Adv

Jajanan Tepi Jalan di Chadni Chowk, New Delhi


Sepulang makan dari restoran Karim, saya berjalan menyusuri pasar Chandni Chowk atau Monnlit Market. Seperti biasa saya mulai didatangi oleh cycle rickshaw dan auto rickshaw yang setengah memaksa untuk mengantar saya berkeliling pasar. Antara salut dan jengkel juga dengan kengototan orang-orang India ini. Bersaing dengan satu miliar manusia menuntut orang-orang India menjadi sangat kompetitif.
 
Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Suasana jalanan di Chadni Chowk padat.  Dipenuhi kendaraan dan gerobak yang ditarik sapi dengan barang membumbung tinggi. Bunyi klakson yang membabi buta jadi hal biasa. Sayapun jadi harus memaksakan diri terbiasa. Berkeliaran di area ini sesungguhnya sangat menyenangkan, terutama buat saya yang hobi mengamati aktifitas manusia. Pemandangan, suara dan aroma dari pasar India begitu terasa. Bau rempah-rempah memenuhi udara. Jika ingin menikmati makanan pinggir jalan dengan resep turun temurun sejak berabad yang lalu, disinilah tempatnya.

Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Chandni Chowk merupakan jantung dari Old Delhi dan telah dibangun sejak abad ketujuh belas oleh kaisar Mughal Shah Jahan. Pasar yang ada di sini terintegrasi dari beberapa pasar. Ada Chor Bazaar atau  Thieves Market yang menjual segala macam komponen elektronik, barang-barang antik, pakaian dan juga minyak wangi. Jika ingin berbelanja di sini, prinsip tawar menawar adalah keharusan.

Saya juga sempat menyusuri jalan Dariba Kalan untuk melihat toko-toko yang menjual perak dan perhiasan emas. Lalu kemudian bergerak menuju Kinari Bazaar yang banyak memamerkan pakaian pernikahan tradisional India di etalase tokonya. Beberapa kali saya dikejutkan dengan orang yang mencegat dan mengajak saya mengunjungi toko-toko tertentu. Mereka ini biasanya mencari komisi dari pemilik took atas setiap pelanggan yang mereka bawa. Ada-ada saja ya orang India ini!

Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Di Chandni Chowk juga ada tempat suci. Kuil Shri Digambara Jain Lal merupakan kuil tertua di Old Delhi dan tempat suci bagi penganut agama Jain. Berdekatan dengan kuil ini terdapat pula Kuil Ghauri Shankar yang didedikasikan untuk dewa Hindu, Shiwa. Didalam kuil ini terdapat Lingga (phallus) yang sudah berumur 800 tahun.


Berjalan beberapa meter dari sana, ada kuil kaum Sikh, Gurudwara Sis Ganj Sahib. Di depan pintu tampak berjaga dua orang berturban dan membawa senjata. Sayang saya tidak bisa masuk karena menggunakan celana pendek. Jika anda berniat untuk masuk, pastikan anda mengenakan pakaian yang sesuai.

Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Keadaan pasar, Chadni Chowk, New Delhi, India
Jangan lupa pula untuk mengunjungi Paratha Wali Gali, lorong yang menjadi rumah bagi beberapa restoran yang penyedia Paratha, roti tipis khas india. Memakannya biasa menggunakan telur dadar atau kari kentang dengan taburan coriander atau dengan kacang almond disertai acar berbau tajam. Saya sangat menikmati makanan ini karena dibuat langsung di depan pelanggan. Saya juga sempat mecicipi Jalebi, permen tradisional India yang dimasak di atas panci dengan minyak mendidih. Sungguh unik dan menarik.

Penjual Cemilan, Chadni Chowk, New Delhi, India
Penjual Cemilan, Chadni Chowk, New Delhi, India
Chandni Chowk ini sangat luas dan berkelok-kelok seperti labirin. Setiap lorongnya menyimpan keunikan dan ciri khas tersendiri yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Bangunan beraksitektur tua dan tak terawat berpadu dengan orang-orang yang berlalu lalang. Para pedagang di sini memang alot, mereka gigih menawarkan dagangannya. Berbicara dengan kencang sambil berteriak memanggil orang yang lewat.

Penjual Cemilan, Chadni Chowk, New Delhi, India
Penjual Cemilan, Chadni Chowk, New Delhi, India
Keluar dari lorong, kita akan disuguhkan pemandangan lain lagi. Ada Masjid Fatehpuri yang terbuat dari batu bata merah oleh Shah Jahan yang didedikasikan untuk istrinya. Masuk ke dalam lorong lain di sebelah kuil terdapat sebuah pasar bernama Khari Baoli. Nama ini berasal dari kata Khari yang berarti salty dan Baoli yang berarti kuali besar. Toko yang ada di sini berwarna warni dan lorongnya dipenuhi dengan aroma rempah yang tajam. Selain pembeli yang berlalu lalang, tempat ini juga dipadati dengan kuli angkut yang hilir-mudik mengangkut barang.

10 komentar:

  1. Saya belum pernah ke India. Tapi dari film atau berita, yang saya tau, lalu lintas di sana cukup semrawut ya..?
    Oh ya, di Jogja juga ada, seperti yang di India, orang-orang yang mengajak kita ke toko tertentu, dan bila kita belanja di sana, mereka dapet komisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, sangat semrawut.klo bisa melewatinya maka akan dapet gelar backpacker mantap! :) apalagi cewe hehehehe

      Hapus
  2. Hampir mirip seperti di Indonesia, tapi tetap rasanya mupeng pengen jalan-jalan ke sana. Aku paling suka berwisata kuliner

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, akujuga suka wisata kuliner. ayo kapan kapan maen kesana bebarengan

      Hapus
  3. hampir sama ya gan, kaya di indonesia banyak jajanan di pinggir jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan. cuman disini mesti tahan perut soalnya semuanya pake tangan kosong. maen tangkap tangkap gitu :)

      Hapus
  4. Kalau ke india lagi terus ketemu sharukh khan tolong salamin dari aku ya kak jerry :D

    BalasHapus
  5. suatu saat mdh2an bisa jalan-jalan kek abang.....suka suka blognya,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yok yok bareng.. kumpolkan massa. kite jadi tour travel jeeee.... :)

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.