Tukang Jalan Jajan

Rajati Flower Garden, Kebun Bunga Elok Ala Warga

Rasanya sekarang semua orang haus akan tempat fotogenik untuk ber swafoto dan masing masing orang berlomba menciptakan lokasi itu. termasuk taman bunga baru di Rasau Jaya yang diberi nama Rajati Flower Garden. Sesuatu yang baru tentu gampang menjadi viral. Otomatis, pengunjung akan berdatangan dari segala penjuru, termasuk saya yang harus jauh jauh menempuh 33 kilometer dengan durasi satu jam untuk mencapai kesana. Bagaimana cerita seru Tukang Jalan Jajaln di Rajati Flower Garden?
 
Rajati Flower Garden, Kebun Bunga Elok Ala Warga
Rajati Flower Garden, Kebun Bunga Elok Ala Warga
Rajati Flower Garden, Unik dan Menarik
Mengambil kependekan dari Rasau Jaya Tiga yang kemudian disingkat Rajati menghadirkan berbagai macam keindahan bunga. Temanya Flower Garden atau taman bunga, tentu mata akan dimanjakan oleh berbagai bentuk dan tampilan bunga warna warni yang bisa mekar sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Iklim yang tropis dengan suhu yang lumayan panas membuat daerah khatulistiwa cocok untuk tanaman bunga.

Kain Warna Warni Rajati Flower Garden
Kain Warna Warni Rajati Flower Garden
Sambil menyisir taman bunga dikiri dan kanan jalan besar, tukang jalan jajan mencoba mencari tahu, nama nama bunga tersebut
Celosia merupakan salah satu tanaman hias bunga klasik yang kecantikannya tidak kalah dengan bunga lainnya. Celosia dikenal pula dengan nama bunga jengger ayam dimana bentuk bunga yang dihasilkan menyerupai jengger merah ayam jantan yang ada di atas kepala ayam.
Celosia Rajati Flower Garden
Celosia Rajati Flower Garden
Tanaman bunga unik yang satu ini berasal dari Amerika. Tangkai bunga tumbuh meruncing ke atas dan diikuti bunga-bunga dengan tekstur yang kaku. Anda bisa mencoba menanamnya di rumah untuk menambah semarak pada taman Anda. Selain itu ada beberapa bunga lain berwarna merah dan kuning yang tampak memenuhi bagian ujung bunga. Jika ditanam berdekatan maka akan terlihat cantik saat di foto.

Celosia Rajati Flower Garden
Celosia Rajati Flower Garden
Bunga ini adalah termasuk kedalam suku Asteraceae yang sangat populer karena salah satu penghasil kuaci dan minyak, biasanya bunga ini akan tumbuh semusim. Konon, tanaman bunga matahari ini sudah ditanam semenjak ribuan tahun silam oleh orang-orang Indian Amerika Utara. Namun, saat ini penyebaran bunga matahari di daerah amerika semakin luas sehingga sampai ke daratan Amerika selatan, Ukraikan, dan juga Eropa. Biasanya, tanah yang subur dan hangat adalah tempat paforit dari tanaman bunga matahari ini. 
 
Bunga matahariRajati Flower Garden
Bunga Matahari Rajati Flower Garden
Oleh karena itu, tanaman bunga matahari ini dapat tumbuh di daerah yang memiliki iklim subtropik.

Ragam Permainan Rajati Flower Garden
Selain berfoto dengan bunga – bunga indah disini, pengunjung juga bisa menikmati permainan lain. Bagi yang membawa keluarga untuk berkunjung ke Rajati Flower Garden tersedia bebek engkol yang dilepas di sungai yang berada diseberang taman. Cukup membayar 10K maka akan ada waktu 10 menit untuk berkeliling dan berputar putar disekitar sungai ini. bisa dinaiki 2-4 orang karena bebek engkol ini tersedia dalam beberapa ukuran. Puas? jelas tidak, terlalu sebentar bahkan belum sempat menikmati apa apa karena harus menyesuaikan diri dengan bebek engkol (bagi yang baru pertama kali) dan disibukkan dengan mengengkol kesana kemari.

Bebek Engkol Rajati Flower Garden
Bebek Engkol Rajati Flower Garden
Selain itu ada tembok yang digambar 3 dimensi untuk dijadikan latar belakang mengambil foto selain itu disekitar lapangan ini ada permainan anak seperti komedi putar, becak mini, sampai kendaraan yang dimodifikasi untuk dinaiki beramai ramai dengan rute berkeliling lokasi ini. Mirip kereta api atau TAYO ya?.

Tayo di Rajati Flower Garden
Tayo di Rajati Flower Garden
Jika lapar, banyak tersedia tenda-tenda makan sederhana yang menyediakan makan cepat saji yang tinggal dimasukkan ke minyak panas seperti aneka sosis, kue ikan dan telur gulung yang tinggal siram saus cabe dan kecap lalu dimakan panas panas. Saya tetap lebih senang makanan tradisional seperti pecal atau bakso. makan ditempat selain supaya tidak repot, tidak pula menambah sampah.

Wisata Alam Perlu Kesadaran
Kelemahan netizen terhadap hal baru adalah tak mampu menjaga keindahan itu tetap nyaman dilihat mata. Tukang Jalan jajan terkadang gatal untuk sekedar mengingatkan para netijen yang dengan anarkis menerobos bagian tengah taman bunga untuk selfie atau berfoto sehingga membuat bunga jadi rusak dan tiba tiba terbelah dua seperti ada jalan tikusnya, seperti botak akibat salah cukur. Tampilannya tak lagi indah

Pengunjung Rajati Flower Garden Selfie di balik bunga
Pengunjung Rajati Flower Garden Selfie di balik bunga
Ada juga netijen terutama wanita yang gemas towal towel bunga sehingga rusak, lebih ekstrimnya lagi, ada yang dengan sengaja memetiknya. Duh! kasian petani bunga yang sudah susah payah menanamnya. kembangnya rusak diambil orang tak bertanggung jawab. walaupun ada poster besar yang mengingatkan untuk tak merusak bunga termasuk memetiknya, semua hanyalah tulisan tanpa pemahaman.

Menara Rajati Flower Garden
Menara Rajati Flower Garden
Sampah juga menjadi masalah di Rajati Flower Garden. Walaupun sudah disediakan tempat sampah, tetap saya kebiasan bungkus cemilan meninggalkan masalah. ada sampah plasti bekas minuman, botol minuman, tusuk sate, kantung plastik hitam dan bening serta tissue. Keberadaan tong sampah seperti dianggap hampa tanpa harga.

Wisata Kekinian VS Netizen
Tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah membentuk kesadaran agar lokasi wisata tetap bersih dan nyaman dilihat. Netizen harus bisa menjaga perilaku dan antri dalam segala macam kegiatan wisata. Tak sabar dan berebutan membuat bunga yang ada di Rajati menjadi rusak. Mengapa tidak bergantian saat selfie supaya tak menumpuk dan melihat latar belakang yang tak sesuai.

latar belakang selfie di Rajati Flower Garden
latar belakang selfie di Rajati Flower Garden
Yuk jaga lokasi wisata yang dikunjungi dan berpikirlah bahwa setelah kita masih ada orang lain yang ingin menikmati keindahannya.


19 komentar:

  1. Iya setuju jangan untuk dapatkan angle foto sampai merusak tanaman yang sudah sedemikian rupa ditata, dijaga dan dirawat ya.

    BalasHapus
  2. Bunganya cantik banget, dah lama gak melihatnya, klo di kampungku dulu namamnya Bunga Jengger Ayam hahaha
    Pengen punya bibitnya.

    Tamannya jadi makin cantik klo ada bunga warna warni begitu.

    BalasHapus
  3. Lumayan keren dan instagramable tempatnya ini Mas. Di daerah mana ya? Semoga keindahannya tidak segera dirusak oleh pemuja swafoto yang demi dapat gambar yang bagus terun nginjak-nginjak tanaman bunga..

    BalasHapus
  4. Pengen main ke situ juga, tapi belum sempat, hmm. Moga segera punya waktu buat ke sana.

    BalasHapus
  5. Ini tamannya dimana mas pingin juga main kesitu dan kalau berkunjung kesitu apa dikasih bibit

    BalasHapus
  6. Wuih, cantik ya bunga-bunganya. Dan iya, yang jadi masalah, itu suka jadi cepet rusak gara2 pengunjung yang kepengen foto aneh2. Semoga bisa dijaga terus kecantikannya. :)

    BalasHapus
  7. Duh ini sih angel kesukaan aku banget untuk berfoto, jadi pengen deh foto2 disini. Banyak banget spot foto yg bagus yah, yg pasti penuh dengan bunga2.

    BalasHapus
  8. Duh sayang ya bunga yang cantik rusak gara-gara kepuasan hasil foto, semoga di balik foto yang cantik tidak ada tanaman yang rusak dan hilang keindahannya

    BalasHapus
  9. Semaki keren ini klo bnyk ruang terbuka aplg isiny bunga dan pepohonan menambh resapan air Dan tmpt hiburan yg murah bg warga sekitar

    BalasHapus
  10. Nah, inget tuh, jangan berebutan selfie tar bunga keinjek2 malah mati semua.. kayak kejadian di salah satu taman bunga di Jawa kemarenan.

    BalasHapus
  11. Dilemanya wisata alam gini nih, alamnya ngeri malah kenapa-kenapa. Semoga pengunjungnya lebih teredukasi lagi ya kedepannya. Atau malah om dodon bisa membantu warga memberi papan peringatan. hehe

    BalasHapus
  12. Berfoto dengan mengambil banyak gambar gak masalah, yang penting tetap dirawat tamannya jangan dirusak

    BalasHapus
  13. Kesadaran netizen memang masih sangat rendah, kadang mereka gak hiaraukan akibatnya dari apa yang mereka lakukan.. Bisa kali om kasih tips2 agar gak merusak Tempat wisata yang kita datengin heheh

    BalasHapus
  14. Keren ya bunga-bunganya. Harusnya pengunjung yg tertangkap basah merusak sebaiknya didenda / diberikan hukuman sosial supaya jera

    BalasHapus
  15. Saya sering bolak balik Dari Supadio - Rasau
    taunya lapangan tembak aja hahahaha

    Dimana ini precisely lokasinya ya bang Jerry?

    BalasHapus
  16. Suka gemes sama org yg ga bisa jaga adab nya di tempat wisata. Apalagi sama metik/ngerusakin tanaman yg jelas2 jadi komoditi utama kawasan itu sebagai daya pikat suatu destinasi

    BalasHapus
  17. Enak ya Kak sekarang semakin banyak ruang terbuka yang instgrammable. Semoga masyarakat dan para pengunjung tetap menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada disana yaa!

    BalasHapus
  18. Jika melihat bunga bermekaran jujur suka selalu ingin bawa pulang benih atau bibitnya. Tapi anehnya setiap beli dan ditanam di rumah kok ya gak pernah tumbuh ya? Beda apanya ya?

    BalasHapus
  19. Tamannya udah cantik. Sekarang waktunya pengunjung yang menjaga kebersihannya

    BalasHapus

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.