Mengenal Bumbu Dapur, Rahasia Kelezatan Kuliner Indonesia
Pernah tidak membayangkan sedang duduk di depan sebuah meja makan, lalu di hadapanmu tersaji sepiring rendang daging yang warnanya cokelat pekat mengilat atau semangkuk soto ayam yang kuahnya kuning keemasan.
![]() |
| Mengenal Bumbu Dapur, Rahasia Kelezatan Kuliner Indonesia |
Kamu ambil sendok, menyendok kuahnya, lalu mencicipinya. Namun, yang mendarat di lidah hanyalah rasa hambar. Tidak ada sengatan hangat dari jahe, tidak ada wangi harum dari daun jeruk, bahkan tidak ada jejak gurih dari bawang merah dan bawang putih. Rasanya pasti zonk banget, kan?
Apa jadinya kalau masakan tanpa bumbu? Atau takarannya asal-asalan alias tidak pas? Sudah tentu makanan tersebut akan kehilangan jiwanya. Masakan menjadi hambar, dan cita rasa yang terbentuk sama sekali tidak sesuai dengan apa yang saya dan kamu inginkan.
Masak itu bukan cuma soal mematangkan bahan makanan di atas api, tapi soal seni meracik harmoni. Karena itulah, penting banget buat kamu untuk mengenal jenis dan kegunaan bumbu dapur secara mendalam.
Yuk, ikut tukang jalan jajan blusukan ke dapur dan pasar tradisional untuk mengupas tuntas lini sejarah, jenis, sampai resep rahasia bumbu dasar yang bakal bikin skill memasak kamu naik kelas!
Ketika Rempah Membakar Ambisi Dunia
Begitu pentingnya arti sebuah bumbu pada masakan, sampai-sampai lahir ungkapan legendaris di tengah masyarakat, "Jika ingin disayang suami, manjakan lidahnya," atau yang paling klasik, "Bagaikan sayur tanpa garam." Ungkapan-ungkapan ini bukan sekadar bumbu cerita, melainkan sebuah pengakuan nyata bahwa bumbu sudah menjadi bagian hidup yang sama sekali tidak bisa dipisahkan dari keseharian saya dan kamu.
Bahkan, kalau kamu membuka kembali lembaran sejarah dunia, bumbu dapur dan rempah-rempah inilah yang mengubah peta geopolitik global. Kamu harus tahu bahwa kolonialisme Belanda yang mencengkeram bumi Nusantara selama tiga setengah abad itu dipicu oleh satu ambisi besar: memonopoli bumbu dan rempah-rempah.
jauh sebelum kompeni Belanda datang, pada awal abad ke-16, wilayah Indonesia bagian Timur—khususnya daerah Maluku dan Ambon—sudah lebih dulu dikuasai oleh bangsa Portugis. Alasannya persis sama: kekayaan rempah-rempah yang melimpah ruah bak emas tumbuh di atas tanah. Demi segenggam pala, cengkeh, dan kayu manis, bangsa-bangsa Eropa rela berlayar mengarungi samudra luas, bertaruh nyawa, dan memicu peperangan. Hebat banget, kan? Sesuatu yang hari ini tersimpan rapi di dalam wadah kecil di dapur kamu, dulunya adalah rebutan raja-raja di seluruh dunia.
Tiga Golongan Besar Bumbu Dapur
Dalam dunia kuliner, bumbu dan rempah-rempah mempunyai peranan yang sangat krusial dalam pengolahan makanan. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai penyumbang warna alami, pembentuk rasa, dan pengantar aroma yang sedap pada setiap masakan.
![]() |
| Tiga Golongan Besar Bumbu Dapur |
Satu hal yang magis dari dunia masak-memasak: walaupun bahan utamanya sama, kalau kamu menggunakan formulasi bumbu yang berbeda, maka akan dihasilkan cita rasa masakan yang berbeda pula. Secara garis besar, bumbu dapur dikelompokkan menjadi tiga kategori utama. Yuk, mari saya ajak kamu membedahnya satu per satu:
1. Golongan Bumbu Basah
Ini adalah bumbu-bumbu yang masih mengandung kadar air tinggi dan biasanya didapatkan dalam kondisi segar dari alam. Di dalamnya termasuk tanaman rimpang seperti kunyit, kencur, temu kunci, jahe, dan lengkuas. Selain itu, ada juga serai, keluarga bawang-bawangan (bawang merah, bawang putih, bawang bombay), cabai yang membakar lidah, daun bawang, serta dedaunan aromatik lainnya.
2. Golongan Bumbu Kering
Bumbu kering sebagian besar adalah biji-bijian, kulit kayu, atau bunga tanaman yang dikeringkan secara alami maupun buatan. Keunggulannya adalah masa simpan yang jauh lebih lama. Contoh bumbu kering yang wajib ada di dapur kamu antara lain kayu manis, lada (merica), pala, jinten, kapulaga, ketumbar, dan cengkeh.
3. Golongan Bumbu Buatan
Seiring dengan perkembangan teknologi pangan dan kebutuhan manusia yang ingin serba cepat, lahirlah bumbu buatan atau bumbu olahan. Golongan ini meliputi garam dapur, cuka masak, MSG (Monosodium Glutamat) sebagai penguat rasa, terasi yang aromatik, aneka jenis kecap (manis, asin, inggris), aneka saus, hingga essens penambah aroma.
Tiga Pendekar Utama, Bumbu Dasar Nusantara
Kalau kamu perhatikan dengan teliti, masakan Indonesia yang jumlahnya ribuan dan sangat beragam dari Sabang sampai Merauke itu sebenarnya memiliki satu kesamaan rumusan kunci. Secara garis besar, fondasi masakan Nusantara bertumpu pada tiga bumbu dasar, yaitu Bumbu Dasar Putih, Bumbu Dasar Kuning, dan Bumbu Dasar Merah.
![]() |
| Tiga Pendekar Utama, Bumbu Dasar Nusantara |
Keberadaan bumbu dasar ini bakal memudahkan kamu di dalam memasak sehari-hari. Kamu bisa menyetoknya dalam jumlah banyak, menyimpannya di kulkas, lalu mengembangkannya menjadi beragam jenis bumbu masakan spesifik. Praktis dan efisien banget!
Berikut adalah resep baku dan cara pembuatan tiga bumbu dasar yang saya sarankan untuk kamu coba di rumah:
### Bumbu Dasar Putih
Bumbu ini menghasilkan cita rasa yang gurih, lembut, dan aromatik tanpa sensasi pedas. Kamu bisa mengembangkannya menjadi masakan seperti ase lidah, gudeg jogja yang manis gurih, terik daging, sayur bobor yang segar, tempe bacem, hingga opor ayam hidangan Lebaran.
Bahan yang kamu perlukan:
11 butir bawang merah
6 siung bawang putih
7 butir kemiri
1 sdt lada butir
½ sdm ketumbar
1 sdt gula pasir
1 sdt terasi
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng (untuk menghaluskan atau menumis)
Cara Membuat: Panaskan minyak di atas wajan, haluskan semua bahan di atas dengan ulekan atau blender, lalu tumis bumbu halus tersebut sampai aromanya yang harum keluar dan bumbu matang sempurna. Angkat dan dinginkan.
### Bumbu Dasar Kuning
Warna kuningnya yang cantik didapatkan dari kunyit. Bumbu dasar ini sangat pas kalau kamu kembangkan menjadi bumbu kari, acar kuning yang segar, pesmol ikan khas Sunda, nasi kuning untuk selamatan, terik daging, aneka pepes, hingga ayam goreng ungkep yang gurih meresap.
Bahan yang kamu perlukan:
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
7 butir kemiri
1 sdt lada butir
2 cm kunyit segar (bakar sebentar agar tidak getir)
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng
Cara Membuat: Haluskan semua bahan tanpa terkecuali, kemudian tumis di dalam minyak panas sampai wangi layu hilang dan bumbu matang. Simpan di dalam botol yang tertutup rapat dan masukkan ke lemari pendingin setelah dingin.
### Bumbu Dasar Merah
Nah, kalau kamu pencinta makanan pedas dan menantang, bumbu ini adalah kuncinya. Penggunaan bumbu dasar merah pada masakan biasanya diaplikasikan untuk sambal goreng, rendang daging, kering tempe yang renyah, pepes pedas, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak, hingga telur balado yang menggugah selera.
Bahan yang kamu perlukan:
10 buah cabai merah keriting (atau campur cabai merah besar)
5 butir kemiri
9 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt lada butir
1 sdt ketumbar
1 sdt terasi
1 sdt gula pasir
1 sdt garam
4 sdm minyak goreng
Cara Membuat: Bersihkan cabai, haluskan bersama dengan semua bumbu lainnya sampai benar-benar lumat. Tumis dengan minyak goreng di atas api sedang sampai warnanya berubah menjadi merah tua mengilat dan minyaknya terpisah dari bumbu.
Jelajah Lebih Dalam, Karakteristik Khusus Bumbu Dapur
Mari kita bedah bumbu-bumbu ini secara lebih spesifik berdasarkan karakteristik fisik dan penggunaannya di berbagai daerah, agar kamu tidak salah cemplung saat bereksperimen di dapur.
![]() |
| Jelajah Lebih Dalam, Karakteristik Khusus Bumbu Dapur |
1. Ragam Bumbu Basah Aneka Asam
Banyak sekali jenis buah asam yang digunakan sebagai agen penyegar dalam masakan Nusantara. Karakter asam di setiap daerah pun berbeda-beda:
Asam Gelugur: Sangat populer di dapur Sumatra. Asam ini diperoleh dari sejenis jeruk keprok yang diiris tipis-tipis kemudian dijemur di bawah terik matahari sampai kering dan berwarna hitam keunguan. Kegunaan utama bumbu ini adalah memberikan rasa dan aroma asam segar pada masakan tanpa membuat kuah masakan menjadi keruh atau kotor.
Asam Jawa: Berbeda dengan Sumatra, masyarakat di tanah Jawa jauh lebih familier dengan asam jawa, baik dalam kondisi segar yang masih muda maupun yang sudah diperam hingga berwarna cokelat tua (asam kawak). Cara penggunaannya adalah dengan mencairkannya terlebih dahulu menggunakan sedikit air hangat, lalu air seduhan inilah yang kamu tambahkan pada masakan untuk mendapatkan rasa asam segar yang legit.
Asam Kandis & Asam Sunti: Kalau kamu kesulitan mencari asam jawa, kedua jenis asam ini bisa menjadi alternatif pengganti yang luar biasa. Keduanya sama-sama berfungsi memberikan cita rasa asam, namun asalnya berbeda. Asam sunti diperoleh dari belimbing wuluh yang digarami lalu dikeringkan berhari-hari sampai kempes dan berwarna gelap, sedangkan asam kandis berasal dari kulit buah jeruk hutan yang dikeringkan.
2. Eksplorasi Umbi Semu dan Rimpang
Jahe, kunyit, kencur, temu kunci, temu mangga, dan lengkuas (laos) adalah barisan bumbu yang termasuk dalam kategori rimpang.
Jahe: Aromanya sangat khas dengan rasa pedas hangat yang dominan. Jahe sangat andal untuk menggugah nafsu makan dan menghilangkan bau anyir.
Kunyit: Untuk hidangan berkuah seperti gulai, kari, dan pindang, kehadiran kunyit akan membuat masakan semakin lezat dan warnanya menjadi kuning menarik. Kunyit juga efektif mengurangi aroma tajam dan amis dari bahan makanan hewani seperti ikan atau jeroan.
Temu Kunci: Sayur bening seperti sayur bayam akan terasa jauh lebih segar, autentik, dan pas rasanya jika kamu menambahkan beberapa potong irisan temu kunci ke dalam kuahnya.
Kencur: Hidangan khas Sunda dan Jawa seperti karedok, terancam, gudangan, seblak, dan urapan cita rasanya akan keluar dan terasa segar jika di dalam bumbu kacang atau bumbu kelapanya kamu tambahkan beberapa ruas kencur segar.
Lengkuas (Laos): Memiliki aroma segar berkayu. Sangat cocok jika ditambahkan pada hidangan ayam goreng lengkuas, pindang ikan, dan masakan berkuah santan kental.
Temu Mangga: Masakan laksa tradisional akan terasa ada sesuatu yang kurang dan hambar jika kamu tidak menambahkan temu mangga ke dalamnya. Rimpang ini memberikan aroma wangi segar yang mirip dengan buah mangga muda.
3. Keluarga Bawang yang Melegenda
Keluarga bawang banyak sekali ragamnya, namun yang paling lazim digunakan sebagai bumbu utama adalah bawang putih, bawang merah, bawang bombay, bawang lanang (bawang laki), dan bawang batak (lokio).
Bawang Merah & Bawang Putih: Saya yakin kamu sudah sangat akrab dengan duet maut ini. Keduanya berfungsi memberikan kombinasi rasa manis alami, aroma harum, sekaligus rasa gurih yang mengikat keseluruhan masakan.
Bawang Bombay: Jika kamu ingin memberikan cita rasa yang lebih ringan, manis, dan sedikit berair pada hidangan tumisan atau saus, sebaiknya gunakan bawang bombay.
Bawang Batak (Lokio): Bentuknya menyerupai helai daun bawang berujung umbi kecil mirip tauge. Di dapur Sumatra, lokio banyak digunakan untuk masakan seafood atau chinese food karena memberikan cita rasa yang lembut namun beraroma tajam.
Bawang Lanang (Bawang Laki): Umbinya tunggal tidak bergelombol. Bawang ini paling cocok dijadikan pelengkap acar atau pickle. Bentuknya yang bulat kecil dengan rasa yang tidak terlalu menyengat terasa pas di lidah sebagai pendamping makanan berat.
4. Sentuhan Aneka Jeruk
Aroma dan rasa harum yang memikat pada hidangan bisa kamu peroleh dengan menambahkan beberapa sendok teh air perasan jeruk. Ada jeruk lemon, lemon cui (lemon cina) yang berukuran kecil, jeruk limau yang wanginya menusuk hidangan sambal, serta jeruk nipis yang universal. Saus salad, kuah soto, atau sambal akan terasa jauh lebih hidup dengan kucuran air jeruk nipis.
Selain daging buahnya, kulit jeruk juga punya peran penting. Untuk kue tradisional seperti bika ambon atau beberapa jenis cake modern, aromanya akan jauh lebih harum menggoda jika kamu menambahkan parutan kulit jeruk purut. Ingat, bagian jeruk yang digunakan hanya kulit bagian luar yang berwarna hijau ya, karena jika terkena bagian putihnya, masakan kamu akan terasa pahit.
Mengenal Bumbu Daun Nusantara
Kehadiran bumbu daun dalam masakan tradisional Indonesia memegang peranan yang tidak kalah penting. Agar kamu semakin lihai dalam memilih dan meracik bumbu dapur, yuk kenali karakteristik bumbu daun Nusantara berikut ini:
![]() |
| Mengenal Bumbu Daun Nusantara |
| Nama Bumbu Daun | Karakteristik Utama | Penggunaan Terbaik dalam Masakan |
| Daun Salam | Aromanya herbal, harum, dan cenderung kering saat tua. | Gulai, kari, sayur lodeh, dan aneka tumisan. |
| Salam Koja (Daun Kari) | Aromanya sangat tajam, gurih, dan khas tanah Sumatra. | Masakan gulai ayam, kari kambing, dan ayam tangkap. |
| Daun Kesum | Aromanya gurih dan sedikit menyengat. Populer di Sumatra dan Malaysia. | Campuran masakan ikan pedas dan asam pedas. |
| Daun Jintan (Daun Tebal) | Berdaun tebal dan berbulu halus dengan kombinasi aroma jintan dan adas. | Masakan berkuah khas Sulawesi, diiris tipis untuk mengentalkan kuah. |
| Daun Pandan | Beraroma wangi manis, lembut, dan menenangkan. | Aneka kue tradisional, bubur sumsum, puding, dan es campur. |
| Daun Suji | Tidak beraroma kuat, namun kaya akan zat warna hijau daun. | Pewarna hijau alami untuk kue basah, cendol, dan klepon. |
| Daun Bangun-Bangun | Daunnya tebal mirip daun jintan tapi lebih tipis, berbulu, khas tanah Batak. | Sup ayam, hidangan ikan tradisional, menghilangkan aroma amis. |
| Daun Gedi | Berfungsi sebagai pengental alami dan pemberi rasa gurih. | Wajib ada di dalam hidangan Bubur Manado (Tinutuan). |
| Daun Miana | Berwarna merah tua keunguan, populer di dapur Toraja. | Olahan daging kerbau atau daging berlemak agar tidak berbau tajam. |
| Daun Mangkokan | Berbentuk cekung seperti mangkok, teksturnya agak kaku. | Gulai kepala ikan, olahan otak sapi, menghilangkan bau anyir. |
| Daun Jeruk Purut | Wanginya segar, menusuk, dan sangat dominan. | Soto, kalio, rempeyek, bumbu pecel, dan sup seafood. |
| Daun Kunyit | Beraroma wangi khas kunyit, berbentuk lembaran panjang. | Hidangan bersantan dari Sumatra seperti rendang dan gulai. |
| Daun Werot | Merupakan varietas tanaman hias puring, khas kuliner Manado. | Olahan daging ayam, sapi, atau babi untuk mengikis bau anyir. |
Barisan Bumbu Kering, Pengunci Aroma Masakan
Bumbu kering kebanyakan digunakan dalam bentuk bubuk halus yang sudah digiling, namun tidak sedikit juga yang tetap dipertahankan dalam bentuk utuh atau butiran asli demi menjaga estetika hidangan.
![]() |
| Barisan Bumbu Kering, Pengunci Aroma Masakan |
Bumbu seperti adas, jinten, ketumbar, pala, lada, dan klabet lebih banyak digunakan dalam bentuk bubuk. Sebaliknya, kayu manis, kayu secang, cengkeh, dan pekak (bunga lawang) lebih sering dimasukkan ke dalam masakan dalam bentuk utuh. Sama seperti bumbu basah, bumbu kering ini berfungsi memberikan rasa hangat dan aroma tertentu, sekaligus menjadi tameng utama untuk mengurangi aroma amis dari bahan makanan hewani.
Sebagai contoh, adas, jinten, klabet, kemiri, dan ketumbar lebih banyak saya sarankan untuk kamu gunakan pada hidangan daging sapi, ikan besar, atau lauk-pauk yang menggunakan kuah santan kental serta kaldu pekat seperti gulai, kari, opor, dan soto. Sementara itu, pala, cengkeh, dan kayu manis biasanya memiliki karakter manis yang hangat, sehingga lebih pas jika kamu tambahkan pada hidangan manis seperti aneka kue, cake, puding, atau minuman hangat seperti wedang ronde dan wedang secang. Kalau kamu menyukai masakan Timur Tengah seperti nasi briani, kebab, pacri, atau kari kambing Arab, kuncinya terletak pada pasokan kapulaga, jinten, dan adas yang royal.
Melipir ke Eropa, Mengenal Continental Spice
Selain memakai rempah-rempah asli dari negeri sendiri, dapur modern kita saat ini juga sudah banyak mengadopsi dan menggunakan bumbu dari Benua Eropa atau yang lazim disebut dengan istilah Continental Spice.
![]() |
| Melipir ke Eropa, Mengenal Continental Spice |
Banyaknya bumbu asing di pasaran sering kali membuat kaum ibu atau juru masak pemula bingung, karena sepintas kenampakannya, aromanya, bahkan fungsinya hampir mirip. Biar kamu tidak keliru memilih bumbu saat berbelanja di swalayan, mari simak ulasan herbs mancanegara berikut ini:
Bay Leaf (Laurus nobilis): Sepintas, aroma dan bentuk bay leaf ini hampir sama dengan daun salam lokal. Tanaman asli wilayah Mediterania ini banyak digunakan untuk mengharumkan air kaldu (stock), memberikan rasa gurih pada saus hidangan utama (main course), serta meningkatkan cita rasa pada olahan daging panggang, unggas, dan sup kacang-kacangan. Di pasaran dijual dalam bentuk lembaran kering atau serbuk.
Basil (Ocimum basilicum): Daun basil banyak digunakan pada masakan Eropa dan sebagian negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Laos. Aromanya sangat mirip dengan daun kemangi kita. Biasanya ditambahkan pada olahan ikan, saus keju, telur, salad, dan pasta.
Dill (Anethum graveolens): Aroma dan rasa daun dill yang sangat khas ini ampuh sekali untuk melenyapkan aroma amis yang melekat pada olahan hidangan laut (seafood). Dill cocok ditambahkan pada sup, saus salad, acar, dan olahan kentang tumbuk. Tips dari saya: tambahkan daun dill segar sesaat sebelum hidangan kamu angkat dari perapian agar tampilannya tetap hijau cantik dan aromanya tidak menguap sia-sia.
Oregano (Origanum spp): Kuliner Eropa—khususnya Italia—sangat akrab dengan bumbu yang satu ini. Topping pizza yang kamu makan akan kehilangan jati diri dan ciri khasnya jika kamu tidak menaburkan oregano di atasnya. Olahan saus pasta, steak, dan sup juga akan terasa jauh lebih mewah berkat bumbu ini.
Rosemary (Rosmarinus officinalis): Bentuk fisiknya unik, mirip dengan jarum-jarum hijau kecil yang kaku. Aromanya yang sangat harum dan mengarah ke aroma kayu pinus ini efektif mengurangi bau prengus pada daging domba, kambing, atau ayam panggang.
Sage (Salvia officinalis): Memiliki aroma harum dengan sentuhan rasa yang sedikit pahit di ujungnya. Kuliner Eropa menggunakannya sebagai bumbu utama untuk hidangan daging panggang, unggas, dan pembuatan cottage cheese.
Tarragon (Artemisia dracunculus): Olahan panggang, seafood, dan telur akan terasa pas jika ditambahkan bumbu tarragon. Sebagian koki suka menambahkan cincangan tarragon segar ke dalam saus mayonnaise atau saus bearnaise demi menghasilkan saus yang lebih premium.
Thyme (Thymus spp): Segala jenis daging merah, unggas, dan seafood akan terasa jauh lebih sedap jika melalui proses marinade (perendaman) dengan menambahkan thyme kering dan sedikit minyak zaitun sebelum dimasak.
Mengenal Bumbu Buatan, Kepraktisan di Era Modern
Teknologi makanan berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, tidak terlepas dari pola hidup masyarakat modern yang menuntut segalanya serba cepat, praktis, dan instan. Keinginan konsumen inilah yang direspons cepat oleh para produsen bumbu masakan dengan menghadirkan beragam bumbu instan di pasaran, mulai dari MSG, aneka saus kemasan, cuka masak, hingga bumbu jadi untuk nasi goreng atau rendang.
Bumbu buatan tersebut memang sudah siap pakai sehingga kamu tinggal menuangkannya saja sesuai kebutuhan resep. Namun, ada beberapa hal krusial yang wajib kamu perhatikan demi menjaga kesehatan tubuh kamu:
Catatan Penting Penggunaan Bumbu Buatan:
Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan bumbu buatan.
Gunakan Secukupnya: Mengingat bumbu buatan biasanya sudah ditambahkan zat pengawet, pewarna, dan pemberi rasa sintetis, gunakan secara bijak dan tidak berlebihan.
Beli Kemasan Kecil: Biasakan membeli bumbu buatan dalam kemasan terkecil. Penggunaan bumbu biasanya hanya sedikit demi sedikit, dan bumbu buatan yang sudah dibuka segelnya umumnya tidak tahan lama disimpan serta rentan terkontaminasi bakteri.
Tips Jitu Memilih dan Menyimpan Bumbu Dapur
Agar investasi bumbu dapur kamu tidak terbuang sia-sia menjadi busuk dan berjamur, berikut adalah tips praktis memilih dan menyimpan bumbu yang bisa langsung kamu praktikkan di rumah:
Pilih Rimpang yang Sempurna: Jika membeli bumbu segar seperti jahe, kunyit, bawang, atau kencur, pilihlah yang teksturnya masih keras, utuh, dan permukaannya bersih tanpa ada bercak putih. Bercak putih ini biasanya adalah kapang atau jamur yang bakal bikin bumbu cepat busuk dan berbau apek.
Manfaatkan Freezer untuk Bumbu Basah: Bumbu basah seperti serai, daun jeruk, atau rimpang bisa bertahan sampai 1 hingga 2 bulan lamanya jika sebelum disimpan, kamu cuci bersih terlebih dahulu, keringkan, kemas dalam kantong plastik klip atau wadah kedap udara, lalu bekukan di dalam freezer.
Wadah Kedap Udara untuk Bumbu Kering: Bumbu kering sangat mudah kehilangan aroma khasnya jika dibiarkan terbuka di udara bebas. Belilah seperlunya saja dan simpan di dalam wadah kaca yang tertutup rapat serta kedap udara.
Pilih Merek yang Terdaftar Resmi: Untuk bumbu buatan atau bumbu instan kemasan, selalu pilih merek yang sudah terdaftar resmi di Badan POM atau dinas kesehatan terkait, dan pastikan kemasannya tidak cacat atau bocor.
Tutup Rapat Setelah Digunakan: Kontaminasi mikroba sangat rentan terjadi pada bumbu instan, terutama yang memiliki kandungan air tinggi seperti saus sambal, tauco, dan kecap manis. Selalu biasakan menutup rapat kembali tutup botol atau kemasan bumbu kamu segera setelah pemakaian selesai.
Nah, sekarang kamu sudah tahu banyak, kan? Mengenal bumbu dapur bukan cuma bikin masakan kamu jadi lebih lezat, tapi juga membuat lebih menghargai setiap suapan makanan yang masuk ke dalam mulut.
Setiap bumbu punya cerita, sejarah, dan karakternya masing-masing. Selamat berkreasi di dapur, dan mari terus manjakan lidah dengan kekayaan rempah yang luar biasa ini! Selamat Makan dan Salam Yumcez







24 komentar
Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)
Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry
http://www.infogue.com
http://kuliner.infogue.com/mengenal_jenis_dan_kegunaan_bumbu_dapur_indonesia_dan_eropa
salut bahan dasar dan bumbu dasar di kategorikan sesuai dengan fungsinya.
SEmoga eksistensi bumbu dasar ini tetap di gunakan tidak tergantikan oleh bumbu instan kemasan.
Apalagi aku tuh ga suka masak, baru ke dapur kalau sedang mood bagus. Itu kenapa nyetok bumbu yg udah jadi buatku malah mubazir. Beda cerita kalau memang rajin masak.
Waaah itu penjajah pada ngambilin rempah, tp makanan mereka tetep aja less bumbu yaa 😅. Rempahnya kebanyakan dipakai utk minuman. Padahal tempat2 ini memang paling mantep kalau dijadikan bumbu masak.
Kalau dikumpulin ternyata beragam banget bumbu untuk memasak, dan bisa dikatakan tersedia di Nusantara kita ini.
Jadinya mau membuat aneka masakan apapun lebih mudah berkreasi
Asli banget, pengen belajar mix match bumbu-bumbu dapur Kak Don.. :D
karena jujurly, ciwi2 ntuh banyak yang ngga bisa bedain Lengkuas, Jahe, Kencur, Kunyit dst
miriiipp semuaaa. Nah artikel ini bisa menjadi panduan
Pikiran saya langsung terngiang pada istri, yang kalo 'mode rajinnya' lagi aktif, suka tiba-tiba nongkrong lama di dapur demi membuat bumbu-bumbu dasar, kayak yang disebutin di atas ini.
Awalnya jujur, aku gak begitu ngerti ya. Tapi setelah dijelasin, barudeh paham kalau ternyata bumbu-bumbu ini tuh bermanfaat banget ya dalam berbagai penggunaan menu masakan, khususnya menu lokal. Kalo udah ada, jadinya gak repot.
Oya pertanyaanku sama dengan mbak fan. Kok penjajah dulu ngincer rempah, tapi sampe sekarang makanannya minim rasa ya wkwkwkwk
Dan itu keunikan masakan nusantara. Dgn bumbu itu, bikin masakan lbh berwarna, beraroma dan pny ciri khas yg tdk dimiliki negara lain.
Kalo bumbu masakan Western, biasanya ya cuman tinggal taruh doank. Ga ada bumbu yg hrs dialog, sangrai, sate atau teknik memasak unik khas nusantara.
Berbanggalah kita yg punya masakan nusantara dgn segenap bumbu dasarnya dan macam2 rempahnya. Smg masakan nusantara mkn bs bersaing dgn negara lain ya.
Masakan nusantara emang sangat khas dengan bumbu rempahnya. Rempah2 ini emang salah satu daya tarik orang Eropa bahkan penjajah datang yaa, dulu.
Hmmm, kalau daun2an biasanya yang tersedia di rumah sih daun salam ma daun jeruk, aja. Sisanya pas butuh baru nyari hehe. Idem kami simpannya juga di freezer jadi awet kalau daun2an ini.
Kalau continental space aku kenalnya dari lomba masak kek Master chef LN gitu, kyknya yang sering aku pakai oregano tapi udah kebeli yang bubukan. Lumayan buat menambah2 rasa kalau bikin pasta.
Aku termasuk yang suka beli bumbu jadi di pasar sama ada toko langgannan di online shop. Kalau bikin sendiri jarang banget hehe.. Pingin yang praktis :D
Tapi di dapur pasti selalu ada bawang-bawangan dan lada juga buat bikin sayur sop, dll... :D Nah, kalau suamiku suka stok bumbu oregano, tyhme gitu mas. Lumayan juga buat memperkaya rasa apalagi pas masak pasta-pastaan...
Menarik banget cerita soal bumbu-bumbu ini ya. Apalagi sempat dibahas di tulisan, ada banyak jenis jeruk juga yang banyak dipakai diberbagai masakan...
Kalau yang bumbu dasar merah, putih kuning sih udah tahu dari dulu. Nyetok bumbu itu bikin masak makin praktis.
Cuma iya euuii.. kelemahan akutu kalo masak uda template bumbu dasar putih aja gittuu.. padahal gak semua masakan yaah...
Seneng kalo makan masakan Indonesia, kaya akan rasa dari bumbu rempah. INi yang dari dulu jadi topik perbincangan aku sama anak-anak yang dari dulu kepikiran.. "Kenapa orang yurop repot-repot ke Indo cuma pingin rempah-rempah?"