Tukang Jalan Jajan

Kuliner Tradisional Suku Melanau

Umai dan linut serta tabaloi adalah sekian banyak kuliner wajib coba jika bertandang ke Sarawak.Tukang Jalan Jajan sudah beberapa kali menikmati menu ini namun belum pernah langsung merasakan racikan di tempatnya berasal. Saat mendapat kesempatan berkunjung ke Mukah, Kampung Telian dimana suku Melanau berasal. Sebagai salah satu pusaka kuliner Melanau, Umai wajib dicoba saat datang kesini. Sayapun diajak menginap di Lamin Dana, sebuah guest house yang juga menyimpan banyak cerita tentang suku Melanau.
Kampung Suku Melanau, Sungai Rejang, Kampung Telian, Mukah
Kampung Suku Melanau, Sungai Rejang, Kampung Telian, Mukah

Melanau, Suku Dayak Dari Pinggir Sungai
Suku Melanau adalah suku yang mendiami rumah Panjang sama seperti suku Iban, masih dalam sub suku yang sama, Dayak. Kehidupan mereka lebih banyak dihabiskan sebagai nelayan karena hidup didelta sungai yang dekat dengan laut. Rumah mereka pun kini sudah berubah. dengan rumah tinggal masing-masing namun berkelompok membentuk kampung kampung yang saling terhubung satu sama lain menggunakan jembatan kayu. Rumah dengan tiang yang tinggu, berada ditepi sungai dengan akses menggunakan sampan. Selain sebagai nelayan, suku Melanau juga terkenal dengan kemampuan mereka mengolah sagu yang banyak tumuh dipinggiran Sungai.
Suku etnik Melanau berkumpul di persisiran pantai seperti kawasan lembah utara Sungai Rajang, Igan, Mukah, Oya, dan Bintulu. Masyarakat yang terawal di Sarawak menetap di Mukah. Tukang Jalan Jajan akan mencoba menikmati kuliner wajib.
Makanan Orang Melanau
Sudah bisa dipastikan bahwa makanan setiap suku biasanya dipengaruhi oleh letak geografisnya. Suku Melanau memanfaatkan hasil hutan dan juga hasil sungai dan laut sehingga makanan pokok tidak hanya beras yang ditanam di ladang namun pula sagu dan protein hewani dari berbagai hasil sungai dan laut. Berikut, adalah menu yang sering tukang Jalan jajan nikmati dan kebetulan bertemu langsung dengan peraciknya di kampung Telian, Mukah, Sarawak

Jenis Makanan Orang Melanau, Kampung Telian, Mukah
Jenis Makanan Orang Melanau, Kampung Telian, Mukah
Ayam Pansoh
Beberapa menu memang sudah populer di lidah tukang jalan jajan, seperti manok/manuk/ayam pansoh adalah adalah ayam yang dimasak didalam batang bambu kemudian ditambahkan daun ubi dan beberapa dedaunan yang memiliki aroma yang kuat seperti salam, serai dan daun kunyit tergantung dari sang peracik, kemudian ditambahkan penyedap rasa dan ditutup lalu diletakkan diatas bara api dengan dengan sudut 45 derajat. Jika sudah ada buih yang keluar bearti sudah mendidih dan biasanya ayam sudah matang. Proses pemasakan intens dengan suhu yang terjaga membuat makanan ini matang sempurna dan biasanya daging ayamnya empuk dan juicy.
Sagu Panggang
Saat Tukang jalan jajan berkeliling kampung, ditemukan pula banyak sekali pabrik rumahan yang mengeloh sagu hasil panenan yang didapat dari hutan sekitar. Batang sagu yang sudah dipotong berukuran sama kemudian di parut hingga kemudian direndam dan dibiarkan mengendap. baru kemudian air dibuang dan sagu dipanen . Setelah selesai, biasanya sagu tepung sagu basah setengah jadi akan dibawa ke pabrik dan kemudian diolah untuk dibuat menjadi putih dan baru kemudian dijual.
 
Sagu Panggang berbentuk bulat khas Suku Melanau
Sagu Panggang berbentuk bulat khas Suku Melanau

Tak semua sagu olahan rumahan ini dijual kepabrik. Tepung sagu yang berwarna coklat muda ini ada juga yang diolah ada yang dibuat menjadi makanan tradisional seperti pelet yang dibuat bulat bulat kemudian dipanggang diatas oven besar yang dibuat dari banah liat. Bulatan – bulatan ini akan dimasak dengan bara dan waktu yang cukup lama. sembari dibolak balik dengan kain yang dibuat menyerupai sapu. Sembari menunggu matang, biasanya ibu-ibu ini akan terus membuat bulatan berdiameter setengah sentimeter ini dengan karung goni lembab yang diguncang guncang secara simultan lalu kemudian di masukkan kedalam keranjang rotan sebagai saringan agar mrndapatkan ukuran yang sama
Makanan ini rasanya gurih dan bisanya dijadikan cemilan, memakannya bisa dengan cara mencampurkan dengan kelapa gongseng dan gula merah. Adapula yang mencampurkannya dengan ubi kukus dan memakannya dengan ikan kering. Sagu ini bisa dinikmati langsung tanpa campuran apa apa karena sudah gurih dan renyah.
Umai
Selanjutnya makanan yang paling khas, umai adalah ikan mentah yang diitris tipis tipis, biasanya menggunakan ikan laut yang berdaging tebal kemudian diberi bawang dan cabe yang sudah dihaluskan baru kemudian diberi persan jeruk nipis atau lemon yang banyak sehingga menjadi matang. Biasanya menu ini bisa dimakan dengan nasi, linut maupun sagu. 
 
Umai, Makanan Khas Suku Melanau
Umai, Makanan Khas Suku Melanau

Makanan ini sendiri sangat mudah didapatkan dipasar tradisional di Mukah. Biasanya bersebelahan dengan pasar ikan segar. Penjual akan memotong ikan tipis tipis menggunakan pisau yang sangat tajam kemudian bumbu sudah disiapkan bersama dengan ikan segar tersebut. pembeli tinggal meraciknya dirumah.
Linut
Nah! untuk menemani makanan ini biasanya dibuat juga linut. Linut sendiri persis sama dengan Papeda dari Indonesia Timur dan Ambuyat dari Brunai. Linut adalah makanan pokok yang terbuat dari tepung sagu yang disiram dengan air panas lalu diaduk hingga mengental dengan konsistensi seperti lem. Rasanya gurih dan kenyangnya pun lama.
Tebaloi/Tebalai
Olahan lain dari Tepung sagu adalah penganan bernama Tebaloi. Makanan ini berbentuk lempeng dan renyah. Tebaloi adalah snek dari campuran tepung sagu, kelapa, gula dan telur, cara membuatnya dengan cara disalai diatas pemanggang tradisional dengan bara kayu. 

Tebaloi, Makanan olahan sagu dari Suku Melanau
Tebaloi, Makanan olahan sagu dari Suku Melanau
Biasanya berbentuk segiempat dan memiliki berbagai rasa, mulai dari original, kunyit, strawberry hingga coklat. Tukang jalan jajan sempat melihat cara pembuatan tebaloi. memang sederhana tapi benar benar butuh perjuangan untuk menyelesaikannya. Ruangan yang panas seperti oven, asap kayu yang memedaskan mata juga jadi tantangan. Tapi mempertahankan tradisi seperti inilah yang membuat tebaloi tetap dicintai.
Kuliner memang menjadi salah satu daya tarik berkunjung ke suatu wilayah. Banyak hal Menarik yang bisa dinikmati di kampung Melanau ini. Saya sempat meyisir kampung dengan dua cara, yaitu berjalan dan menggunakan sampan bermotor. Dua perjalanan yang sungguh berbeda. Dua sisi kehidupan yang sangat berbeda. kampung Telian boleh dikatakan masih sangat kuat memegang tradisi dan budaya. Cukup jauh dari kesan modern. Penduduknya ramah dan siap menerima para wisatawan yang datang. Terbukti dari senyum dan cara mereka menjawab setiap pertanyaan yang saya lontarkan.
Lamin Dana Cultural Boutique Lodge
Lamin Dana Cultural Boutique Lodge
Beberapa peninggalan kuno seperti makan dan rumah tua juga masih dirawat dengan baik oleh penduduk kampung. Termasuk beberapa museum yang berisi barang barang kuno dan juga berbagai gerabah dan kerajianan. Dibeberapa sudut juga ada gerai rumahan yang menjual kerajinan khas suku Melanau seperti baju, kerajinan dan makanan.
Jika ingin menikmati suasana sore yang indah, menikmati makanan khas Melanau sekaligus tinggal dan merasakan atmosfir Melanau, tinggalah di Lamin Dana, hostel dengan museum sederhana di lantai satu. Rasakan kemurnian dan kenyamanan tinggal di Lamin Dana dan merasakan langsung bagaimana hidup sebagai orang Melanau.
Lamin Dana dapat dihubungi di
Lamin Dana Cultural Boutique Lodge, Tellian Daya,
96400 Mukah, Sarawak.
Fax: +60 85-643633
Email: genistarose@lamindana.com



15 komentar:

  1. Makanan-makanannya unik-unik, ya. Kayak gimana tuh rasanya? Wkwkwkw... aku belom pernah deh makan makanan Indonesia Tengah-Timur. Kudeeeet banget :D

    BalasHapus
  2. Saya malah baru tahu ada Suku Malanau. Terimakasih nih artikelnya bikin ilmu dan wawasan saya bertambah.

    BalasHapus
  3. sampai sekarang aku penasaran sama makanan pokok yang bernama Papeda itu atau Linut namanya kalau di Malanau suku dayak yah. apakah rasa kenyalnya sama seperti cilok kah? hehehe....soalnya aku suka makanan yang kenyal-kenyal.

    BalasHapus
  4. Foto pertamanya Asyik deh mas diliat, aku jadi bayangkan mereka berbahasa ini. Sagu panggang itu enak lho. Duh kok jadi serasa banyak destinasi menarik yang tertinggal kalau baca blog mu mas hahaha

    BalasHapus
  5. Kirain Serawak Malaysia...Indonesia tengah timur ini ya,..namanya unik2 deh..tp jd penasaran pecngen ke sini juga ...

    BalasHapus
  6. Kuliner khasnya kayanya enak dan penuh gizi, senang sekali ya bisa berkunjung ke sana.

    BalasHapus
  7. kulinernya unik - unik, kebayang sama rasanya yang gak kalah unik dari nama kulinernya yah.

    BalasHapus
  8. Umai, linut dan tabaloi, tiga makanan ini kok namanya unik sekali ya. Dan aku malah baru dengar. Aku sebenarnya bukan penikmat kuliner yang suka hunting makanan kesana-kemari. Tapi, kalau denger jenis makanan yang unik dan asing, jadi tergugah banget untuk nyobain. Kira-kira di Jogja ada gak ya yang jual?

    BalasHapus
  9. Belum pernah nyicipi semuanya, namanya juga unik. semoga bisa nyicipi, penasaran nih.

    BalasHapus
  10. Namanya unik-unik ya bang asing di telinga hehhe..paling penasaran sama ayam yang dimasak pake bambu,pasti enak banget..

    BalasHapus
  11. Sungguh Indonesia ini kaya bangat ya Mas, saya baru tahu ada makanan-makanan seunik ini, duuuh saya jadi penasaran pengen cobain makanan-makanan ini, kayanya nikmat ya Mas. :)

    BalasHapus
  12. Membaca tulisan ini membuat saya jadi tahu beragam suku di nusantara dengan beragam kuliner khasnya, yang masih dimasak secara tradisional dan tentunya kaya cita rasa, penasaran dengan tebaloi, ayam pansoh, umai, lihut, semuanya deh, pasti perjalanan luar biasa ya menyusuri Mukah, Kampung Telian

    BalasHapus
  13. pengen coba gimana rasa tabaloi..kalau dari gambar kelihatan menarik, warnanya hijau gitu

    BalasHapus
  14. Nama nama nya lucu , unik agak susah d sebut dan bakal lupa ni . Liat dr bentuknya kemakan ga ya apalagi yang hijau itu kayak lumut , aneh .tapi seru jalan jalan nya

    BalasHapus
  15. Nama2 kulinernya lucu2 ya kak. Berasa gimana nyebutnya .Moga rasanya juga gokil yah. Ini keknya dekat juga rasa masakan orang Melayu. Jadi masih aman di lidah kita2 yah

    BalasHapus

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.