Tukang Jalan Jajan

Menghampiri Kota Miri yang Asri


Miri memang bukan kota wisata, Kota ini lebih di kenal sebagai kota perdagangan. Miri juga biasanya dijadikan transit pagi pelancong untuk menuju ke beberapa tempat wisata dataran tinggi seperti Bario Haighland dan Mulu National Park. Tapi masih ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Lambir Hills yang memiliki air terjun lumayan tinggi dan Loangan Bunut National Park yang merupakan hutan hujan, namun saat musim hujan seperti saat ini saya tidak menyarankan untuk kesana karena keadaan jalan yang buruk. Untunglah sebelumnya saya sudah berjanji dengan seorang pemandu wisata, Paul Victor untuk mengajak saya menikmati aroma Miri pagi ini.
 
Menanam pohon di piasau boat club, miri, Malaysia
Menanam pohon di piasau boat club, miri, Malaysia
Udara pagi ini masih sejuk menyisakan hujan tadi malam, Paul mengajak saya untuk menikmati pantai dan hutan kota yang di gunakan untuk pelestarian flora dan fauna. Saya di ajak ke Piasau Boat Club dan Piasau Nature Resort. Paul Victor menjelaskan. Banyak pohon yang ditanam disini, ada pohon Ranggu/sentang, bungkang dan kasai. Tanaman ini sengaja di tanam untuk membantu menjaga ekosistem demi kelangsungan hidup hewan-hewan yang ada di taman ini. Tanaman ini sendiri berfungsi memberi makan terutama bagi burung enggang yang masih hidup di taman ini. Burung Enggang sendiri merupakan burung yang dilindungi pemerintah Malaysia karena populasinya yang semakin langka

Suasana sore di pantai Miri, Sarawak
Suasana sore di pantai Miri, Sarawak
Piasau Nature Reserve sendiri awalnya dinamakan Piasau Camp yang digunakan sebagai tempat tinggal pekerja Shell dan akhirnya dirubah fungsinya menjadi cagar alam di tahun 2014 dan kemudian dijadikan lahan konservasi untuk burung enggang dan kehidupan liar. Di sini ada 17 spesies hewan yang dilindungi oleh Wildlife Protection Ordinance. Totalnya ada 45 burung, 3 mamalia, 5 amphibi, 12 hewan melata, 10 kupu-kupu dan ada 107 tanaman yang dilestarikan di PNR. Saat ini Piasau Nature Reserve juga di buka untuk lokasi wisata dan pembelajaran. Namun tentu harus meminta izin kepada pengelola terlebih dahulu sebelum masuk

Saat menikmati lahan hijau di sini, terlihat beberapa pekerja juga sedang sibuk melakukan penanaman pohon di lahan yang terlihat masih kosong. Saya sempat bertanya kepada petugas kenapa harus ada nomor-nomor di tiap titik lubang tanam. Rupanya ini adalah nomor koordinat untuk GPS. Ternyata semua pohon di sini terdaftar dan dapat di cek keberadaannya menggunakan google map. Pemantauan sistem seperti ini di terapkan di semua flora yang ada di Piasau Nature Reserve.

Piasau Nature Reseach, miri, sarawak
Piasau Nature Reseach, miri, sarawak
Pepohonan yang rimbun dan semak-semak yang tinggi membuat kita harus ekstra waspada. Papan pengunguman yang menuliskan tentang bahaya ular dan kalajengking ada dimana-mana termasuk juga buaya. Tentu saja kita mesti berhati-hati karena ini memang lahan yang diperuntukkan bagi lahan konservasi di mana kehidupan liar dibebaskan. Karena sudah lelah, saya di ajak untuk menikmati minuman hangat dan makanan kecil di kantin pinggir laut sembari menikmati pantai. Sayang matahari tidak bersinar karena tertutup awan.

Saya sempat berkeliling di taman yang ada di sekitar kantin. Di sini tersedia tempat bermain anak-anak dan juga terdapat meja dan bangku untuk menikmati suasana pantai. Tempat ini sungguh nyaman untuk bersantai setelah lelah bekerja. Pagi hari dijadikan kantin, siang dan malam dijadikan restoran untuk menikmati makanan. Dari beberapa keluarga dan pengunjung yang datang memang rata-rata ekspatriat yang bekerja di perusahaan minyak.

Pantai di Miri dan pemandangannya
Pantai di Miri dan pemandangannya
Puas di sini saya bergerak untuk menikmati kudapan sedap di sebuah kedai kopi ada cucur bumbu atau ada juga yang menyebutnya dengan nama pasembur. Dalam bahasa melayu Malaysia, cucur adalah gorengan. Pisang goreng, cucur udang (bakwan), cucur jagung (bakwan jagung), cucur bawang (bakwan dengan daun kucai), ubi jalar goreng dan tahu goreng serta beberapa potongan jambu dan bengkuang dan nenas di siram kuah gula merah yang sudah di bumbui dengan asam jawa dan cabe baru kemudian ditaburi kacang tumbuk. Saya pernah makan versi sedikit berbeda dengan nama Rojak India. Yang penting rasanya lezat dan segar di siang hari.

tempat joging di pinggir pantai di Miri
tempat joging di pinggir pantai di Miri
Minumnya juga tidak kalah menggoda. ABC atau Ais Batu Campur. Mirip dengan es teler versi Indonesia dengan ditambahkan es serut. Sedikit yang membedakannya adalah tambahan jagung kaleng dengan krim kental. Disiram dengan susu coklat kental manis dan sirup frambozen. Didalamnya ada kacang hijau, kacang merah, mutiara, cendol dan potongan cincau hitam. Memang mirip es teler dan sangat populer di dataran Malaysia. Semuanya memang cocok dinikmati siang hari ini.

Tanaman pinus di taman bermain pinggir pantai miri
Tanaman pinus di taman bermain pinggir pantai miri
Setelah puas berbincang, hari beranjak sore. Perbedaan waktu di Malaysia dan Indonesia Bagian Barat satu jam lebih awal. Jika di Jakarta pukul 4 sore maka di Miri pukul 5 sore. Kaki mulai beranjak ke lokasi lain. Saya ingin melihat Miri dari ketinggian maka saya di ajak Paul Victor menuju Canada Hill. Karena kota Miri adalah kota minyak dan gas di sini juga ada musium Grand Old Lady yang juga berada di puncak bukitnya. Jalan menuju ke atas di buat berliku dan berkelok supaya memudahkan kendaraan untuk naik. Selama menuju ke puncak bukit saya menemukan banyak sekali orang lalu lalang berolahraga, ada yang sekedar jalan santai dan berlari sampai menaiki sepeda. Di beberapa titik terdapat perhentian untuk beristirahat dan meletakkan kendaraan roda empat. Sampai di puncak udaranya cukup segar. Sayang sekali saya terlalu sore untuk datang .

Pasir pantai Miri yang menyenangkan untuk dirasakan
Pasir pantai Miri yang menyenangkan untuk dirasakan
Grand Old Lady sendiri merupakan salah satu monumen bersejarah karena di sinilah pertama kali tambang minyak ditemukan. Lokasi ini sendiri mulai di tambang pada tanggal 1 Desember 1910 sehingga membuat perkembangan yang sungguh pesat. Miri yang awalnya hanya kampung nelayan berubah menjadi kota modern akibat hasil minyak buminya. Sayang saat ini produksi minyaknya sudah habis setelah 62 tahun di olah. Saya menuju ke sudut lain dari bukit ini. Terlihat hamparan kota dan bibir pantai. Panorama kota bisa terlihat nyata. Beberapa orang terlihat duduk santai dibeberapa bangku taman yang langsung menghadap ke bibir bukit berpagar. Saya membayangkan datang ke sini malam hari dan melihat kerlap kerlip lampu kota. Nuansa yang syahdu pasti tercipta.

Bersantai di Everly Park Hotel Miri
Bersantai di Everly Park Hotel Miri
Hari hampir sore. Saya menyudahi melihat dari puncak bukit Canada, perjalanan saya berakhir saat sampai ke Hotel. Tapi jangan salah, jika cuaca bersahabat, sunset akan terlihat sangat indah. Paul berpamitan dan berjanji esok siang akan menjemput kembali, saya bergegas untuk menuju bibir pantai di everly park. Hati saya sungguh gembira karena cuaca mendadak baik dan matahari perlahan mulai tenggelam dan awan memantulkan cahaya matahari, memendar merah kemana-mana. Saya duduk diatas kayu mati memandang alam dan terpekur sejenak

6 komentar:

  1. nampak sekali pemandangannya asri sekali ya Mas ....:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akunya nambah asri ya mas.... biar makin nyaman dilihat hahahaha

      Hapus
  2. Itu sunset, ya? Keren banget! :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak... makasih sudah mampir dan memberi tanggapan

      Hapus

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.