Uwaaaaaaw 😍😍 keren banget ada musik di rainforeeeest 💃💃💃

Pengen kesanaaaaaa 😁😁😁

Jadi inget Moana yaa..kalo liat tarian dari Tahiti.
Eksotik.
Penuh gairah dan semangat membara.

Menyaksikan bersatunya musik dan nyanyian alam, jadi damai.
Semoga yang perang-perang itu segera sadar bahwa perdamaian itu indah.

Seru banget ya.. apalagi mendunia gini, Indonesia wajib bangga membuka mata dunia bahwa indonesia juga punya seni yang cantik dan bukan sekedar bali saja.., wayang acaranya di malaysia.. kalo indonesia yg ounya acara pasti lebih kece lagi..

Gak sia-sia datang ke Malaysia ya...bisa menyaksikan pertunjukan yang menampilkan beragam budaya dari belahan dunia lain. Bisa menambah pengetahuan tentang kebudayaan yang harus dilestarikan.
Bahkan ada pertunjukkan pula dari Svara Samsara, ya... Yang bisa memperkenalkan budaya asli Indonesia, kereen deh!��

yuhuuuu..kece badai acaranya
gimana sih bisa tahu info agenda seperti ini di negara sebelah ?
komunikasi juga lancar ya di sana..ternyata sinyal operator telepon indonesia masih kenceng di sana ya

wah di serawak ya acaranya, bang? itu lebih dekat dengan kalimantan bukan? pingi banget tapi jauh ya kalo berangkat dari KL.

Hihihi maafkan aku salah fokus ke mbak penari O Tahiti E ������


Ke negara tetangga pake provider Indonesia tetap ciamik ya bang?

Banyak penampilan menarik dari berbagai negara yang keren. Biaya XL Pass berapa ya? Mahal gak sih?

Wuiihh mantab mas .. pasti keren itu kita bisa melihat musik, tarian dan makanan yang sangat beragam..

Oh ya kalau XL Pass itu seperti apa ya mas? Baru dengar saya istilah tersebut

Ya ampun, seru banget ini acaranya. Saya suka nonton acara2 kayak gini. Apalagi ada wellnes program semacam capoera, zumba, yoga. Keren banget dah ya.

Eh... sebentar kok tiba2 saya galfok ya sama penari2 Tahiti. Hihihi.

wah ada Tahiti, pasti kaya moana nich tariannya. Masih mengena banget ke aku film itu hahaha. Eh btw asyik banget ya bisa mengenal kebudayaan beberapa negara, huahhh mupeng oy

Kak, ada foto yg gak pake baju, aku sebagai anak masih dibawah umur jadi gimana gitu liatnya wkwkwkw

Aku bayangin tarian ala hawai, goyang-goyang pinggul, muter2 pantai....
Alat musik Abavuki kaya gamelan ya

surprise kang dodon teh menulis ttg music juga..

oh tapi ternyata ada event asian food festival jg.. aiii beneran tukang jajan dan jalan..

oh iya soal xl emang kece deh.. aku jg sekeluarga besar pake xl dari lama..

Seru bisa mengikuti acara musik kaya gini
Serba alamiah

asik banget ya mas sering jalan-jalan ke negara tetangga, penampilan dari grup O Tahiti E nya ngingetin aku sama film Moana hehe

konsep festival kayak gini, di Indonesia ada yang mirip-mirip ga yah... bagus banget acara dan konsepnya, kukira tadi ini di Indonesia hehe

Ulasannya cetar banget Mas, sampe ke akar-akar hehehe semoga di Indonesia ke depannya bisa menghadirkan acara seperti ini. Karena jujur, penasaran banget ingin lihat pertunjukan Capoera, Samba, bodycombat, Tai-chi, Silat, Budokon Yoga, Vinyasa Yoga,Hatha dan Yin Yoga, Vipassana Meditation, Vibration Meditation and Home Therapy serta Zumba secara live :D

wahhh jadi pingin melihat acara rainforest world ini. Kayanya acaranya meriah banget festivalnya. Apalagi musik musik yang di lantunkan ini memakai alat tradisional. pasti meriah banget. kira kira ada harga tiket masuknya engga ya.

tungguin videonya di vchannel youtube ku ya :)

PAstinya kak. Penampilannya juga luar biasa

ntar tungguin videonya di channel youtube ku ya kak :)

mudah mudahan ada juga acara seperti ini di Indonesia ya kak

Ayo kak , tahun depan boleh mampir dan merasakan sendiri bagaimana hebohnya festival ini

Aku sering di kontak sama panitia penyelenggara kak. Jadi sering dapet undangan gitu

satu pulau kak. jadi bisa langsung lompat aja :)

iya kak,, tetep ciamik tenan hehehehe

tergantung paketnya kak. mau pilih yang standar atau luar biasa

Ada mas, Axiata memiliki banyak provider di negara asia tenggara. jadi tetep bisa on di jaringannya

ya sudah kak. tahun depan ikutan acara RWMF 2017

Ntar yah. tunggu videonya di channel youtube aku yaaakkkk

sinih kak Oky.... aku zoom biar tambah jelas

iya kak.... tapi Tahiti lebih kencang lagi. klo Abavuki pake mirip kolintang kak

hehehehehehe... iya kak. harus digarap semua hehehe

ayuk ikut nonton tahun depan yeeeee

emang mirip Moana kak. satu tempat tuh. seru banget

Sepertinya belum ada mas.tapi kalo di Indonesia ada yang mau nonton ngga yah?

dateng aja kesini tahun depan biar bisa melihat dan ikut serta merasakannya sendiri

Tikernta sekitar 400 RM. sekitar 1 juta lebih deh itu buat 3 hari

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

EmoticonEmoticon