Adv

Jelajah Benteng Merah bergaya Persia Eropa

Setelah melewati lorong kita akan langsung disambut dengan taman yang indah. Di ujung taman itu, sebuah bangunan yang merupakan pintu masuk sesungguhnya berdiri kokoh. Disini tiket akan diperiksa dan disobek. Bangunan tempat pemeriksaan tiket ini juga difungsikan sebagai museum di bagian atasnya. Kita bisa masuk ke museum melalui tangga sebelah kanan menuju ke lantai tiga. Museum kecil ini memajang kisah peperangan Shah Jahan. Termasuk berbagai macam senjata dan baju-baju perang yang digunakan kekaisaran Mughal di masa lampau. Terlihat juga beberapa alat komunikasi saat perang dan tanda-tanda kepangkatan militer kala itu. Tidak terlalu banyak barang yang ditampilkan ditempat ini, namun suasana ruangan yang sejuk dapat membuat saya merasa nyaman sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
 
Melompat bahagia bahagia didepan gerbang Red Fort
Melompat bahagia
Diwani-I-Am sedang ramai dikunjungi
Diwani-I-Am
Sesampainya di luar bangunan ini, saya langsung disambut kembali taman hijau yang asri. Sementara di bagian ujung, terdapat sebuah bangunan yang terlihat seperti aula. Jika bagian benteng dan gerbang benteng terbuat dari bata merah yang berwarna menyala, maka aula ini terbuat dari batu marmer yang diukir manual dengan tangan manusia. Namanya Diwani-I-Am yang berfungsi sebagai Bangsal Umum. Ini adalah ruangan dimana raja menemui tamu-tamunya dari kalangan masyarakat umum. Ruangan yang berbentuk segi empat melebar ini bernuansa "Pietradura" yaitu termbok-tembok yang berkanopi ukiran seperti yang terdapat di Taj Mahal.

Lahore Gate untuk keluar masuk di Red fort
Lahore Gate
Taman di Red Fort yang hijau dan penuh pohon
Taman di Red Fort
Ukiran di salah satu sudut istana
Tepat di depan Diwani-I-Am terdapat Diwani Khas atau Bangsal Pribadi. Ditempat inilah raja biasanya duduk di Singgasana Meraknya sambil menghadiri pertemuan pribadi, atau sekedar menerima laporan-laporan dan saran serta kritik dari sang perdana menteri. Ornamen ruangan ini tidak jauh berbeda dengan bangsal umum yang menggambarkan keindahan pietradura di setiap sisinya.

Ukiran di salah satu tiang Diwani Khas
Diwani Khas
Bangunan khusus lainnya adalah Rang Mahal atau disebut juga Istana warna. Bangunan unik yang terdapat di belakang Diwani-I-Am ini dikhususkan untuk tempat tinggal para istri-istri dan selir-selir raja. Bangunan ini terdiri dari banyak ruangan yang bersebelahan. Menariknya dalam setiap ruangan di Rang Mahal ini dihiasi dengan lukisan-lukisan indah dan segala bentuk ornamen bernuansa keemasan, serta mozaik-mozaik kaca yang memiliki background air mancur berbentuk teratai. Semua keindahan itu merupakan bentuk apresiasi sang raja untuk semua istri dan selir yang dicintainya.

Taman Hijau di salah satu istana dalam Red Fort
Rumput hijau di Taman Istana
Sang Raja juga mempunyai istana pribadi tersendiri yang terletak disebelah utara Rang Mahal. Istana pribadi ini disebut Khas Mahal. Di ruangan inilah sang raja melakukan aktivitas pribadinya. Hanya beberapa orang terdekat raja saja yang bisa diizinkan masuk ke ruangan ini.

tempat pertemuan raja dan tamu
Tempat pertemuan raja dan Tamu
Pancuran dan tempat mandi
Hammam
Yang menarik, di bagian belakang bangunan ini terdapat Hammam. Ini adalah semacam tempat pemandian yang dikhususkan hanya untuk anggota kerajaan, mulai dari prajurit-prajuritnya sampai pejabat kerajaan.

Masjid yang digunakan di dalam benteng
Masjid dalam red fort
jalan dengan selokan di bagian tengahnya
Jalan menuju istana

Berbeda lagi dengan pribadi raja yang satu ini, yang merupakan ruang kerja raja. Namanya Shahi Burj. Bangunan ini berbentuk segi delapan dan letaknya tak jauh dari Diwan-I-Am, tapi sayangnya ruangan ini tertutup untuk umum.

Kolam air yang mengering di tengah istana
Kolam air yang mengering di tengah istana
Tepat berseberangan dengan Istana Rang Mahal terdapat Masjid Moti atau disebut juga dengan Masjid Mutiara. Masjid indah ini dibangun oleh Raja Aurangzeb, penerus tahta kerajaan selepas Shah Jahan.

Taman dan Istana
Sejarah mencatat bahwa Red Fort ini punya peran penting dalam sejarah India. Di Benteng Merah inilah pemerintah kolonial Inggris menurunkan Tahta Bahadur Shah Jafar, sang Raja Mughal terakhir. Ini menjadi penanda berakhirnya kejayaan dinasti Mughal yang telah bertahta selama tiga abad lamanya di semenanjung India.

Taman istana yang rimbun
Taman istana yang rimbun
Tidak hanya itu, di Lahore Gate yang merupakan pintu utama Red Fort, merupakan tempat dimana Jawaharlal Nehru memproklamirkan kemerdekaan India pada tahun 1945 untuk pertama kalinya. Sejak itulah pada tanggal 15 Agustus tahun-tahun selanjutnya, di tempat inilah sang Kepala Negara India membacakan pidato kenegaraannya.

Taman air di Red fort
Taman air
Tiga jam saya menghabiskan waktu di situs yang masuk ke dalam daftar bangunan bersejarah UNESCO. Saya berusaha untuk menjelajah dari ujung ke ujung, tapi sepertinya bangunan-bangunan ini tiada habisnya. Panas dan lelah membuat saya harus beristirahat beberapa kali di tengah taman-taman berpohon rindang. Di bawahnya terdapat juga muda-muda yang asik berpacaran. Tidak jauh beda dengan Indonesia.

ramai dikunjungi oleh masyarakat
Red Fort ramai pengunjung
Hari beranjak siang, waktu saya semakin terbatas. Saya memutuskan untuk bergegas melanjutkan perjalanan ke titik lain yang paling dekat dari Red Fort yaitu Masjid Jama.

Gerbang berukir di dalam Red Fort
Gerbang berukir di dalam Red Fort
Tips : Cara Mendapat Harga Tiket Murah
Ini cerita tidak saya ceritakan di atas, sebenarnya saya mencoba cara iseng untuk mendapatkan tiket murah masuk ke Red Fort. Caranya dengan cuek berbaris di deretan turis lokal. Saat berada di depan konter tiket saya hanya memberi tanda satu dengan jari telunjuk tanpa berkata apa-apa. Petugas akan bertanya, “Where do you come from?” saya menjawab, “Bangladesh”. Maka tiket masuk yang saya dapatkan hanya seharga 15 rupee saja. Saya tidak menyarankan untuk melakukannya kecuali anda ingin berhemat seperti saya

Baca kelanjutan cerita selanjutnya di sini

16 komentar:

  1. hahahaha... Jerry curang nih.. etapi emang kalau mau ngirit ya harus punya taktik tersendiri ya.. btw taman istananya mirup bangunan eropa ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... ada pengarus sedikit dari inggris ... bekas tanah invasi hehehe. namanya juga usaha berhemat kak Yulia heheheh

      Hapus
  2. Kalau ada kesempatan buat terbang ke india pengen banget ketemu sama shah rukh khan ah soalnya ngefans bangedddd x-) :-d

    BalasHapus
    Balasan
    1. di jalanan banyak lho kak yang mirip serius...... cuman mungkin beda nasib kak wida hehehehe

      Hapus
  3. Kolam air di tengah istana kok ngak ada air nya, hayooo kamu boong yaaaa #Kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah di sedottt kak cumi....... takut banyak yang mandi mandi manja berkancut di sana hahahaha

      Hapus
  4. pengen ke Iran.
    Nggak nyambung ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ajakin aku ya mas _rivai. mari kita taklukkan dunia wahahahaha

      Hapus
  5. Kalau saya mah kang lebih baik di indonesia dulu deh karena masih banyak tempat wisata yang keren di indonesia bukan tidak mau ke luar tapi alangkah baiknya untuk mengunjungi semua tempat wisata yang ada di indonesia kalau sudah baru keluar negeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Sayanjuga terkadang pengennya begitu tapi apa daya. Terkadang tiket wisata Indonesia jauh lebih mahal daripada keluar hehehe

      Hapus
    2. Iya mas. Sayanjuga terkadang pengennya begitu tapi apa daya. Terkadang tiket wisata Indonesia jauh lebih mahal daripada keluar hehehe

      Hapus
  6. haha boleh juga ya caranya. Bagaimana kalau ketahuan nipu kaya gtu kang ? atau kalau boleh tahu untuk harga tiket bagi orang indonesia berapa rupee ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aja tiketnya kak... sama seperti orang asing lainnya. Mihil hehehehe

      Hapus
    2. Sama aja tiketnya kak... sama seperti orang asing lainnya. Mihil hehehehe

      Hapus
  7. Wkwkwk...ngga kuat pas baca bagian terakhirnya. Bangladesh ya Mas. Untung kagak di test bahasa urdu or hindi...eh, Bangladesh bahasa y apa yak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha.. petugasnya juga ngga tahu bahasa Bangladesh seperti apa. Cuek bebek aja. Dan PD super tinggi hehehe

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.