Tukang Jalan Jajan

Festival Pulau Penyengat 2019, Eksistensi Melayu Masa Kini

Saya setengah berlari pagi ini mengejar rombongan Festival Pulau Penyengat 2019 yang sudah bergegas menuju dermaga lokal menuju Pulau penyengat. Setelah sarapan mie lender khas Tanjung Pinang, kami semua wajib hadir pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019. Saya terlalu asik mengagumi keindahan Tanjung Pinang di pagi hari. Didermaga sudah banyak orang berpakaian adat Melayu hendak menyeberang Ke Pulau Penyengat. Sekilas, cara mereka bercakap cakap mirip dengan bahasa Negara Serumpun, Malaysia.

Festival Pulau Penyengat 2019, Eksistensi Melayu Masa Kini
Festival Pulau Penyengat 2019, Eksistensi Melayu Masa Kini
Pong Pong sudah memuat semua Tim dan siap melepas tali tambat menuju pulau Penyengat yang berjarak sekitar 15-20 menit saja. Karena banyak kapal yang lalu lalang, beberapa kali kapal bergoyang kekiri dan kekanan karena terhempas ombak. Oh ya, Tukang Jalan Jajan sempat menyimpan file lomba bersenandung gurindam tahun lalu di Festival Pulau Penyengat.
Satu
Ini Gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.

Dua
Ini Gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.
Belum sempat saya menyelesaikannya, kapal Pong Pong sudah merapat ke deragaPulau Penyengat. Kami harus bergegas karena pawai sudah dimulai. Acara hampir dibuka. Artinya Bergegaslah!

Selamat Datang di Festival Pulau Penyengat 2019
Disambut dengan dua pintu gerbang selamat datang sekaligus. Dikiri dan kanan dipenuhi dengan penjual makanan. Rata Rata yang datang menggunakan pakaian adat melayu. Pria dan wanita mebggunakan baju kurung. Pria, lengkap dengan tanjak atau kopiah sementara wanita dengan kerudung dan jilbabnya. warna kuning, hijau, ungu dan warna cerahnya sangat mendominasi.
Arakan Pawai Pengantin Festival Pulau Penyengat 2019
Arakan Pawai Pengantin Festival Pulau Penyengat 2019
 Pawai sudah dimulai seluruh tamu, undangan, warga masyarakat per Kelurahan, Anak sekolah berbaris rapi jali. lengkap dengan atribut lengkap. ada yang memainkan musik melayu lengkap dengan rebana dan gendang. Ada tim parade drumben yang dipimpin mayoret bersama dengan penari yang melempar dan memutarkan bendera. Beberapa barisan terlihat berjalan membawa hantaran pernikahan lengkap dengan beberapa pasang pengantin dengan baju Melayu lengkap. Semuanya menuju balai adat untuk menuju acara pembukaan yang sedianya akan dibuka Gubernur Kepualauan Riau.

Arakan Ibu Ibu kasidahan Festival Pulau Penyengat 2019
Arakan Ibu Ibu kasidahan Festival Pulau Penyengat 2019
Mengambil jalan pintas dengan melewati jalan lain yang berjarak sekitar 600 an meter. Tidak jauh namun cuacanya sangat panas. Jalanan yang dipenuhi warga membuat kami kesusahan untuk lewat makanya jalan pintas inilah yang dicari.

Sambutan Selamat Datang Untuk Semua Tamu
Tarian, nyanyian, musik dan busana yang indah melengkapi rasa “Melayu” hari ini. Tukang Jalan jajan membuktikan bahwa benarlah ungkapan “Belum ke Tanah Melayu kalau belum datang ke Pulau Penyengat. 

Venue Acara Festival Pulau Penyengat 2019
Venue Acara Festival Pulau Penyengat 2019
Tarian Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Tarian Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Saya mendengarkan semuanya dengan seksama sembari berjalan menyusuri Balai Adat yang difungsikan sebagai museum mini Pulau Penyengat. Mengelilingi rumah adat ini sampai saya dipanggil seseorang untuk mecoba sumur air tawar atau perigi yang pertama kali ada di pulau ini. Saya diijinkan untuk membasuh muka dan ternyata air ini bisa langsung diminum. Tubuh benar benar segar dan adem setelah mencoba air di perigi ini.

Perigi Pertama di Pulau Penyengat
Perigi Pertama di Pulau Penyengat
Didalam gedung ini sedang ada pameran buku buku dari masa lampau. Setiap buku rata rata ditulis tangan dengan tulisan Arab Melayu. Disini, peradaban literasi sudah berkembang pesat. Bukunya beragam, mulai dari tuntunan hidup, cerita silsilah, pandangan politik, sastra sampai saya terkesiap ketika melihat buku Kamasutra versi melayu lengkap dengan gambar yang ditulis dengan tangan. 

Baju Sewaan di Rumah Dewan Adat Pulau Penyengat
Baju Sewaan di Rumah Dewan Adat Pulau Penyengat
Masuk di pintu depan langsung disambut dengan Panji Kebesaran kerajaan, Ada peralatan sirih pinang lengkap serta tempat lilin yang sepertinya menjadi hantaran pernikahan. Ada alat musik lengkap, dengan berbagai macam alat musik gendang berbagai ukuran. Jika berjalan dari sudut kiri, menuju ruangan lain disebelahnya akan ada sedikit pameran tentang keindahan bawah laut Kepulauan Riau dan Pulau penyengat, lengkap dengan alat selam. naik keruang utama, akan ada foto foto keluarga Kesultanan Riau - Lingga dan silsilah Raja Ali Haji, Pahlawan Nasional Penulis Gurindam 12. 

Panji Kebesaran Kesultanan Riau Lingga Pulau Penyengat
Panji Kebesaran Kesultanan Riau Lingga Pulau Penyengat
Replika Singgasana berada di bagian depan lengkap dengan peminjaman baju adat di ruangan sebelah kanan yang bisa disewa seharga 20k – 30k. Terdapat replica tulisan asli gurindam 12 yang dicetak besar serta beberapa informasi tentang wisata sejarah dan budaya yang ada di pulau penyengat.

Arakan Tanjak raksasa di Festival Pulau Penyengat 2019
Arakan Tanjak raksasa di Festival Pulau Penyengat 2019

Lokasi Bazaar sebelum pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Lokasi Bazaar sebelum pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019

Musik dan Lagu Melayu di Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Musik dan Lagu Melayu di Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Peserta Pawai Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
Peserta Pawai Pembukaan Festival Pulau Penyengat 2019
 Akh! Akhirnya acara ini resmi dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau dan sekaligus membuka Bazaar yang ada di Halaman Dewan Adat

Keindahan Seni Melayu dalam Pantun, Gurindam dan Kasidah
Bagi tukang jalan jajan, Bisa saling berbalas pantun dalam waktu 60 detik bukan hal gampang. Harus memikirkan dua kalimat penghantar yang memiliki rima sama lalu dua kalimat inti dari jawaban. Tentu ini membuat kemampuan daya tangkap dan kreatifitas mesti wahid. Berpantun merupakan salah satu kebiasaan orang Melayu yang menyebar rata. Mendengarnya asyik, saya lupa apa saja pertanyaan da nisi pantun yang disampaikan tapi beberapa kali saya tak dapat menahan tawa karena lucu dan memancing urat geli untuk bergetar.

 
Lomba Berpantun di Festival Pulau Penyengat
Begitu pula dengan lantunan lagu yang dibawakan peserta lomba Gurindam 12 yang dilagukan per pasal dengan gaya dan model berbeda-beda. Tujuannya satu, memperdengarkan setiap pasal beserta artinya dengan lagu bercengkok Melayu yang indah. Secara bergantian peserta akanmaju dan membawakan Gurindam dengan penghayatan yang luar biasa. Beberapa yang bagus membuat bulu kuduk merinding karena tarikan cengkok dan lengkingan nada-nada tinggi.
Lomba Kasidah di Festival Pulau Penyengat tidak hanya Perempuan saja
Lomba Kasidah di Festival Pulau Penyengat tidak hanya Perempuan saja
Begitu pula dengan kepiawaian memukul rebana dan melantunkan lagu kasidah dengan koreografi yang menarik. Ini juga jadi daya tarik tersendiri. Walaupun diadakan di tempat lain, dilapangan dekat Masjid Sultan Riau, penonton tetap rela untuk datang dan berjubel dibawah tenda. Tak hanya kelompok wanita, kasidah ini juga ada dimainkan kelompok laki laki dan tak kalah hebatnya. Pertarungan budaya di festival penyengat sungguh membuat saya duduk manis menyaksikannya.

Permainan Tradisional Melayu, Menjaga Budaya Bahagia
Walaupun tak melihat langsung banyak sekali permainan tradisional yang dimainkan di Festival Pulau Penyengat 2018. Mulai dari lomba gasing yang seru sampai menangkap bebek ditengah laut. Semuanya mengandung keseruan dan mengundang gelak tawa.

Lomba menangkap bebek di Festival Pulau Penyengat 2019
Lomba menangkap bebek di Festival Pulau Penyengat 2019
Permainan gasing ini mengadu setiap gasing pesertanya. Gasing dari kayu akan dilempar menggunakan tali rami lalu lawan akan menabrakkan gasingnya ke milik lawan, siapa yang berhenti, keluar arena atau rusak maka akan kalah. Begitu seterusnya hingga permainan usai dan ditemukan pemenang.

Lomba Adu gasing di Festival Pulau Penyengat 2019
Lomba Adu gasing di Festival Pulau Penyengat 2019
Ada juga permainan layang layang, yang dimainkan di pinggir laut. menunggu angin menghempas. meliukkan kekiri dan kekanan mengikuti arah angin. Bentuknya yang lucu dan aneh terkadang membuat penonton betah menengadah ke langit hingga pegal. Permainan lain juga seru, berlokasi dipinggir laut, ada tepok bantal diatas bambu dan menangkap bebek dipinggir laut. ini juga seru, tak berduli terbakar matahari dan terminum air laut, sorak sorai penonton membuat peserta tambah bersemangat beradu kemahiran. Seru yang tak bisa ditawar lagi!

Musik dan Tari Penyatu Hati
Ada Iyeth Bustami yang menyemarakkan acara Festival Pulau Penyengat 2019. Suara khas Melayu dengan cengkok mendayu dayu, mampu menghibur seluruh tamu yang datang. Masyarakat lokal maupun wisatawan tumpah ruah untuk menyaksikan hiburan rakyat seperti ini. Rentak gendang berpadu suara, membuat badan tak mampu bertahan untuk tak berdansa.
Iyeth Bustami di Festival Pulau Penyengat 2019
Iyeth Bustami di Festival Pulau Penyengat 2019
Tukang Jalan Jajan sebenarnya tertarik dengan Danggong namun saya tak berkesempatan melihat langsung tarian ini dan susah mencari tahu, apa sebenarnya musik ini. Tapi tak masalah, mungkin lain waktu saya punya berkesempatan untuk bertandang kesana dan melihat langsung. Kabarnya musik ini biasanya diadakan malam hari setelah semua pekerjaan selesai. Duh, penasaran! namun ada beberapa tarian khas lain yang biasa ditarikan juga seperti
Tari Danggong di Festival Pulau Penyengat 2019
Tari Danggong di Festival Pulau Penyengat 2019
1. Tari Melemang
Tari melemang diperkirakan sudah ada sejak abad 12 dan awalnya dikenal sebagai tarian istana Kerajaan Bentan. Tarian yang memadukan unsur tari, musik, dan menyanyi ini mengisahkan tentang kehidupan kerajaan dan dipentaskan oleh 14 orang yang masing-masing memainkan peran. 
Macam Tarian di Festival Pulau Penyengat 2019
Macam Tarian di Festival Pulau Penyengat 2019
2. Tari Makyong
Tarian ini adalah jenis dramatari yang sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Makyong diperkirakan telah ada di Riau hampir seabad yang lalu dan sering kali dipentaskan di pematang sawah selepas memanen padi.
3. Tari Zapin
Tari zapin telah lama berkembang di banyak daerah di Indonesia dan salah satunya di Kepulauan Riau. Tari ini banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan sarat kandungan agama dan  tata nilai.
Macam Tarian di Festival Pulau Penyengat 2019
Macam Tarian di Festival Pulau Penyengat 2019
4. Tari Joged Lambak
Tari Joged Lambak adalah tarian yang kental dengan budaya Melayu. Gerak tariannya cenderung lemah gemulai sementara lagu-lagu yang ditarikan adalah lagu atau irama joget seperti Serampang Laut, Tanjung Katung, dan Anak Kala.
5. Tari Tandak
Tari tandak dikenal sebagai tari pergaulan yang digemari masyarakat setempat dan menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung.

Budaya Melayu Harus Terjaga
Budaya Melayu sebagai akar budaya Indonesia harus dijaga, salah satunya adalah mengadakan festival budaya. Festival Pulau Penyengat 2019 mampu menarik arus wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam karena negara-negara ini memiliki kesamaan unsur Melayu.

Lomba Kuliner Festival Pulau Penyengat 2019
Banyak kegembiraan dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung, lomba dayung bantal di laut, lomba tangkap bebek di laut, lomba gurindam 12, dan kompetisi becak bermotor dekoratif. Tiga acara teratas adalah Malay Fashion Penyengat Serantau, Short Film Netizen Stinger Halal Competition, dan the Halal Competition Stinger Pattern Tour.
Tidak ada alasan untuk melewatkan Festival Pulau Penyengat 2020. Kamu sudah siap untuk datang kan?
Tim CoE Festival Pulau Penyengat 2019
Tim CoE Festival Pulau Penyengat 2019
Ucapan Terimakasih untuk semua pihak yang telah mendukung acara ini sehingga tukang jalan jajan dapat sampai ke Festival Pulau Penyengat 2019

Adios, Mucho Gracias, Mas Yopie and Team, Mas Ben and Team, Genpi dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta teman teman CoE yang tergabung dalam kegiatan ini.

16 komentar:

  1. Acaranya keren-keren ya, banyak pertunjukan budaya.. Spot bagus untuk bikin film dan ambil foto :)

    BalasHapus
  2. Semoga berkesempatan datang ke Festival Pulau Penyengat 2020 ya! Acara yang keren dengan tari-tarian dan kebudayaan Melayu yang terjaga. Jadi nostalgia juga dengan permainan tradisional pada masa kecil.

    BalasHapus
  3. Beneran bakalan takjub dan puas banget bisa mengikuti dan menyaksikan acara Festival Pulau Penyengat, mas. Itu kental banget sama budaya melayunya, disuguhi beragam budaya yang wajib dilestarikan setiap tahunnyaaa.
    Terima kasih untuk sharingnya, mas

    BalasHapus
  4. Suka dengan pakaian mereka, cantik-cantik dan anggun. Melayu sekali. Eh, dulunya aku kira pulau penyengat itu bwntuk dan isinya lebah semua, ternyata ga ya :D

    BalasHapus
  5. Wah seru banget ke festival Pulau Penyengat.boleh nih tahun depan ke sana

    BalasHapus
  6. meriah dan penuh warna yaa festival pulau penyengat ini. semoga tahun depan aku ada rezeki buat nyaksiin festival pulau penyengat. kepengen banget lihat secara langsung. ini harus terus dilestarikan yaa kak

    BalasHapus
  7. Indahnya kesenian dan tradisi, penuh warna dan kehangatan lihat foto-fotonya. Meliputi semua elemen juga yah di masyarakat semuanya berpartisipasi ituh :3

    BalasHapus
  8. Sering denger Pulau Penyengat, ternyata di sana kebanyakan org Melayu ya? Wow budayanya begitu kaya yaaaa.
    Banyak wisatawan dari Brunei, Malaysia dll datang krn emang dulu kyknya nenek moyangnya sama ya :D

    BalasHapus
  9. Beruntung sekali bisa menyaksikan event keren ini dari dekat.

    BalasHapus
  10. Banyak juga acara untuk mengadakan festival Pulan Penyengat, dari mulai pertunjukan musik, tari, lomba pantun sampai lomba menangkap bebek juga ada. Lengkap sekali! Gak pernah menyesal sudah datang ke sana ya, Kak.

    BalasHapus
  11. Asik banget yah festival kayak gini 😍 mau dong nanti main kesana asik banget pasti hhe

    Enychan

    BalasHapus
  12. Semarak sekali acara festival di Pulau Pengengat, beragam tarian dan lagu khas Melayu, makin seru ada Iyeth Bustami, lihat foto dan baca postingan saja sudah merasakan keseruannya, gimana kalau bisa merasakan langsung ya

    BalasHapus
  13. Sebagai mahasiswa sastra Indonesia, aku di kampus tuh seriiiiing banget ngebahas dan tentunya mempelajari seluk beluk budaya melayu sebagai cikal bakal bahasa nasional kita. Terus jadi pengin banget dong ke Pulau Penyengat ini, kental banget budaya Melayu di sana yaa. Inginnnn!

    BalasHapus
  14. Sebagai mahasiswa sastra Indonesia, aku di kampus tuh seriiiiing banget ngebahas dan tentunya mempelajari seluk beluk budaya melayu sebagai cikal bakal bahasa nasional kita. Terus jadi pengin banget dong ke Pulau Penyengat ini, kental banget budaya Melayu di sana yaa. Inginnnn!

    BalasHapus
  15. Saya jadi ingat saat tinggal di Medan.
    Kebanyakan penduduknya berbahasa Melayu dan selalu keren saat membawakan gurindam (meskipun saya kirang paham artinya).

    Pulau Menyengat memang sungguh menakjubkan dari segala sisi.
    Terutama budayanya.

    BalasHapus
  16. Pelaminannya mirip pelaminan adat aceh, jadi ingin mengenal budaya pulau pengengat lebih dalam

    BalasHapus

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.