Bertemu Lidah dengan Nasi Pecel & Sambal Tumpang Sedep di Pontianak!
Kangen sambal tumpang & pecel otentik di Pontianak? Simak review Nasi Pecel Tulungagung Jl. Prof. M. Yamin yang medok, legendaris, dan bikin nagih!
Semoga tetap lancar ya puasanya, tetap sehat dan semangat bagi yang menjalankan. Sementara buat yang tidak berpuasa, apakah sudah siap untuk ikut saya bertandang ke satu tempat anti mainstream diluar selera orang Pontianak kebanyakan?
![]() |
| Kangen Masakan Jawa? Nemu Nasi Pecel & Sambal Tumpang Sedep di Pontianak |
Kalau iya…. mari nikmati makanan yang legit menggigit dengan citarasa njawani yang lekoh!
Beberapa pengunjung blog ini pasti sudah paham akar rasa yang terekam lebih banyak dilidah saya sejak kecil. Sebagai anak yang dibesarkan dalam masakan jawa timuran yang lekoh, legit dan pedes, masakan berbumbu lengkap adalah puncak selera makan. Makan dari ulekan bumbu yang lebih dari 5 jenis adalah sebuah kewajiban, walaupun bahan masakannya sangat sederhana
Kangen Masakan Jawa? Nemu Nasi Pecel & Sambal Tumpang Sedep di Pontianak!
Ingatan tentang dapur eyang yang penuh asap tipis, aroma kencur yang menyeruak dari cobek, dan satu menu yang visualnya mungkin sederhana tapi rasanya... beuh, nggak ada lawan. Beberapa bahkan dari bahan bahan yang sengaja disimpan supaya kadaluarsa. Pernah coba Sambal Tumpang? Beuuuuh ayolaaah ikut Tukang Jalan Jajan eksplore.
Setelah dapet bisikan dari salah satu sobat jajan, akhirnya kita mendarat di sebuah warung yang penampakannya rendah hati tapi aromanya bikin emosi (emosi pengen cepet makan, maksudnya!). Nasi Pecel Tulungagung, di Jl. Prof. M. Yamin No. 88, Kotabaru.
Pecel Lore, Kenapa Pecel Tulungagung Itu Spesial?
Mungkin banyak dari kalian yang mikir, "Ah, pecel kan gitu-gitu aja, sayur pake bumbu kacang." Wah, kalau kalian ngomong gitu di depan orang Jawa Timur, bisa-bisa didebat sampai pagi!
Mengutip dari berbagai literatur kuliner, ternyata tiap daerah di Jawa Timur punya "aliran" pecelnya masing-masing. Biar kalian makin jago pas kulineran, yuk kita bedah bedanya Pecel Tulungagung dengan saudara-saudaranya:
Nasi Pecel Tulungagung (The Creamy & Fine)
Ini yang lagi kita bahas. Ciri khas utamanya adalah bumbu kacangnya yang super halus. Teksturnya creamy banget karena kacangnya digiling sampai bener-bener lembut (biasanya disaring lagi). Rasanya cenderung manis-gurih yang kalem, tidak terlalu "pedas galak".
| Nasi Pecel Tulungagung (The Creamy & Fine) |
Uniknya lagi, pecel di sini disajikan dengan mentimun dan daun kemangi segar sebagai sidekick wajib.
Nasi Pecel Madiun (The Nutty Legend)
Ini yang paling populer. Bedanya? Pecel Madiun menonjolkan tekstur kacang yang lebih kasar (gerenjel). Bumbunya lebih kental, pekat, dan biasanya rasa pedasnya lebih dominan. Penyajiannya ikonik banget pake pincuk daun pisang dan rempeyek kacang yang lebar-lebar.
Nasi Pecel Blitar (The Bold & Citrusy)
Kalau Blitar, mereka biasanya pakai bumbu yang aromanya daun jeruk banget. Rasanya lebih tajam, pedasnya kick, dan bumbunya seringkali punya warna yang agak lebih gelap dibanding versi Tulungagung.
Nasi Pecel Kediri (The Sweet Balance)
Hampir mirip Tulungagung, tapi biasanya sedikit lebih manis. Dan di Kediri pulalah "pernikahan" antara Pecel dan Sambal Tumpang ini menjadi sangat sakral.
Misteri Sambal Tumpang, "Si Busuk" yang Bikin Candu
Sekarang kita bedah elemen yang bikin warung di Jl. Prof. M. Yamin ini beda. Sambal Tumpang. Banyak orang salah kaprah menganggap Nasi Tumpang dan Nasi Pecel itu sama. Padahal, mengutip dari catatan Linguistik yang dikeluarkan UPN Jatim, secara linguistik dan kuliner, keduanya adalah entitas berbeda namun sering "berkolaborasi".
| Nasi Pecel Tulungagung disiram Sambal Tumpang |
Apa itu Sambal Tumpang? Bahan utamanya adalah Tempe Semangit. Ini bukan tempe basi yang dibuang sembarangan, tapi tempe yang sengaja disimpan lebih lama hingga mengalami fermentasi lanjut (over-fermented). Kalau di luar negeri ada blue cheese yang baunya menyengat tapi dicari orang kaya, nah Indonesia punya Tempe Semangit!
Proses "pembusukan" yang terkontrol inilah yang menciptakan profil rasa smoky, gurih "umami" yang dalam, dan aroma yang sangat spesifik. Begitu tempe ini diulek kasar, dimasak bareng santan, cabai, bawang, dan kunci utamanya, Kencur serta Daun Jeruk maka aromanya bakal langsung bikin perut keroncongan.
Perbedaan Vital (Pecel vs Tumpang)
Beberapa kamus kuliner menyebutkan, perbedaan mendasar ada pada basis bumbunya. Pecel basisnya adalah kacang tanah goreng, sedangkan Tumpang basisnya adalah tempe semangit dan santan. Di warung Nasi Pecel Tulungagung ini, kalian bisa dapet The Best of Both Worlds. Pecel yang legit disiram Tumpang yang gurih aromatik. Boom! Meledak di mulut!
Review Jujur di Pecel Tulungagung
Begitu turun dari motor, harum uap kencur dan daun jeruk dari panci sambal tumpang langsung menyergap. Suasana warungnya homey banget, tipe warung yang bikin kita berasa lagi sarapan di rumah sendiri.
| Nasi Pecel Siram Sambal Tumpang |
Saya langsung pesan menu pamungkas, Nasi Pecel Siram Sambal Tumpang.
Baru Suapan Pertama sudah langsung terasa.... Wah, ini sih "pesta" di dalam mulut! Tekstur bumbu pecel yang halus dan manis ketemu sama rasa sharp dari sambal tumpang yang gurih santan. Ada sensasi pedas tipis yang perlahan naik, tapi langsung diredam sama segarnya sayuran hijau (bayam, tauge, kacang panjang). Daun kemanginya ngasih aroma tambahan yang bikin tiap suapan terasa "bersih".
Lauk Pendamping
- Peyek Udang Rebon, Ini mandatory! Tipis, renyah, dan gurihnya udang rebonnya dapet banget. Kalau pecel tanpa peyek itu kayak cinta tanpa kepastian, gantung, Gengs!
- Tempe Goreng, Garing di luar, empuk di dalam.
- Soto Daging, Buat penawar dahaga atau yang pengen kuah-kuahan, sotonya tipe kuah kuning bening khas Jawa Timuran yang ringan tapi kaldu sapinya kerasa. Dagingnya? Empuk banget, nggak perlu effort buat ngunyah.
Gak Cuma Pecel, Sotonya Juga "Daging Banget"!
Nah, selain pecel, ada satu lagi bintang tamu yang nggak boleh kalian lewatkan di sini, Soto Daging.
| Soto Daging ala Sambel Pecel Tulungagung |
Kalau kalian baca Radar Tulungagung, daerah asalnya memang punya banyak varian soto yang populer. Nah, soto daging di warung ini punya ciri khas yang bikin lidah nggak mau berhenti goyang. Sesuai ulasan di Lemon8 oleh Shinta Dewi Purwa, soto khas Tulungagung itu punya ciri khas kuah yang rempahnya berpadu sempurna.
Kenapa Soto Daging di sini beda?
Kuah Rempah yang "Tipis", Berbeda dengan soto Betawi yang kental santan atau soto Lamongan yang penuh koya, Soto Daging Tulungagung di sini kuahnya kuning bening dengan sedikit sentuhan santan tipis. Rasanya seger tapi tetap gurih rempah.
Daging yang "Mrotol", Daging sapinya dipotong dadu dan dimasak sampai empuk banget. Begitu masuk mulut, langsung hancur tanpa perlu usaha keras buat ngunyah.
![]() |
| Soto Daging ala Sambel Pecel Tulungagung |
Topping Tradisional, Penyajiannya otentik dengan taburan tauge pendek, seledri, dan bawang goreng yang melimpah. Jangan lupa kasih perasan jeruk nipis dan sedikit sambal buat bikin kuahnya makin "nendang".
Makan soto ini bareng tempe goreng yang masih hangat? Ugh, definisi sarapan impian para pejuang subuh!
Lauk Pendamping yang Bikin "Gagal Diet"
Makan di sini kalau polosan itu kayak nonton konser tanpa musik. Kurang dramatis!
- Peyek Udang Rebon, Tipis, renyah, dan gurihnya udang rebonnya dapet banget.
- Tempe Goreng, Garing di luar, empuk di dalam. Pas banget buat cocolan sisa bumbu pecel di piring.
- Aneka Jajan Pasar, Di meja tersedia gorengan dan jajanan homemade yang cocok banget buat penutup atau sekadar camilan sambil nunggu pesanan datang.
Kenapa Harus ke Sini?
Di tengah gempuran kuliner kekinian di Pontianak, kehadiran Nasi Pecel Tulungagung ini adalah sebuah oase. Ini bukan cuma soal urusan perut, tapi soal validasi rasa. Informasi yang kita dapet dari berbagai sumber tadi terbukti nyata di sini. Rasanya autentik, tidak mengalami "distorsi" rasa meski jauh dari tanah asalnya.
| Nasi Pecel Sambal Tumpang Tulungagung |
Harganya? Tenang, sobat dompet tipis! Harganya sangat merakyat. Kalian bisa dapet paket komplit tanpa harus bikin dompet meringis. Pelayanannya juga ramah banget, khas keramahan orang Jawa yang bikin kita ngerasa disambut.
Catatan Tukang Jalan Jajan
Waktu adalah Kunci
Warung ini buka dari jam 07.00 pagi. Saran saya, datenglah sebelum jam 10.00 kalau mau dapet Sambal Tumpang yang masih fresh dan komplit. Karena menu ini favorit banget, seringnya jam makan siang udah ludes!
Custom Pedas
Kalau kalian pecinta pedas garis keras, jangan ragu minta tambahan sambal koreknya kalau tersedia, karena pada dasarnya pecel Tulungagung ini karakternya lebih ramah di lidah (tidak terlalu pedas).
Aneka Jajan Pasar
Jangan lewatkan gorengan dan jajan pasarnya. Semuanya homemade dan cocok buat cuci mulut setelah makan yang gurih-gurih.
Nasi Pecel Tulungagung Wajib Datang
Nasi Pecel Tulungagung di Jl. Prof. M. Yamin adalah jawaban buat kalian yang lagi homesick atau sekadar ingin tahu kenapa orang Jawa Timur sebegitu fanatiknya sama tempe "busuk" (semangit). Rasanya jujur, tempatnya nyaman, dan bumbunya juara.
| Nasi Pecel Siram Sambal Tumpang di Pontianak |
📍 Lokasi: Nasi Pecel Tulungagung, Jl. Prof. M. Yamin No. 88, Kotabaru, Pontianak.
💰 Harga: Sangat Terjangkau!
Wajib datang karena menu sambel pecel disiram sambel tumpang susah dicari
Yuk, langsung diagendakan buat meluncur! Jangan lupa ajak sobat jajan kalian, tceritan pengalaman di kolom komentar, dan bagikan pengalaman rasa kalian. Oh ya, saya masih ada makanan lain yang harus dicobain disini, nasi rawon, sompil dan rujak nya. Next ya! Selamat makan dan salam yumcez!


31 komentar
Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)
Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry
aku kalo ke daerah sekitaran Tulungagung, Kediri, Trenggalek juga nyempatin buat kulineran sambel tumpang ini
masakan yg otentik dan khasss bangettt.
Ternyata dah ada jugaaa di Pontianak yhaaa,
akkk senangnya bs explore kuliner Jatim
Saya yakin akan beda rasanya dengan Pecel Tumpang Tulungagung apalagi dibuat langsung di kota asalnya
Ah gak lama lagi makan ini deh saya
Jadi ngerti mengapa sambil tumpangnya jadi laris manis sampai sering kehabisan, ternyata rahasianya ada pada 'busuk' nya (aku sambil manggut2 bacanya) baiklah.
Itu nasi pecelnya beragam sekali ya dan menu pendampingnya kok menggiurkan sekali. Lagi hujan begini soto daging panas, duh ngeces pisan.
Pecel Tulungagung yang creamy ketemu sambal tumpang tempe semangit, rasanya pasti meledak di mulut.
Kayaknya wajib banget mampir kalau lagi di Pontianak, apalagi harganya ramah kantong. Pecel tanpa peyek itu kayak cinta tanpa kepastian.
Kayanya asyik kali ya sambil jalan-jalan ke Pontianak terus kulineran nasi pecel ini
Tapi, asli ini bikin laper banget siang-siang baca ulasannya! Sebagai pecinta kuliner tradisional, nasi pecel sambal tumpang itu emang kasta tertinggi buat sarapan ya. Apalagi kalau khas Tulungagung yang tekstur tumpangnya punya aroma semangit yang khas banget, beuh... tiada duanya!
Suka banget ama Bang Don mendeskripsikan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manisnya. Jadi kebayang makan di pincuk daun pisang sama rempeyek yang garing, makin komplit deh.
Rekomendasi tempatnya juga oke banget buat jadi wishlist kalau mampir ke Kotabaru nanti. Terima kasih ya sudah berbagi "harta karun" kuliner ini.
Kalau dipikir2, hebat juga ya kuliner Jawa Timur ada tersedia di Pontianak. Dan kalau lagi gak bulan puasa, kita kudu datang pagi2 biar kebagian , menandakan peminatnya memang banyak.
Ternyata banyak juga macamnya per-pecel-an ini, jadinya perlu juga buat daku nyobain satu persatu haha
Nasi pecel abal tumpang ini ciri khas yg patut dicoba ya ka
Bisa ada pecel yang otentik seperti ini
Pecel sambal tumpang emang juara sih enaknya
Kota khatulistiwa emang the best pisan ya. Soalnya Kulineran terasa begitu lengkap bin komplit. Namanya tukang jajan, pasti tau aja deh informasi hidden dan takjub sih sama Nasi Pecel Tulungagung. Kebayang lezatnya itu lho, khas.
Pecel pun ternyata tiap daerah punya ciri khas sendiri ya. Kupikir sama-sama aja. Jarang beli pecel di lyar karena rata-rata rasanya pedas. Biasanya milih bei bumbu jadi yang nggak pedas terus bikin sendiri sayurannya.
Btw itu soto dagingnya menggoda banget. Potongan dagingnya nggak main-main.
Sambel tumpang ini enaaakk. Dulu penjual pecel deket rumahku yang di Sby juga jualan nasi pecel pakai sambal tumpang. Mana sambalnya nggak sekadar formalitas tapi emang pedes. Soalnya emang beberapa ada yang bikin sambal tumpang jadi gurih aja tanpa pedes :D
Waahh selain jual pecel ada soto daging juga yaa. Mrotol karena mudah sekali lepas dari tulangnya gitu ya, berarti emang dibikin empuk banget. Duh kuahnya keknya gurih2 gimana gitu yaa. Cocok buat dimakan saat cuaca adem :D
Tapi jadi penasaran mau ngerasain paduan rasanya ini sih, biasanya aku paling suka sama pecel Madiun soalnya. Yang rasanya agak pedes dan bumbunya pekat itu. Kayanya abis ini aku bakal nyari nih di mana ada pecel sambal tumpang ini deket rumah, ahaha.
Dulu waktu kerja di daerah Rasuna Said Jakarta punya langganan Si Mbah pecel, kayanya pecel Blitar gitu, karena rasanya memang khas banget aroma daun jeruknya, berpadu dengan pedas yang pas, jadinya sensasi kedua rasa ini seger banget sih.
Next, mudah-mudahan bisa icip rasa nasi pecel dengan sambal tumpang Tulungagung ini
Jadi kalau di Kediri tuh bilangnya mau beli: sego pecel, sego tumpang, atau campur, yang artinya nasi dll diguyur sambal tumpang lalu atasnya diguyur sambal pecel. Beuh, enak tenan. Nah, karena Kediri Kota Tahu, maka lauknya biasanya tahu (plus peyek). Seporsi untuk warung di kampung Rp 5.000 kalau tempat yang bagusan Rp 8.000. Muarh Meriah
Ini harganya terjangkau bener...
Nah, kalau sotonya , memang di Kediri dan sekitarnya kuahnya ringan, enggak berat..jadi jatuhnya segeeer
Duh, kangen makan...minggu depan mudik langsung gas, tuntaskan!
Yang saya tahu pecel memang khas nya itu bumbu kacangnya. Ternyata bisa ditentukan dengan tekstur bumbu kacang itu sendiri juga ya
Sudah begitu nih, sebagai pembaca, selama baca ceritanya Bang Dodon tentu saja aku auto ngebayangin suasana beserta jajaran menunya yang muncul di foto pun yang dituliskan. Peyek Udang Rebon-nya itu lho sebagai pelengkap. Duh duh duh....