8 Mei 2017

Menembus Laos, dari Chiang Rai ke Luang Prabang

Menginjakkan kaki di Luang Prabang melalui Chiang Rai dalam keadaan sangat lelah perjalanan cukup panjang 18 jam melewati jalan darat. Walaupun jauh tapi sungguh menyenangkan. Perjalanannya berkelok kelok lebih dahsyat dari kelok 99. Disebelah kiri terlihat bukit dan gunung sementara disebelah kanan jurang curam dan dalam, begitu juga sebaliknya, menanjak dan menurun, saya berpuluh-puluh kali terlempar kekiri dan kekanan. Adrenalin saya terus diuji begitu pula dengan Pinggang dan tubuh saya. Semua teruji dengan mumpuni. Tiba pukul 05.00 pagi membuat saya bisa merasakan sejuknya udara pagi dan melihat matahari terbit di sungai Mekong. Perjalanan panjang dengan ransel berat tidak membuat saya mundur. Memandang indahnya pagi ditemani dengan segelas kopi laos dan dua potong chaikwe membuat hidup saya bahagia.

Penumpang Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Penumpang Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Udara dingin menyeruak menembus tulang, beberapa kali saya harus menggosokkan kedua tangan agar hangat. Terlalu dingin sehingga bernafaspun agak sulit, telinga dan hidung saya terasa kaku. Tetapi semangat saya yang membara untuk melihat keindahan Luang Prabang membuat saya terus survive. Saya berhasil menginjakkan kaki di terminal bus Luang Prabang bersama penumpang bus lainnya. Waktu masih menunjukkan 04.00 pagi, Didalam bus saya sempat berkenalan dengan sepasang traveler asal Amerika dan Rusia. Kami bertiga kompak bertiga untuk naik tuk tuk yang sama menuju tengah kota Luang Prabang agar lebih murah,  $ 1 US seorang dan kami berhasil sampai di alun alun kota Luang Prabang. Perjalanan di mulai

Pagi berkabut di Luang Prabang
Pagi berkabut di Luang Prabang
Pagi Berkabut di Luang Prabang.
Sembari menunggu pagi dan menyesuai diri dengan situasi, saya menyusuri jalan berliku menuju pinggiran Sungai Mekong. Ya, saya sungguh suka melihat pagi hari. Untunglah beberapa warung pinggir sungai sudah memulai aktifitasnya. Kompor kayu sudah dinyalakan, air sudah dimasak, itu artinya kopi dan teh laos siap disajikan, saya mencium aroma sedap dari sana, rupanya kaldu untuk bubur sudah mulai dimasak. Sembari memanggul backpack saya menghempaskan tubuh di bangku yang sudah terdapat meja panjang. Punggung ini sudah pegal akibat memanggul cukup lama. Saya memesan Kopi panas dan dua potong chakwee seharga Rp 10. Sayang, bubur yang disajikan tidak halal, saya mengurungkan niat untuk memesan.

Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Ternyata kopi Luang Prabang disajikan bersama dengan teh laos. Air hangat dimasukkan beberapa serpihan daun teh kering yang harum, warnanya tidak begitu coklat, harum teh beradu dengan aroma kopi. Sedikit cecap disela-sela asap kopi yang mengepul, saya jatuh cinta dengan rasa pahitnya yang pekat namun tidak meninggalkan jejak ditenggorokan. Tidak lupa cakwe saya gigit bersamaan. Sungguh nikmat sekali, udara dingin terasa terhempas begitu saja. Aktifitas mulai ramai, makin banyak orang yang berlalu lalang, aktifitas mulai terasa. Beberapa penjual sayuran mulai terlihat lalu lalang membawa dagangannya. Beberapa juga terlihat membawa nya menuju pinggiran sungai. Ada seperti tangga menuju kebawah.

Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Untuk menjawab rasa penasaran, saya segera mengangkat tas punggung seberat 11 kilogram dan menuruni tangga yang lumayan dan tinggi, rupanya air sedang surut sehingga untuk menuju pelabuhan yang berbentuk lanting sederhana harus melewati tanah merah 60 derajat. Jika hujan, pasti tidak akan bisa melewatinya. Di pelabuhan sederhana ini sudah menunggu beberapa sampan bermesin yang siap menghantar penumpang menuju keseberang. Barang-barang yang dibawa mulai disusun rapi didalam sampan yang memanjang dan mampu memuat 7-10 orang. Terlihat beberapa anak sekolah juga ikut dalam perahu ini.

Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang

Salut dengan kemampuan mengemudi para pemilik sampan bermesin ini, walaupun dalam keadaan penuh kabut, mereka bisa mengemudikan dengan baik tanpa khawatir bertabrakan, entah bagaimana caranya. 

Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Kapal ditepi dermaga sungai Mekong, Luang Prabang
Disamping dermaga sederhana ini juga terdapat beberapa kapal yang lebih besar, beberapa terlihat memiliki atap dan dinding, seperti kapal Bandong di Pontianak, kapal ini mempunyai ruangan dan sepertinya digunakan untuk perjalanan yang lebih panjang menyusuri sungai Mekong.

Kapal di sungai Mekong, Luang Prabang
Kapal di sungai Mekong, Luang Prabang
Seperti diketahui, sungai Mekong melewati beberapa negara Indochina, beberapa travel wisata juga menyediakan paket perjalanan melewati jalur air, jika punya banyak waktu cobalah perjalanan menggunakan kapal besar ini selama dua hari menuju Chiang Rai di Thailand. Saya tak Punya waktu untuk menikmati perjalanan ini. Masih banyak lokasi yang ingin tukang jalan jajan eksplorasi lagi

Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.

34 comments

seru banget kak dodon. itu enggak takut naik perahu terus tiba-tiba tenggelam? enggak ada pengamannya gitu?

itu kondisi lagi mendung atau memang jam 4 paginya begitu Mas?
kapal-kapalnya kayak di Kalimantan yah hehe

Duh itu pasti dingin banget ya kliatan dari kabut di foto2 nya :)
Seru kali ya, bisa river trip gitu, tapi kalau perahunya kecil gitu dan selama 2D1N, kira2 cape ga ya? Huehe ...

ngeliat fotonya aja dah bisa merasakan hawa dingin yang pasti menusuk sampai tulang mas..
tapi karena bawa tas seberat 11 kg, apa gak anget juga tuh badan mas karena kan lumayan juga beratnya hehe

ah... kangen manggul ransel gara-gara baca postingan ini. Sungai Mekong, sering mendengar namanya,namun belum pernah menyusurinya.

hmm pastinya suatu saat saya akan jalan di indochina nih.. nabung dulu.. kayaknya seru telusur indochina jalur darat dan jalur sungai

Makin kesini penyajiannya makin asik nih mas dodon. Naratif banget. Kalau saya yg ada di bua yang ngebanting-banting itu pasti muntah. Ditambah nyebrang pake sampan? Duh, enggak deh.

Kopi sama cakwe Rp 10?
Seharga 10 uang Thailand mgkn ya, ahaha
Aku suka perjalanan air tapi asli takut krn gak bs renang, itu aja sih. Model kapalnya sama ya

Kemungkinan besar saya enggak tahan dg perjalanan spt itu. Dingin dan sering mabuk. Mgkn lain waktu bs buat terapi biar bs backpackeran

Cara penyajian kopi Luang Prabang terbilang unik ya, dinikmati dengan teh laos. Kayak apa ya rasanya? Apa ibarat rasa rindu karena lama tak bertemu karena LDR? #eh

Wahhhh kerennn pemandangannya berkabut dan hanya kabut dan pepohonan yang bisa dilihat. Jadi pingin kesana deh buat nuansa horror

Sepi yaa, mas Don?
Apa karena jamnya lagi jam sepi?

Pengalaman paling berkesan, apa mas Don saat melakukan travelling ke Thailand ini?
Pernah ngerasa takuuutt banget gitu gak siih...karena berada di tempat yang bener-bener asing?

harus hati hati jg ya berarti, kalau melakukan perjalanan ke daerah lain, terutama makanannya nih.. khawatir ketemu yg tdk halal seperti yg ditulis mas dodon disini..

maaf ya aku emang kalau jalan jalan itu fokusnya ke makanan doang hahahahaah.. makan muluuuu yg diutamakan..

Aku takut jatuh naik sampan gitu :(
kebayang kabut dan dinginnya udara. Ya ampun mas, berat ranselnya 11 kg huhu... kebayang banget pegalnya! Ternyata travelling seberat itu ya.
Dari full postingan ini, aku paling ngiler cakwenya :(
mas Dodon nulis cakwe aja aku langsung laper masa, magic #godainmakan nya kuat banget :))

Pemadangannya magical ya, kaya semacam ada sesuatu yang memanggil Gitu. Btw, tips buat travel bawa Baby dooonggg tulis dong qaqaaaaqqw

ngga ada mbak, ini beneran kaya dikampung kampung di Indonesia. ngga beda jauh ini hehehe

iya jam 4 pagi mbak, aku nyampe luang prabang set 3 subuh. langsung ngendon dulu nunggu pagi di dermaga rakyat hehehe

klo ikutan kapal gedenya sih ngga cape, soalnya duduk doang kan. ngga ngapa ngapain hehehe paling cuman liat pemandangan ajah tuh

sengaja banyak gerak biar berkeringat dan ngga kedinginan. klo capek sih banget banget dah hehehe ini aku abis perjalanan 20 harian

ada 3 negara yang dilewati sungai ini membentuk sengitiga emas hehehe boleh ntar dicobain 3 negaranya ya hehe

semoga bisa berkeliling indochina ya mas dan eksplorasi banyak negara ASEAN dan Asia Tenggara

Makasih Mas Andika. jadi saya harus ngasih upeti apa nih hehehehehehe udah dipuji begini. cobain dulu lah, muntah apa ngga

iya 10 Baht, belajar renag Kak Jiah biar merasa aman saat harus melakukan perjalanan wisata air

hehehhe boleh dicoba biar bisa ngerasain juga serunya backpacker ala begini

Jiahahaha....... rasanya ada manis manisnya gitu koh :p

jihahahaha yakin kak Dikki bisa tahan klo kesana?

iya, masih subuh. sepi banget. klo ini udah di Laos sih.... aku udah sering traveling ke tempat tempat yang asing. udah terbiasa

iya, beberapa negara Indochina agak susah memang makanan halalnya. hati hati aja. aku juga fokusnya banyak ke makanan kok hehehe

hehehehehe soalnya 11 kilo untuk 1 bulan perjalanan mbak, semua ada disana untuk kebutuhan hari hari hehehe

yaaahhh.... aku belom punya pengalaman sik ngga bisa bantuin mbak

Kabutnya mpe kayak gitu ya, udah kebayang dinginnyaaaa...
Oya, taunya makanan itu ndak halal gimana caranya Kak Dodon?

ah seru seru
berkabut juga
sambil minum kopi dan makan bubur
mupeng kan jadinya...

Tanya aja langsung mbak. apakah pake pork dan teman2nya aa ngga. klo mau aman makannya di rumah makan india muslim atau vegetarian

berasa banget enaknya sampai kerelung hati yang paling dalam hahaha

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

EmoticonEmoticon