Belajar Gastronomi di Old Delhi
Sebagai pecinta gastronomi, saya sangat dimanjakan berada disini. Kotak dan karung dipenuhi berbagai macam rempah yang sudah bertuliskan harga. Kapulaga, cengkeh, kayu manis, ketumbar, merica, jintan, cabe dan masih banyak lagi yang lain. Rempah di sini didatangkan dari pelbagai pelosok India lalu kemudian disebarkan lagi ke daerah lain. Termasuk juga untuk diekspor hingga ke manca negara.
Keluar dari lorong, kita akan disuguhkan pemandangan lain lagi. Ada Masjid Fatehpuri yang terbuat dari batu bata merah oleh Shah Jahan yang didedikasikan untuk istrinya. Masuk ke dalam lorong lain di sebelah kuil terdapat sebuah pasar bernama Khari Baoli. Nama ini berasal dari kata Khari yang berarti salty dan Baoli yang berarti kuali besar. Toko yang ada di sini berwarna warni dan lorongnya dipenuhi dengan aroma rempah yang tajam. Selain pembeli yang berlalu lalang, tempat ini juga dipadati dengan kuli angkut yang hilir-mudik mengangkut barang.
Sebagai pecinta gastronomi, saya sangat dimanjakan berada disini. Kotak dan karung dipenuhi berbagai macam rempah yang sudah bertuliskan harga. Kapulaga, cengkeh, kayu manis, ketumbar, merica, jintan, cabe dan masih banyak lagi yang lain. Rempah di sini didatangkan dari pelbagai pelosok India lalu kemudian disebarkan lagi ke daerah lain. Termasuk juga untuk diekspor hingga ke manca negara.
| Sambouza, Old Delhi |
| Gorengan, Roti dengan Isian Kari dan celupan kuah kari, Old Delhi |
Selain rempah, kacang-kacangan dan biji-bijian juga di jual di pasar ini. Kacang hijau, kacang hitam, kacang merah, kacang tanah, kacang mente, lentil berbagai warna juga memeriahkan lapak-lapak pedagang. Ada pula penjual berbagai jenis acar. Saya sempat mencicipi tester yang disuguhkan di sini. Rasanya sungguh berbeda dengan acar di Indonesia yang cenderung segar, asam, asin dan manis. Di India acarnya terasa berbumbu dan diberi tambahan minyak serta dijemur di panas matahari. Penjualnya berkata, acar ini dapat tahan hingga bertahun-tahun lamanya. Rasanya menyengat tajam, terasa asin dan sangat asam. Yang jelas mata saya menyipit dan kening saya mengkerut ketika mencicipinya.
| Gorengan, Roti dengan Isian Kari dan celupan kuah kari, Old Delhi |
| Gorengan, Roti dengan Isian Kari dan celupan kuah kari, Old Delhi |
Saya sempat memperhatikan penjual yang berinteraksi dengan saya tadi. Saya merasa penasaran dengan apa yang disesap di mulutnya. Ternyata itu adalah Pan, serupa sirih dan susur di Indonesia. Di pinggir-pinggir jalan banyak yang menjualnya, dikunyah, disesap lalu diludahkan. Pantas saja kebanyakan jalanan disini berwarna oranye. Ternyata itu adalah Pan yang diludahkan sembarangan
Berjalan beberapa ratus meter dari pasar ini terdapat Sadar market yang merupakan pusat grosir barang-barang murah. Ada berderet penjual aksesoris, tas hingga beragam warna sari dan kain yang dipajang di luar toko. Saya sempat terkejut karena tiba-tiba ada yang melempar chai panas ke kaki saya dari dalam toko. Rupanya hal ini biasa dilakukan sebagai ritual ketika membuka toko.
Di sepanjang jalan ini juga saya menemukan banyak penjual makanan dan minuman ringan. Diantara Jal Jeera, sejenis minuman yang digunakan untuk memperbaiki kerja usus. Penjualnya membawa gerobak dengan gentong besar berhiaskan daun mint dan lemon. Minuman ini rasanya sangat aneh bagi lidah saya. Rasa campuran antara jintan, jahe, lada hitam, mint, garam hitam ditambah dengan kulit jeruk dan perasan lemon serta tidak lupa sedikit cabai bubuk.
Ada lagi makanan yang saya gemari yaitu Rabri. Makanan penutup pinggir jalan ini menjadi kudapan manis sepanjang kaki saya melangkah. Rabri merupakan produk olahan dari susu yang dimasak lama dengan dengan api kecil kemudian ditambahkan gula, rempah dan kacang-kacangan. Selain itu masih ada Lassi, minuman yang rasanya seperti yogurt segar dan disajikan dalam keadaan dingin.
| Jal Jeera, Old Delhi |
| Jal Jeera, Old Delhi |
Saya sungguh menikmati perjalanan di Old Delhi ini, walaupun riuh, macet, penuh sesak, kotor dan bau tapi benar-benar menyenangkan. Pengalaman berharga buat mengasah jiwa dan raga, sampai tidak terasa matahari telah terbenam.
Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Artinya saya harus segera kembali menaiki metro menuju stasiun Green Park dan menemui host saya untuk berpamitan. Malam ini saya akan bertolak meninggalkan New Delhi menuju Jaipur.
33 komentar
Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)
Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry
Kalau masakan india yang kusuka justru yang olahannya manis Kak Don, kayak chapati atau manisan kayak permen susu gitu. Kalau makanan yang bumbunya tajam kayak kare, dan yang ada rasa kunyit atau jinten yang dominan, sering kutolak. :(
Meski salah satu kota yang padat, panas dan ramee banget. Jalan-jalan ke india tetep punya kesan tentang makanannya ya Kak.. ;)
Sementara aku malah tertantang utk jalan dan kuliner di negara yg terkenal unik masakannya 😍😍.
Terlepas dari video2 'seram' ttg cara mereka mengolah masakan, tp aku ttp tertarik kulineran di sana. Kalau baca deskripsi mas dodon, agak jiper juga nyicipin minuman yg kaya rempah 😅😅. Tapi yaitu , untung lidahku ini memang penasaran dengan rasa2 baru. Pokoknya hrs coba dulu sebelum memutuskan ga suka 🤭. Jadi ga mau percaya gitu aja
Budaya makan sirih orang india juga sama dengan orang indonesia di zaman dulu, sekarang di indonesia sudah tidak ditemukan orang makan sirih, ternyata disana masih banyak.
Tapi saya tau dari pengalaman majikan yang sering ke India katanya di sana ada yg jorok juga. Hehe...
Tapi di Lorong India ini beneran terasa kehidupan India nya ya. Mulai dari gambaran Masjid Fatehpuri yang terbuat dari batu bata merah oleh Shah Jahan, sampai ke kuil di pasar bernama Khari Baoli.
Toko yang berwarna warni dan lorongnya dipenuhi dengan aroma rempah yang tajam itu ciri khas India banget.
Tapi seketika keinget video yang suka seliweran di medsos saya. Dimana penjual disana agak kurang menjaga higienitas ya. Saya langsung kebayang gimana suasana disana. Apalagi kang Dodon juga kan kasih gambaran juga, yang kurang lebih agak sedikit suram
Lassi juga adaaaa, jadi yha aku masih ingett rasanya , walopun mungkin ga seotentik klo makan langsung di negara asal
Old Delhi, area yang nggak boleh skip buat para pencinta gastronomi auto nambah pengalaman berharga. Berani mencoba berbagai makanan dan minuman yang mungkin rasanya belum tentu cocok tapi yang pentingkan berani mencoba ya.
Ternyata tulisan ini sudah 1 dekade ya. Saya jadi teringat teman-teman yang saya kenal saat terpilih menjadi blogger Kerala, India. Kalau ga salah pada masa-masa itu.
Btw jadi Pan itu mirip sirih. Saya agak jijik bayanginnya bertebaran di jalan setelah diludahkan orang-orang.
Aku paling suka ketika perjalanan kuliner tidak sekadar membahas "enak atau tidak", melainkan mengajak pembaca memahami sejarah, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat. Itulah yang membuat pengalaman wisata terasa jauh lebih bermakna.
Aku jadi pgn masukkan wisata gastronomi ke dalam daftar pengalaman yang wajib dicoba kalau suatu saat berkesempatan mengunjungi India. Karena pada akhirnya, makanan memang menjadi salah satu bahasa terbaik untuk mengenal sebuah budaya.
Ternyata beneran ya ada Old Delhi, selain New Delhi hehe :D
India pun sama kek Indonesia yaaa, penghasil rempah. Urusan ini nggak perlu impor2.
Waahh acarnya bisa tahan lama, pantes bau menyengat gitu yaa. Penasaran banget sama cara penyimpanannya.
Penjualnya rada bikin ilfil ya nyesep kek suruh gitu haha =))
Itu untung dilempar chai ya, kalau di Indonesia keknya ada yang disiram air beras apa yaa. tapi itu karena pemilik warungnya abis masak nasi sihh haha :D
Seru banget bisa belajar makanan2 di jalanan India kek gitu :D
Sebenarnya bau seperti apa hehe
Trus lihat panci kuah kari di pinggir jalan begini aku jadi kepikiran bagaimana rasa dan vibes-nya saat makan
Hmm... yang pasti Koh Don sudah selangkah lebih maju udah pernah ke Old Delhi sementara aku belum, hehe
Menikmati hidangan khas india di restoran india yang ada di surabaya
Beberapa hidangannya sama dengan yang ditulis di sini
Btw selain cara masaknya yang kadang terlihat serem, ternyata di Old Delhi masih banyak juga ya yang makan sirih dan meludah sembarangan gitu. Hemm.. Tambah serem aja, haha..