28 Juni 2019

Mencari Happy di Pasar Pagi Gg Bangau


Pasar Pagi adalah favorit sepanjang waktu. Banyak Jajanan enak berseliweran dan minta di beli. Lapar mata jadi budaya karena tangan penuh dengan jajanan klasik yang mengusik untuk ditelisik. Ada rasa kangen saat menginjakkan kaki ke pasar.Ada sejuta hangat dan senyuman orang yang tidak dikenal. Minimal, senyuman dari yang punya dagangan. Mereka setia menawarkan apa yang tersaji diatas meja. 
 
Mencari Happy di Pasar Pagi Gg Bangau
Mencari Happy di Pasar Pagi Gg Bangau
Aneka daging, sayur mayur, bumbu, penganan, makanan siap santap sampai warung kopi ada di pasar pagi. Tua muda hilir mudik mencari apa yang diingini, semua ada disini. Interaksi terasa lebih manusiawi dalam pasar pagi. Wajar kalau saya mencari happy di Pasar Pagi Gg Bangau.

Kenangan Kecil Kembali Lagi

Dulu nenek selalu rajin membawa saya ke pasar. Beliau memiliki warung nasi yang beroperasi hampir setiap hari. Jika sudah akhir minggu atau hari libur saya berusaha bangun subuh supaya tidak ditinggal berbelanja ke pasar. Ada banyak ilmu yang saya dapat dari ikut ritual pagi ini. Mulai dari cara memilih ikan dan daging segar, mengenal aneka bumbu dan rempah, mengenal aneka sayur sampai berkenalan dengan para penjual di pasar.

Kenangan pasar pagi gang Bangau Gang Bunga
Kenangan pasar pagi gang Bangau Gang Bunga
Keramahan pagi memang terasa berbeda saat sudah jadi pelanggan sejak lama. Tidak datang sehari saja sudah ditanya. Berbagai gossip hangat mluncur diantara tawar menawar. Tidak hanya itu aneka pertukaran informasi terjadi. Mulai dari aneka resep masakan, tips kesehatan, olahan jamu sampai aneka tumbuhan berkhasiat pun ikut diperbincangkan. Entah mengapa, ada banyak hal berbeda dengan pasar modern masa kini, tak ada tawar menawar, tak ada senyuman manis, dapaan dan candaan. Ambil barangmu, bawa sendiri lalu bayar di kasir.

Pasar Pagi Gang Bangau (Gang Bunga)

Pasar pagi Gang Bangau atau juga ada yang menyebutnya Pasar pagi Gang Bunga selalu ramai dipagi hari terutama saat akhir pekan. Banyak yang pergi berbelanja karena tempat ini menjual berbagai kebutuhan sehari hari seperti sayur mayur dan juga daging. Aneka bumbu dapur dan seafood juga ada disini. 
 
Tengkuyung atau siput nenek atau kul nenek di pasar pagi gang bangau gang bunga
Tengkuyung atau siput nenek atau kul nenek di pasar pagi gang bangau/gang bunga
Saya menemukan tengkuyung/siput nenek sampai ketam yang diasinkan. Semuanya dijual diatas lapak lapak seperti meja. Adapula yang dihamparkan di jalan. Saya sendiri tidak tahu seperti apa jalan ini ketika lengang. Apakah bersih atau dipenuhi tumpukan lapak pedagang.
 
penjual gorengan pasar pagi gang bunga
penjual gorengan pasar pagi gang bunga
Pasar pagi Gang Bunga bisa dibilang pasar dadakan karena bukan pasar resmi yang dibuat Pemerintah, namun barang yang dijual disini lengkap. Selain jalan-jalan menikmati kuliner, wisata budaya dan lingkungan setempat, saya dan teman menikmati belanja di pasar tradisionil, merasakan betapa kaum perempuan (rata-rata pedagang di pasar tradisionil adalah kaum perempuan) bergelut dalam usahanya, untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Saya sendiri tertarik dengan hunting kuliner ala pasar yang beragam. Saya sengaja datang jam 7 pagi untuk sekedar tahu apa yang terjadi disini. eksplorasi jajanan pasar dari yang ringan sampai yang berat.

Menemukan Kuliner Tradisional

Memang pasar ini terbuka untuk siapa saja, artinya penjual bebas darimana saja begitu pula pembeli. Tak ada batasan. Namun diini saya menemukan beberapa penjual dari etnis Tionghoa yang menjual kuliner spesifik seperti Ki Cang, Lok Kue, Bakmie, Bakso Ikan dan aneka bahan pangan hasil fermentasi khas Tionghoa. Bahkan saya menemukan warung kopi dipelataran rumah jadul yang berjualan bubur ayam dan soto klasik yang membuat saya singgah dan menikmati sarapan disana.
  • Ki Cang
Makanan yang biasanya hanya ada pada perayaan Ng Ngiat Ciat (bahasa Hakka/Khek Bangka artinya Hari Raya Bulan ke-5 ) dirayakan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek oleh orang Tionghoa Bangka. Dalam bahasa Mandarin dikenal dengan Duan Wu Jie, sedangkan dalam dialek Hokkian Peh Cun  (Pa Chuan) yang berarti mendayung perahu. Dalam perayaan Ng Ngiat Ciat, terdapat tradisi membuat kue Nyuk Cung- (Ba Cang - Hokkian;  Zong Zi -).  Nyuk Cung secara harafiah berarti isi daging.jadi tidak sepanjang waktu ada, namun di pasar pagi gang Bunga ini ada dijual dengan harga 25K untuk 10 pieces nya. Saya tidak akan membahas tentang Bak Cang yang sudah sering ditulis tapi tentang Ki Cang, kudapan yang sama sama enak dan punya ciri khas tersendiri. 
 
penjual Ki Cang pasar pagi gang bunga
penjual Ki Cang pasar pagi gang bunga
Ki Cang terbuat dari beras ketan tanpa isian, dilengkapi dengan cocolan manis dari campuran gula kabung (aren) dengan pati (santan) kelapa, namun yang di jual kali ini hanya dengan kinca saja alias gula merah yang sudah dicairkan. Dibungkus dengan daun bambu, diikat tali puar  dengan hasil-pun berbentuk limas segitiga , kemudian dikukus selama 7 jam. Saya pun tak tahu, kenapa bentuknya seperti piramida. Sui Cung tidak dapat dibungkus dengan daun pandan. Karena bahan beras ketan yang belum matang, Ki Cang ini ukurannya lebih kecil dari Bak Cang. bertekstur kenyal dan memiliki warna kuning mengkilap. 

penjual gorengan pasar pagi gang bunga
penjual gorengan pasar pagi gang bunga
Tekstur kenyal berasal dari penambahan air abu ( air ki atau lye water ). Secara tradisional air abu dihasilkan dari pencampuran air dengan abu hasil pembakaran merang. Air abu bersifat basa dan mengenyalkan tekstur bahan yang mengandung karbohidrat. Secara kimiawi, air abu dikenal dengan potassium karbonat ( K2Co3) namun teman saya bilang ada pula yang menggunakan kapur sirih. Oh ya, saya juga mendapatkan cara baru memakannya, menggunakan gula pasir.
  • Luok Pan
Kue tradisional yang langsung menggoda saya untuk membeli. Kue yang dalam bahasa harfiahnya digoreng diatas namseng dengan minyak sedikit. Terbuat dari tepung ketan yang kenyal untuk menjadi kulit kemudian diberi isi pasta kacang hijau kupas atau unti kelapa gula merah. Diceperkan lalu dikukus dan saat akan dijual baru kemudian dipanaskan diatas teflon yang sudah diberi sedikit minyak. Jadilah kue bertekstur kenyal dengan kulit sedikit garing. Diberi alas daun pisang sehingga menjadi harum. Begitu dikunyah langsung terasa paduan gurih, manis, sedikit asin dan isian yang gurih. Satu tak pernah cukup dan paling sedap dinikmati dengan kopi pahit dipagi hari.
Agar Agar Telur
 
Penjual Luok Pan di Pasar Pagi Gang Bangau Gang Bunga
Penjual Luok Pan di Pasar Pagi Gang Bangau Gang Bunga
terlalu sederhana namun penuh kenangan. Saya selalu senang dibelikan kudapan ini. Entah kenapa, agar agar yang dimasukkan kedalam kulit telur ini rasanya jadi berbeda. Mungkin saja karena sugesti. Namun setelah saya ingat kembali, sebenarnya ada yang lebih asik dari menikmati rasanya yaitu mengupas kulit telur sebelum agar-agarnya dimakan. Rasanya? ya manis..... apalagi yang bisa didapat dari rasa agar agar.
  • Soto Ayam dan Bubur Ayam
Sarapan pagi ini ada di warung kopi tak bernama. Hanya ada selembar spanduk bertuliskan “menyediakan bubur ayam dan soto ayam”. Tempatnya gampang ditemui karena sudah agak keluar pasar. Buburnya terlihat “hancur” namun masih berbentuk bulir nasi, teksturnya lembut dengan aroma gurih, saat dicicipi, bubur putih ini sudah tak perlu ditamhkan apa apa lagi karena sudah berasa. 
 
Bubur Ayam dan Soto Pasar Pagi Gang Bunga Gang Bangau
Bubur Ayam dan Soto Pasar Pagi Gang Bunga Gang Bangau
Toppingnya beraneka ragam, chakwe goreng yang dipotong kecil kecil, potongan ayam kecap dan potongan telur dadar. diatasnya sudah ada potongan daun bawang berwarna hijau terang yang membuat tampilannya ciamik. Terserah, kamu mau tim diaduk atau tim makan dipisah. Yang jelas menikmati bubur sambil melihat hiruk pikuk pasar sungguh menyenangkan.
 
Bubur Ayam dan Soto Pasar Pagi Gang Bunga Gang Bangau
Bubur Ayam dan Soto Pasar Pagi Gang Bunga Gang Bangau
Soto ayam dengan kuah kaldu kuning ini juga menggoda. Dibalik “bersih” nya kuah menyimpan rasa kaldu, rempah dan kunyit yang menggoda syaraf di lidah. Ada karbu berupa so’un dan potongan kentang rebus lalu diberi topping suwiran ayam, cacahan kol dan tauge mentah, ada potongan tomat segar dan taburan bawang goreng serta seledri yang menambah nikmat rasa. Tapi ada yang mencolok perhatian saya, sebuti telur pindang berwarna coklat tua, begitu kontras memberi warna, begitu dicicipi, terasa aroma dedaunan serta bumbu khas yang tajam namun mendukung citarasa soto ayam klasik ini. Tekstur saat dikunyah juga berbeda, antara semua bahan dan topping serta emping melinjo membuat soto ini semakin kaya dan bercita rasa. Saya menyelesaikan semuanya hingga sendokan terakhir.

Pasar Pagi selalu Bikin Happy

Kenapa Happy? Kehangatan yang tercipta dari sapaan lisan maupun gesture terasa memanusiakan semua menjadi setara. Melihat orang lalu lalang, melihat dagangan dan menawar menjadi objek foto menyenangkan. Wisata di pagi hari seperti ini sudah jarang dilakukan karena kesibukan sehingga menjadi berharga saat dijalankan. 
petai di pasar pagi Gang bunga Gang  Bangau

Pisang di pasar pagi Gang bunga Gang  Bangau
Pasar pagi tak hanya tempat bertemu penjual dan pembeli namun ada interaksi manusia sebagai makhluk sosial yang saling menghormati. Pasar potret wajah bangsa Indonesia yang beragam namun satu kehangatan.

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.

64 comments

Seruuu, kalo udah ke pasar liat macam2 jenis sayuran dan aneka jajanan makanan pasti emak2 suka kalap. Niat beli apa, yg d bawa apa,temen2 nya sayuran sk pd mta ikut.hehehe

Pasar Pagi ini ada di Kota Pontianak kak? Suasananya tradisional sekali. Aneka jajanan yg tdk bisa ditemukan dan tidak biasa di Kalsel jg ditemukan di sini. Ya, meskipun sama2 Kalimantan budaya Kalsel dan Kalbar sgt berbeda ya.

ketannya gemes banget ya itu kaya bacang , jadi penasaran sama rasanya juga aku

Yaaaa, aku senang banget ke pasar pagi-pagi. Menghirup udara segar, melihat wajah-wajah sumringah penjual menawarkan jualannnya. Pokoknya entah kenapa aku senang kalau ke pasar itu, meskipun yang dibeli gak seberapa kalau sempat pagi-pagi aku selalu ke pasar.

Auto lapar nih liat jajanannya, hahaha

Tetep ya ada bubur ayam sebagai pilihan sarapan pagi.
Aku udah jarang ke pasar pagi-pagi. Biasanya jam 9an. Pasar rumah aku ga menarik soalnya. Jajanan pasar juga ga ada yang menggoda aku.
Beda kalau aku ke pasar tebet, pulangnya pasti borong karena lapar mata.

Komplit banget ya yabg dijajakan di pasar pagi ini. Saya suma sekali jalan di tempat seperti ini. Sewkatu masih tinggal di Bintaro ada Pasar pagi, sukaaa sekali liat liat, jajan satu dua apa yang diminati.

Kebiasaan aku nih mas hampir setiap hari berbelanja ke pasar, karena rumah dekaat dengan pasar. Dan sering disuruh belanja sama emak hheee
Kalau di tempatku Ki Cang itu namanya Lupis rasanya enak pisan hehhee
TFS yah mas
Cherrs

Wah aku ngiler itu sama bubur ayamnya. Sedep banget ya kalau dimakan pagi-pagi hehehe.

Keliling pasar tuh emang punya keseruan tersendiri ya, apalagi buat hunting kuliner 😁

Aku tiap ke pasar tradisional dekat rumah nenek selalu jajan juga! Aku suka banget sate gebrak dan bubur ayam di sana. Sedap sekali. Enak deh.

Pasar memang tempat buat interaksi sosial, tapi kadang tuh bikin gemes karena ada 1-2 orang yang bicara asal. Etapi, kumplit ya pasarnya ini. Dan itu gimana sih cara makan Tengkuyung? Aku keong gedhe aja PR kalau mau masak

Kue nyuk cung itu ternyata kalau di karawang itu namanya Bacang. Haha ya meskipun namanya juga sama ba gang.

Dan yang jadi perbedaan adalah masalah bahan dan isinya, dan tentu saja harga berbeda.

Kalau di karawang, Bacang isinya tuh dari potongan tempe kayak orek tempe tapi kotak dadu, lalu nasinya diganti beras biasa, kayak lontong. Tapi enak banget, dan harganya itu 10rb dapat 3 biji ^^

Kalau kue luok pan itu mirip kue samir/kamir X)

Kepasar dipagi hari tuh banyak kenangan indah didalamnya apalagi jajanan masa kecil masih ada bikin nostalgia banget tapi kira kira harganya masih sama kaya waktu masa kecil ga yaaa hahha

Oh neneknya dulu punya warung makan? Pantesan cucunya doyan kulineran hehe.
Huwaa aku jd kagen sama aroma pasar, walau kata og zaman dulu becek, tk sedap dll, tapi liat transaksi di pasar tu seneng ya mas. Apalgi kalau sarapan makanan kesukaan di sana setelah pegel ngider belanja hehe

Kebetulan baca ini pas laper, pengin banget sotonyaaa. Kirain tadi maksudha happy khas nama makanan gitu hehehe. Luak pan sama ki cang pengin deh dicemil2 gitu kayanya enaaak.

Ki Chang dan Luok Pan, aku gak pernah kenal...
Tapi biasanya ada yang mirip-mirip sama makanan Jawa.
Apa yaa..?

((hehehe...malah nanya yaak..??))

Pasar Pagi.
Pasti banyak makanan lezat yang harganya ramah di kantong.

Di Jakarta juga ada Pasar Pagi. Cuma lebih banyak toko-toko kelontong gitu sih, jadi bukan cuma ada penjual sayuran aja.

Btw itu siput diolah jadi makanan apa ya kalo kita mau beli?

Senang bacanya, jadi teringat kenangan masa kecil ketika diajak ibu jalan-jalan ke pasar. Pasar adalah tempat favorit anak-anak, surganya aneka makanan lezat yang murah dan meriah...

Aihmak.. dah lama kali aku gak ke pasar, Bang. Dulu juga aku sukanya main ke pasar nengok orang jualan. Seru sih.. tapi sesak banget 🤣

Hehe aku jg jd teringat masa kecil suka kepasar, btw jd pengen sarapan bubur jg

Kalau yang jarang ke pasar pagi tradisional, akan terkenang sama masa lalu, kalau aku mah tiap hari ke lokasi seperti itu

Aku kalau ke pasar pagi yg dicari adalah cemilan daerah hihi tp ini udah lama ga ke pasar, jadi pengen deh. hehe

Aku paling suka belanja kebutuhan dapur di pasar tradisional. Soalnya murah, lengkap dan bisa buat stok di rumah.

Selalu penasaran dengan Pontianak. Belum pernah ke sana sih.
Semoga dapat kesempatan berkunjung ke sana

Kalau ke pasar paagi tradisional sering banget tuh banyak penjual jajanan kue tradisional

Selalu seruuu kalo baca cerita kak Dodon
Ya ampuun, kapan2 aku juga mau ahh, dolan ke pasar pagi, dan merasakan ambience yg menyenangkan.
Aduhaii, bubur ayamnya auto bikin ngilerrrrr

Muantap. Kayaknya kuliner yang mas ceritakan di posting kali ini, saat ku baca yang terbayang adalah nasi pulut plus kuah santan campur duren. Dan itu kebiasaan kami di Aceh saat musim duren tiba. Tapi ini dari gula aren dan santan ya.

Penasaran dah, gemana rasanya

Bener banget kalo ke pasar tradisional brings back memories, dulu kecil suka ikut ibu. Jadi mau coba ki cang sama luok pan, soalnya belom pernah haha.

Pasarnya asyik nih banyak Jajanan khas. Pantas aja bikin happy. Jadi pingin ke sana.

Banyak ketemu jajanan tradisonal, ya, kalo di pasar. Btw, di masa sekarang masih rame, gak, Bang?

Wow, seru sekali hunting segala jenis makanan di pasar pagi. Saya juga suka ke pasar pagi, di daerahku ada lebih dari 3 tempat pasar yg bisa dikunjungi, hanya tidak selengkap di pasar pagi di Pontianak ini.
Sesekali jalan ke Makassar ya

komplit sekali pasar pagi tuh ya. Bahagia bisa menyantap aneka makanan khas yang udah lama dimakan, penasaran sama siput nenek deh

Aku belum pernah ke pasar pagi, jadi kepengin nih. Tapi waktu ke Belitung dulu aku nginep di deket area pasar gitu terus nyari sarapan memang suasananya beda ya, Kak.

Terus salah satu yang bikin seneng tuh kalo ke pasar pasti emang gak cuma nyari kulinernya aja, tapi juga interaksi sama penjual bisa bikin mood naik. Apalagi penjual yang ramah terus langganan kita.
Sekarang kayaknya susah ya buat ngobrol sedeket itu tanpa jarak. :(
Semoga situasi kembali normal supaya bisa saling berinteraksi dengan nyaman tanpa jarak lagi.

Aku kangen pas masih tinggal di Aceh. Ada pasar yg seneeeng banget aku datangin. Sekalian nemenin mama belanja, akunya nyari jajanan kayak mie gomak, lontong sayur khas Aceh, nasi gurih khas Aceh, mie kuning sambel kacang, ya Allah pengeen banget ke Aceh lagi rasanya :).

Dan ntah kenapa suasana yg di Aceh dulu ga ada aku rasain di pasar Jakarta ini :(

Kangen bangeeeettttt sama pasar-pasar kayak gini. Uhuhu...korona cepet pergi napa sih, pengen jalan-jalan ke pasar kaget, pasar pagi, dan pasar tradisional. Nyari jajanan enak murah meriah.

Aku suka ke pasar itu ada jajanan kue-kue basah yang enak-enak dan oldies gitu, Sekarang pindah rumah, jadi pasar dekat rumah tak senyaman pasar yang dulu. Kalau dulu seminggu sekali ke pasar, sekarang sebulan sekali. hiksss.. hahaha

Di daerah rumah saya juga ada pasar pagi. Kalau diajak emak ke pasar, aku juga suka mencari jajanan. Pokoknya surganya jajanan kalau pasar pagi tu. Dimana pun mereka berada. Hehehe

Kalau sudah langganan memang gitu, menyenangkan. Ibu saya jualan nasi juga dan kalau minggu juga kadang ikut ke pasar. Hihihi. Menyenangkan.
BTW pas jelasin ki cang saya mikir bak cang. Ternyata beda ya.
Bulan kemarin banyak artis Cina yang foto bareng dumpling yang menurut saya kalau di Jawa adalah lepet (temannya kupat).
Tapi namanya sama-sama negara pemakan nasi dan ketan, memang banyak makanan yang sekilas sama tapi aslinya beda

Saya dulu pernah belanja di pasar ini, sangat murah banget sayuran, ikan, dan daging ayam di sini. Karena dekat dengan rumah saya

Eh aku banget suka main kepasar dari jaman kecil seneng liat orang belanja dan aneka kulinernya, nah pasar pagi ini aku juga pernah tapi yang di Cirebon...dan setiap daerah pasti ada yang berbeda yaa.

Seru ya jalan-jalan ke pasar pagi, kalau ada yang menarik dan cocok, bisa langsung dibeli saja. ada siput nenek segala itu, hehehe... Saya selalu belanja di tukang sayur, soalnya jarak dari rumah ke pasar jauh banget. Apalagi saat ini pandemi, jadi yang dekat rumah saja lah.

Asik sekali bang don, duh jadi pengen titip beli jajanan enak rekomendasi bang don nih, hehe

Jalan jalan dan belanja di pasar tradisonal memang seru
aku paling suka beli jajan pasar
paling suka klepon

Saya kira Luok Pan itu sejenis martabak, atau dalam novelnya Andrea Hirata ada makanan yang bernama Hok Lo Pan (martabak). Ternyata keduanya berbeda ya. Tapi kayaknya Luok Pan ini juga enak.

Segar banget petainya.

Belum lagi banyak jajanan tradisional yang dijual di sana. Kalau pasar dadakan begini, berarti nggak selalu ada setiap hari ya Bang?

Sungguh ku rindu kehangatan interaksi pasar pagi.
Aku dulu sebelum pandemi menjadi rutinitas. Apalagi pas anak-anak masih kecil. Ke pasar bisa menjadi me time tersendiri.
Banyak yang dilihat dan pada akhirnya disesuaikan lagi dengan budget yang ada.

Karena kalau ke pasar bawa uang berapapun, dijamin amblass.
Banyak harta karunnya, soalnya.

Baca ini jadi rindu main ke pasar. Selama ini kebiasaan belanja sudah beralih ke supermarket. Semoga suatu saat bisa kembali Happy dengan berkunjung ke pasar tradisional.

Ya ampun tergoda banget liat foto bubur ayamnya, kebayang lezatnya saat disuapkan ke mulut.

Sejak kecil saya juga termasuk yang suka banget berkunjung ke pasar tradisional, banyak jajanan pasar yang enak dan murah

Dan fokusku ke gorengan yang fresh from wajan itu
Pasti anget anget jauh lebih nikmat apalagi di tengah pasar pasti terasa sensasinya

Subuh subuh baca ini dan liat foto-fotonya jadi langsung laper, hihihi...

Sedap semuanya eh tapi tengkuyung kok di daerahk belum ada bang, itu di masak apa sih kok kering gitu ya tanpa kuah

Ya ampun jadi ngiler pingin ke sana nyobain ki cang dan lok pan. Kalau di sini adanya ba cang yg isinya daging atau ayam. Menarik sekali ya pasar pagi dengan aneka kuliner tradisional

Pasarnya unik banget ya Mas ini di Pontianak ya? Suasananya mirip pasar di Pecinan Semarang, jualannya juga unik banget dan jarang ditemui di pasar lain...menyenangkan ya berkeliling pasar...

Sedikit kesalahan karena baca di saat malam. Liat foto makanannya yang kelihatan enak jadi ikutan ngiler. Kayaknya mau bikin mie instan aja habis ini, hehe

Saat kecil saya sering diajak ke pasar tradisional oleh ibu, bibi hingga nenek. Memang beda atmosfer yang kita rasakan antara pasar tradisional dan modern, bagi saya keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa kita nikmati. Saat ingin bersosialisasi kita belanja ke pasar tradisional, dapat bonus bisa nawar harga. Tapi saat tak ingin berbasa-basi, pasar modern jadi pilihan yang tepat.

Lengkap banget ya jajanan pasarnya. Pasti pecinta kuliner apalagi yang unik-unik suka banget nih, secara jajanan yang biasanya cuma khusus ada pada hari Raya malah bisa tersedia juga sehari-hari, bisa jadi tempat wisata juga nih bagi yang berkunjung.

Aduh seru banget ini jakan-jalan paginya. Banyak jajanan. Dijamin deh, pulang kenyang sambil nenteng jinjingan yang penuh di tangan.

Makanannnya....tradisional..enak2 ke lasar lagi..belanja sayuran segar plus cari sarapan..gorengan..bubur ayam..duh bisa akrab penjual sama pembeli..

Menarik juga ya bisa jadi ide tulisan dari mengunjungi pasar pagi karena nyatanya banyak hal juga yang bisa kita eksplor di pasar tradisional yang biasa buka di pagi hari.

Saya juga biasanya lebih suka belanja di pasar pagi tapi semenjak punya anak suami yang tugas belanja di pasar, say sendiri udah jarang ke pasar, hehe

Jajanan pasar emang paling juarak. Aku kalo lagi pasaran suka ke pasar cuma buat beli jajan pasar, paling suka tiwul, enak mantap

Pasar pagi gang bangau ini membuktikan keindahan dan kedamaian masyarakat Indonesia.
Aneka makanan, bahan makanan dan jajanan semua ada di pasar pagi. Sungguh menyenangkan ketika belanja, tidak lagi merasa kelaparan.

Di tempatku juga ada nih pasar yang pagi doang Kak, jadi kalau siangan dikit udah bubar nggak ada. Seru belanja di pasar tuh murah.

unik sekali ini kak jualannya. nama2 yg disebutkan memiliki nama yg asing di telingaku.

aku juga suka banget ke pasar tradisional gini, pilihannya banyak dan pastinya kta bis lebih less waste karena mereka belum mempacking jualannya di sana

aku sangat suka untuk pergi ke pasar, mau bangun pagi demi ke pasar. Selain memang belanja kebutuhan harian, aku juga suka jajan dan motret

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

EmoticonEmoticon