Adv

Rainforest World Music Festival, Rayakan Keberagaman Musik Dunia


Rasanya sudah tidak sabar untuk kembali merasakan kehebohan Rainforest World Music Festival. Ajang satu tahunan yang menyajikan musik kelas dunia dan tentu sangat di tunggu oleh festival goers yang suka akan budaya musik dunia. Acara dengan berbagai macam aktifitas beragam yang kembali mengambil background hutan hujan yang berada di kaki bukit yang indah. Lapangan besar yang dikelilingi pepohonan hijau dan rimbun jadi tempat berkumpul penikmat pesta di Rainforest World Music Festival ke 19.

Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival 19

Dalam 6 tahun terakhir, inilah festival rutin yang saya kunjungi. Sebagai salah satu dari 25 festival terbaik rasanya sangat sayang untuk dilewati.

Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival yang ke-19 akan dilaksanakan pada 5-7 Agustus 2016 bertempat di Sarawak Cultural Village, Damai. Festival ini merupakan salah satu festival di Sarawak yang memiliki penonton setia mulai dari Malaysia maupun luar Malaysia serta masuk ke dalam Top 25 World’s Best International Festival enam kali berturut-turut sejak tahun 2010.

Tahun lalu, Rainforest World Music Festival telah menarik lebih dari 18.000 penggemar musik dunia untuk menyaksikan banyak band-band dunia tampil.  69% penonton festival ini adalah warga Malaysia sedangkan 31% berasal dari luar negeri.

Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival 19
Daya tarik festival ini adalah sajian musik disore hari yang interaktif, dimana penonton dan para pemain akan datang bersama-sama untuk belajar, memahami tentang alat musik adat dan ada pula pertunjukan musik di malam harinya dengan panggung yang tentu saja berada di tengah-tengah hutan hujan tropis. Selain itu juga akan ada Rainforest World Craft Bazaar and the Food and Village Mart, dimana para pengunjung dapat membeli beberapa pernak-pernik lokal, kerajinan dan masakan Kalimantan serta ada Borneo Tattoo Expo di Damai Central yang memperlihatkan tato-tato tradisional dari suku-suku asli Sarawak.

Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival 19
Acara lain yang diadakan tahun ini adalah Pustaka Bookaroo, yang menggabungkan musik, cerita dan kerajinan dari seluruh dunia dalam lokakarya untuk anak-anak berusia antara tujuh dan 12 tahun.

26 pemain dari Malaysia dan seluruh dunia akan berpartisipasi di Rainforest World Music Festival 2016

Dari Sarawak, Alena Murang dan legenda hidup Mathew Ngau akan tampil, serta pemain lainnya seperti Gendang Melayu Sri Buana, Thunder Beats dari Nanyang Wushu Drums serta rombongan dari host festival itu sendiri, Sarawak Cultural Village. Pemain Malaysia lainnya termasuk 1Drum.org dan Akademi Seni Unik dari Malaysia Barat, serta Band Gadis LKNS dari Sabah.

Mewakili Asia Tenggara dan daerah sekitarnya ada Naygayiw Gigi Dance Troupe dari Australia, Dya Singh dari Malaysia / Australia, Dol Arastra Bengkulu dari Indonesia dan Lan Dieu Viet dari Vietnam. Dari Asia Tengah dan Barat, akan tampil Shanren dari China dan sebuah band yang multinegara, band Violons Barbares, anggotanya berasal dari Mongolia, Bulgaria dan Prancis, serta Broukar dari Suriah.

Rainforest World Music Festival 19
Rainforest World Music Festival 19
Afrika akan diwakili oleh penampilan dari Pat Thomas & Kwashibu Lokasi Band dari Ghana, Derek Gripper dari Afrika Selatan dan Kolektif Krar dari Ethiopia. Dari Eropa, akan ada Stelios Petrakis Kreta Quartet dari Yunani, Téada dari Irlandia, Auli dari Latvia dan Vassvik dari Norwegia.

Band-band seperti Chouk Bwa Libète dari Haiti dan Vocal Sampling dari Kuba akan mewakili Amerika Latin, dengan performa duo Nukariik yang berasal dari Kanada.

Jika tertarik untuk menonton performa apik dari para musisi dunia ini jangan lupa untuk membeli tiket terlebih dahulu. Pembelian tiket festival bisa dilakukan secara online atau dari agen ticketing yang terdaftar di www.rwmf.net dengan harga pre-sale tersedia sampai 4 Agustus.

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Apalagi kalau sampe ikutan acaranya. Pasti lebih seru lagi

      Hapus
  2. Keren ini! Kirain tadi di Indonesia :( Sayang banget. Nggak asal festival yang dikomersialkan kayak sebagian besar festival budaya Indonesia nih. Semoga suatu hari bisa ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya bisa aja festival di Indonesia di buat super wah. Namun sayang kurang promosi. Seandainya gembar gembor acaranya seluruh dunia pasti bisa juga. Cuman budget promosi emang ngga murah

      Hapus
  3. Hmmm.. Banyakan musik etniknya ya. Yg ngepop kayanya sedikit..

    Btw Indonesia pernah ngadain yg seperti ini ngga ya. ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia banyak festival musik tapi ngga segede gini . Soalnya fokus masih festival wisata dan budaya. Masing2 jalan sendiri sih

      Hapus
  4. wih, seru banget kayaknya ya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru dong..... banyak keseruan yang ngga bisa dilewatkan hehehe

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.