Adv

Mencecap Melayu Pesisir di Sambal Jambal


Hai. Selamat Hari Buruh Internasional. Saran Pak Jokowi jadilah buruh yang kompetitif dan berdikari! Malam ini saya menjelajah kuliner kembali. Jauh banget lokasinya. Menurut eksplorasi alamat teman saya. Alamatnya di jalan Sepakat 2, Pontianak Kota, Namanya Sambal Jambal, teman saya menambahkan lagi kalau tempat ini berada di Rukan Sepakat 2 di Jalan reformasi 2. Kabarnya walaupun jauh lokasinya. Kata orang Pontianak “tempat jin betendang”. Setelah mengarungi jalan Sepakat 2 di malam hari sembari mencari sepotong-sepotong. Hampir menyerah sampai teman saya yang memberi alamat menghampiri. Jadilah ini makan malam kelam karena jalanannya super gelap.

Siap makan siap kenyang
Menu didepan mata
Yeay! Ketemu. Bangunannya dua lantai tapi sepertinya hanya bagian bawah yang difungsikan. Dibagian dalam ada 6 meja ukuran 6-8 orang dan di bagian luar dijadikan parkiran. Konsepnya ingin menghadirkan nuansa saung yang dikelilingi persawahan dengan beberapa ornamen yang ditambahkan di dinding tapi entahlah karena saya datangnya malam jadi tidak dapat atmosfer persawahan. Meja kursi di buat dengan desain minimalis dari kayu dan tempat membasuh tangan dari potongan gentong. Sekarang mari kita tunggu dengan duduk manis.

Sambal Jambal Cabe Hijau
Begitu meletakkan tulang ekor dengan nyaman, saya langsung dihampiri untuk diberikan buku menu. Jelas dari namanya, hal yang membuat saya penasaran pertama kali tentu dengan sambal jambalnya. Selain itu banyak sekali menu yang disajikan di sini. Ala melayu dan beberapa perpaduan jawa. Pesanan saya yang lainnya adalah ayam rempah 13K, tempe penyet 5K, sambel pete ikan asin biawan 10K, sambel jambal cabe hijau 10K, telor dadar bakar 8K dan semangkuk sayur asem 10K. Tidak lupa es teh jumbo 5K sementara untuk nasi boleh diambil sesukanya alias nambah lagi seharga 5K. Mungkin harganya tidak terlalu mahal namun porsinya terbilang cilik menthik.

Ayam Rempah
Saya sempat bertanya kepada kakak pramusaji, sebesar apakah ikan biawannya? Si kakak menjawab “kire-kire seginilah” sembari menunjukkan 2 jarinya. Namun yang datang hanya sebesar satu jari saja. Benar-benar baby biawan. Tapi jika berbicara masalah rasa, makanan disini mampu menggambarkan citarasa makanan melayu pantai utara. Jambal yang berdaging tebal dan biawan yang bertulang banyak di goreng kering krispi. Asin dan gurih dalam paduan tumisan potongan cabe yang tidak terlalu pedas untuk ukuran lidah saya.

Tempe penyet
Sayur asemnya juga enak, ada nangka, labu siam, kacang panjang, kacang tanah, daun melinjo dan buahnya, ditambah sengan potongan wortel. Matangnya cantik, sayurannya masih ‘melawan’ saat di gigit, tidak lunyu. Kuahnya memang tidak terlalu keruh namun rasa asem, gurih, manis dengan sentuhan terasi membuat semuanya nendang syaraf enak saya. Di tambah dengan tempe goreng yang di penyet dengan bawang putih dan cabe membuat nasi panas sudah cukup buat saya. Sederhana namun punya rasa.

Ikan Asin boawan sambel pete
Saya juga suka dengan ayam pepes terbungkus daun pisang dengan bumbu yang melumuri seluruh permukaan ayam. Aroma Indonesiana begitu padu, rempah-rempah negeri ini memang hebat. Dibungkus dengan daun pisang dan kemudian di kukus lalu di bakar saat akan dihidangkan. Duh! Begitu dibuka sudah bisa terbayang aromanya seperti apa. Daging ayamnya juga empuk dan metode kukus seperti ini jelas mampu menahan semua kenikmatan ayam tetap berada di dalam potongannya. Sedap!

Telur bakar
Masih ada lagi menu yang membuat saya penasaran. Telur bakar! Menu macam apa itu? Awalnya saya berpikir telur utuh yang dilubangi sedikit lalu dipanggang di atas para-para seperti di Thailand. Ternyata ini adalah telur dadar yang di goreng krispi kemudian dipanggang sejenak dan diolesi bumbu bakaran dan kecap. Makanan ini unik dan kreasi yang patut diacungi jempol.

Sayur Asem
Walaupun tempatnya cukup jauh, namun tempat ini punya banyak makanan rahasia melayu yang enak,. Saya belum merasakan sajian disini. Sepertinya tencalok dan telor biasan asin sepertinya sedap. Next time saya akan berkunjung kesini. Jika sudah terlalu lapar dan kebetulan berada di tengah kota sepertinya akan membuat memperparah gejolak perut. Terbayang kalau harus antri dan ramai. Saya menyematkan 7,8 dari 10 untuk makanan di sini. Silakan mlipir dan salam yumces!

Tidak ada komentar

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.