Makanan Jepang VS Makanan Indonesia

Eksplorasi perbandingan komprehensif kuliner Jepang vs Indonesia. Temukan kesamaan bentuk, bahan, sejarah, serta rahasia cita rasa unik keduanya!
Suka makanan Jepang ngga? Saya lumayan suka sih. Berhubung bumbunya tidak terlalu kencang dan boleh dikatakan masuk kategori makanan sehat, banyak olahan makanan Jepang yang masuk ke Indonesia dan menggempur makanan lokal yang ada. 

Makanan Jepang VS Makanan Indonesia
Makanan Jepang VS Makanan Indonesia

Padahal kalau kita cermati dan lihat dengan seksama, ada beberapa kemiripan antara makanan Indonesia dan makanan Jepang. 

Beberapa orang pasti akan bertanya-tanya apakah karena kita masih dalam satu rumpun Asia sehingga banyak kemiripan makanan? Ada juga yang berpikiran kemungkinan akibat Indonesia pernah dijajah Jepang sehingga ada akulturasi budaya dan makanan? 

Setelah membaca tulisan ini, semoga ada pencerahan sehingga pertanyaan kamu bisa terjawab. Walaupun bukan kesimpulan mutlak itu yang dicari, mudah-mudahan artikel ini bisa menambah referensi dan ilmu atau sekedar bacaan sebagai pengisi waktu luang. Setelah ini, jangan lupa untuk berburu dan sekedar menikmati makanan ini sebagai pembanding langsung di meja makan. 

Sekali lagi saya ingatkan bahwa level enak akan berbeda pada setiap orang, tergantung bagaimana lidah seseorang mencicipi dan bagaimana kebiasaan menikmati makanan di rumah. Sebab sesungguhnya, lidah kita akan terbentuk ketajamannya oleh masakan buatan ibu.

Memahami Filosofi Bumbu dan Cita Rasa Dua Negara

Cba deh, sebelum jauh melangkah dan membandingkan menu demi menu, penting untuk paham bahwa perbedaan dasar filosofi memasak antara Jepang dan Indonesia.

Kuliner Jepang sangat mengagungkan rasa alami dari bahan makanan (shun). Olahan masakan Negeri Sakura cenderung minim rempah yang tajam, mengandalkan teknik pengolahan segar, serta bumbu dasar sederhana seperti dashi (kaldu ikan/rumput laut), shoyu (kecap asin), mirin, dan miso. Prinsip ini melahirkan makanan yang bersih, segar, dan menyehatkan.

Sebaliknya, kuliner Indonesia adalah perayaan rempah-rempah yang kaya dan berani. Penggunaan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, jahe, galangal, serta santan dan gula merah memberikan karakter rasa yang kompleks. Rasa gurih, pedas, manis, dan asam saling bertumpuk harmonis.

Meskipun filosofi rasanya tampak berseberangan, secara visual dan teknik penyajian, ternyata banyak sekali makanan dari kedua negara ini yang bagaikan "pinang dibelah dua".

Kesamaan dan Kemiripan Menakjubkan Makanan Jepang dengan Indonesia 

1. Kue Bugis dengan Mochi 

  • Mochi
    Mochi adalah kue khas Jepang yang terbuat dari beras ketan. Beras ketan tersebut ditumbuk hingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk bulat. Di Jepang, mochi sering dibuat dan dikonsumsi pada perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan Tahun Baru Jepang. Mochi memiliki tekstur yang sangat khas, yaitu kenyal di gigitan pertama dan lengket yang nikmat. Mochi tradisional Jepang umumnya diisi dengan pasta kacang merah (anko). 
  • Kue Bugis
    Kue tradisional Indonesia ini terbuat dari adonan tepung ketan yang diisi dengan 'unti' yaitu parutan kelapa muda yang dimasak bersama gula merah dan harum pandan. Kue Bugis berbentuk bulat dan biasanya dibungkus dengan daun pisang. Tepung ketan hitam juga sering digunakan sebagai variasi adonan. 
  • Perbandingan
    Mochi dan Kue Bugis sama-sama mengandalkan kekenyalan beras ketan. Perbedaan mencolok terletak pada isinya: mochi berisi pasta kacang merah manis, sedangkan Kue Bugis diisi unti kelapa gula merah nan gurih-manis beraroma daun pisang. (Selain Kue Bugis, jajanan seperti kue putri mandi juga kerap disandingkan dengan mochi). 

    Kue Bugis dengan Mochi
    Kue Bugis dengan Mochi 

2. Lemper dengan Sushi Roll 

  • Lemper
    Penganan legendaris Nusantara yang terbuat dari ketan gurih yang dimasak bersama santan, dengan isian abon atau suwiran daging ayam berbumbu. Lemper dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus atau dibakar aromatis. Lemper sangat populer sebagai pengganjal perut sebelum hidangan utama. 
  • Sushi Roll (Makizushi)
    Hidangan Jepang berupa nasi berbutir pendek yang dibumbui cuka beras, garam, dan gula, lalu digulung bersama lauk (neta) berupa makanan laut segar, daging, atau sayuran. Gulungan sushi dilapisi dengan nori (rumput laut kering). 
  • Perbandingan
    Bentuk silinder memanjang (roll) dari lemper dan sushi roll sangatlah identik. Perbedaannya terletak pada pembungkus dan rasa nasi: sushi memakai nori bersensasi masam-segar, sementara lemper memakai daun pisang dengan aroma ketan santan yang gurih meresap.

    Lemper dengan Sushi Roll
    Lemper dengan Sushi Roll 

3. Dorayaki dengan Kue Apem 

  • Dorayaki
    Wagashi (kue tradisional Jepang) berbentuk bulat tembam yang terdiri dari dua lembar panekuk lembut direkatkan dengan isian selai kacang merah. Dorayaki populer secara global melalui serial anime Doraemon. Di Indonesia, isiannya telah disesuaikan dengan selera lokal seperti cokelat dan keju. 
  • Kue Apem
    Camilan tradisional Indonesia berbasis tepung beras, santan, dan ragi tape. Apem dicetak bulat dan memiliki tekstur empuk berserat lembut. Terdapat variasi apem putih hingga apem gula merah (seperti Apem Kesesi). 
  • Perbandingan
    Secara tampilan visual, bentuk bundar dengan warna kecokelatan hasil pemanggangan membuat dorayaki sangat mirip dengan apem panggang. Bedanya, dorayaki adalah tangkupan dua kue dengan Isian pasta manis, sedangkan apem dibakar tunggal dan disajikan polos atau bersanding dengan taburan kelapa parut. 

    Dorayaki dengan Kue Apem
    Dorayaki dengan Kue Apem 

4. Onigiri dengan Lontong Isi

  • Onigiri
    Nasi kepal khas Jepang yang dipadatkan sewaktu masih hangat hingga berbentuk segitiga atau bulat melingkar. Biasanya diisi dengan ikan salmon, umeboshi (acar plum), atau tuna mayones, lalu diberi pegangan lembaran nori. 
  • Lontong Isi/Arem-arem
    Nasi yang dipadatkan dalam bungkusan daun pisang dan direbus hingga matang sempurna. Lontong isi di Indonesia umumnya diisi dengan tumisan kentang-wortel, ayam, atau oncom berpenyedap rempah.
  • Perbandingan
    Kedua makanan ini berfungsi praktis sebagai "makanan bekal yang mengenyangkan". Keduanya berbahan dasar nasi padat yang diberi isian lezat. Bedanya, Onigiri dipegang langsung dengan alas nori, sedangkan Lontong Isi dipegang menggunakan daun pisang pelindungnya.

    Onigiri dengan Lontong Isi
    Onigiri dengan Lontong Isi

5. Ramen dengan Mie Ayam Pangsit 

  • Ramen
    Mie kuah khas Jepang hasil olahan tepung terigu gluten tinggi dan air alkali (kansui). Disajikan dalam mangkuk berisi kuah kaldu kaya rasa (kaldu ayam, babi, atau seafood), lengkap dengan topping seperti chashu, telur rebus ajitama, menma, serta daun bawang. 
  • Mie Ayam Pangsit
    Sajian mie favorit di Indonesia. Mie terigu disajikan dengan minyak bumbu gurih, kuah kaldu terpisah atau langsung, ditimbuni topping semur ayam cincang, sawi hijau, serta dilengkapi pangsit basah maupun pangsit goreng renyah. 
  • Perbandingan
    Keduanya merupakan menu mie kuah legendaris yang menyajikan kombinasi mie kenyal, kuah kaldu gurih, serta pelengkap pangsit. Ramen menonjolkan kekuatan kaldu cair yang kental, sedangkan Mie Ayam Indonesia menonjolkan topping ayam berbumbu manis-gurih yang meresap.

    Ramen dengan Mie Ayam Pangsit
    Ramen dengan Mie Ayam Pangsit 

6. Okonomiyaki dengan Martabak Telur 

  • Okonomiyaki
    Sering dipanggil sebagai "pancake gurih ala Jepang". Terbuat dari adonan tepung terigu encer, dashi, telur, dan irisan kubis halus, dicampur makanan laut atau daging, lalu digoreng di atas plat besi (teppan). Disajikan dengan saus okonomiyaki, mayones, katsuobushi, dan aonori. 
  • Martabak Telur
    Sajian berkulit renyah dari adonan tepung yang diputar tipis, diisi dengan kocokan telur (bebek atau ayam), irisan daun bawang melimpah, dan cincangan daging sapi/ayam gurih. Digoreng dalam minyak melimpah di wajan datar dan disajikan bersama kuah cuka asam-manis-pedas. 
  • Perbandingan
    Baik Okonomiyaki maupun Martabak Telur diolah di atas plat wajan datar, berbahan dasar telur, daging, serta daun bawang/kubis. Okonomiyaki bertekstur lembut mirip dadar tebal, sementara Martabak Telur memiliki kontras tekstur kulit luar super renyah dengan isian padat gurih. 

    Okonomiyaki dengan Martabak Telur
    Okonomiyaki dengan Martabak Telur 

7. Bakwan Sayur dengan Kakiage 

  • Kakiage
    Variasi tempura khas Jepang yang mengombinasikan irisan sayuran tipis seperti wortel, bawang bombay, dan buncis yang dibalut adonan tepung terigu dingin, lalu digoreng garing dalam minyak panas. 
  • Bakwan Sayur/Bala-Bala
    Gorengan favorit Nusantara berbahan adonan tepung terigu yang diisi kol, wortel, toge, dan daun bawang. 
  • Perbandingan
    Keduanya sangat mirip hingga sering membuat wisatawan terkejut. Kakiage memiliki tekstur lebih ringan dan renyah (crispy) khas tempura, sedangkan Bakwan Sayur memiliki adonan yang sedikit lebih padat dan bumbu yang gurih berbawang.

    Bakwan Sayur dengan Kakiage
    Bakwan Sayur dengan Kakiage 

8. Gyoza dengan Pangsit 

  • Gyoza
    Pangsit khas Jepang yang berisi daging cincang (ayam atau babi), kubis, jahe, dan bawang putih yang dibungkus kulit tipis. Gyoza umumnya dimasak dengan teknik pan-fry (bagian bawah garing, atas dikukus). 
  • Pangsit
    Olahan olahan daging ayam atau udang cincang yang dibungkus lembaran tepung terigu. Di Indonesia, pangsit disajikan dengan cara direbus dalam kuah sup atau digoreng crispy. 
  • Perbandingan
    Komposisi bahan dan pembungkus gyoza serta pangsit pada dasarnya sama. Perbedaannya terletak pada teknik memasak gyoza yang khas dipanggang-kukus pada satu wajan, serta penggunaan saus pencelup berbahan soy sauce dan cuka. 

    Gyoza dengan Pangsit
    Gyoza dengan Pangsit 

9. Yakitori dengan Sate Ayam 

  • Yakitori
    Sate khas Jepang berupa potongan daging ayam segar yang ditusuk bambu, lalu dipanggang di atas arang. Yakitori disajikan polos dengan garam (shio) atau diolesi saus manis-gurih (tare). 
  • Sate Ayam
    Potongan daging ayam berbumbu khas Indonesia yang ditusuk bambu dan dibakar di atas arang. Disajikan melimpah dengan siraman bumbu kacang gurih manis atau bumbu kecap pedas irisan bawang. 
  • Perbandingan
    Konsep memasak daging di atas tusukan kayu bakar arang membuat kedua hidangan ini sangat serupa. Yakitori mengedepankan rasa asli rasa daging ayam segar, sedangkan Sate Ayam Indonesia kaya akan saus kacang tebal dan marinasi rempah sebelum dibakar. 

    Yakitori dengan Sate Ayam
    Yakitori dengan Sate Ayam 

10. Klepon dengan Dango 

  • Dango
    Dessert tradisional Jepang berbentuk bola-bola kecil dari tepung beras (mochiko). Dango ditusuk dengan bambu (biasanya isi 3-4 butir) dan disajikan dengan sirapan saus manis gurih (mitarashi) atau pasta kacang merah. 
  • Klepon
    Makanan tradisional Indonesia dari tepung ketan yang diberi warna hijau alami daun suji/pandan. Di dalamnya diisi gula merah cair yang akan meleleh saat digigit, dan bagian luarnya dibaluri parutan kelapa kukus yang gurih. 
  • Perbandingan
    Keduanya merupakan olahan bola-bola tepung beras/ketan yang kenyal. Klepon menyimpan kejutan gula merah lumer di bagian dalam, sedangkan Dango mengandalkan siraman saus atau topping di luar permukaan bola-bolanya.

    Klepon dengan Dango
    Klepon dengan Dango 

11. Gohu Ikan dengan Sashimi 

  • Sashimi
    Makanan laut segar khas Jepang (seperti salmon atau tuna) yang diiris tipis dan disajikan mentah. Dinikmati bersama parutan wasabi, jahe (gari), dan celupan shoyu. 
  • Gohu Ikan
    Kuliner khas Ternate, Maluku Utara, yang dijuluki "Sashimi Ternate". Terbuat dari daging ikan tuna atau cakalang segar mentah yang dipotong dadu, dicampur perasan jeruk nipis, garam, kemangi, lalu disiram minyak panas bekas tumisan bawang merah dan cabai rawit. 
  • Perbandingan
    Keduanya membuktikan tradisi mengonsumsi ikan mentah segar di negara kepulauan. Sashimi menyajikan rasa murni ikan, sementara Gohu Ikan meledak dengan kombinasi rasa asam segar, pedas, dan gurih minyak aromatis.

    Gohu Ikan dengan Sashimi
    Gohu Ikan dengan Sashimi 

12. Yakisoba dengan Mie Goreng Indonesia 

  • Yakisoba
    Mie goreng ala Jepang yang ditumis bersama irisan daging, kubis, wortel, dan disiram saus yakisoba yang bercita rasa gurih, manis, dan sedikit asam. 
  • Mie Goreng Indonesia
    Olahan mie kuning yang ditumis bersama bumbu halus (bawang, cabai), kecap manis, telur, sayuran, serta daging ayam atau bakso. 
  • Perbandingan
    Keduanya merupakan street food berbasis mi goreng yang sangat populer. Mie goreng Indonesia didominasi rasa gurih manis dari kecap manis, sedangkan Yakisoba didominasi saus rempah Worcestershire khas Jepang. 

    Yakisoba dengan Mie Goreng Indonesia
    Yakisoba dengan Mie Goreng Indonesia 

13. Nikujaga dengan Semur Daging 

  • Nikujaga
    Masakan rumahan Jepang berupa rebusan daging sapi/babi, kentang, wortel, dan bawang bombay dengan kuah dashi, kecap asin, dan mirin yang manis-gurih lembut. 
  • Semur Daging
    Olahan rebusan daging sapi dan kentang dalam kuah kecap manis melimpah yang diperkaya bumbu rempah seperti pala, cengkeh, dan kayu manis. 
  • Perbandingan
    Secara visual hidangan kuah cokelat berisi potongan daging dan kentang ini sangat mirip. Semur memiliki karakter rasa rempah herbal yang tajam dan manis kental, sedangkan Nikujaga berkuah lebih bening dengan rasa gurih tipis yang menenangkan.

    Nikujaga dengan Semur Daging
    Nikujaga dengan Semur Daging 

Perbandingan Kuliner Jepang vs Indonesia

Perbandingan Kuliner Jepang vs Indonesia
Perbandingan Kuliner Jepang vs Indonesia

Mengapa Makanan Kedua Negara Bisa Sangat Mirip?

Melihat banyaknya kesamaan di atas, muncul pertanyaan mendasar: Mengapa kuliner Indonesia dan Jepang memiliki banyak kemiripan? 
  1. Kesamaan Geografis dan Rumpun Asia
    Baik Indonesia maupun Jepang adalah negara kepulauan (archipelagic state) di Benua Asia. Kedua bangsa sangat bergantung pada beras sebagai bahan makanan pokok serta hasil laut/ikan sebagai sumber protein utama.
  2. Penggunaan Bahan Dasar Lokal yang Serupa
    Ketersediaan tanaman seperti beras ketan, kelapa, umbi-umbian, dan kedelai di kawasan Asia mendorong terbentuknya olahan makanan dengan konsep serupa (seperti membungkus makanan dengan daun atau membuat adonan kenyal dari tepung ketan).
  3. Jejak Sejarah dan Akulturasi
    Kehadiran Jepang di Indonesia pada masa lampau serta jalur perdagangan sejarah Asia turut membuka ruang pertukaran budaya kuliner, teknik memasak, hingga adaptasi resep.

Kemiripan Rasa, Tradisi, dan Akulturasi Kuliner yang Memikat

Pada akhirnya, perdebatan antara Makanan Jepang VS Makanan Indonesia bukan tentang mana yang lebih unggul, melainkan tentang eksplorasi cita rasa. Makanan Jepang menawarkan kelezatan yang menenangkan, sehat, dan mengagungkan kesegaran alami. Sementara makanan Indonesia memberikan ledakan rasa yang meriah, kaya rempah, serta memanjakan lidah yang menyukai bumbu kuat. 

Level kelezatan akan selalu kembali pada kebiasaan serta memori rasa yang terbentuk di rumah masing-masing. Jadi, setelah membaca perbandingan ini, makanan mana yang ingin kamu buru dan nikmati hari ini? Selamat makan dan Salam Yumcez!


Warga negara Indonesia yang cinta budaya dan kuliner Indonesia dan sekarang menetap di Pontianak. Berprinsip belajar terus menerus dan berusaha tetap dinamis. Berpikiran bahwa hasil tidak akan menghianati usaha serta percaya bahwa rejeki tidak mungkin tertukar.