Adv

Iftar di RM Satria Wangi

Kali ini saya dapat undangan berbuka puasa di salah satu restoran tua di Kota Pontianak yang selalu menjadi rekomendasi pak Bondan WInarno, apakah restoran itu? Yup sebagian orang mungkin sudah tahu cerita legendanya hehehehe, kebetulan saya diceritakan langsung oleh anak sang pemilik restoran ini. Restoran Satria Wangi. Menurut Yansen Kamto, restoran ini adalah restoran ke 3 yang berdiri di Kota Pontianak. Wuih, bisa dibayangkan berapa lama restoran ini sudah berdiri ditengah hiruk pikuk pembangunan pesat Kota Pontianak. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, kami bercerita tentang banyak hal, semuanya menarik walaupun banyak pula yang tidak saya ketahui secara mendalam.

Berbicara mengenai restoran ini, anda bisa mengunjunginya, di Jalan Nusa Indah II No. 62, ada Seafood, Indonesian Food, dan Chinese Food. Makanan dan minuman disini beragam sekali, dan tentu saja semuanya menarik, ada beberapa lembar daftar menu yang menunjukkan bahwa makanan disini cukup beragam. Kalau saya melihat daftar harganya, saya tidak berani menyimpulkan makanan disini murah atau mahal, menurut saya harga yang ditawarkan sebanding dengan rasa, ya…. Itu menurut sebagian orang bukanlah masalah, wajar jika rasa nomor wahid harganya juga selangit. Hehehe maksud saya sepadan, kalau bisa memang enak dan murah, sesuai dengan prinsip ekonomi.

Oke oke, saya lanjutkan cerita jamuan makan malam kita, sembari bercerita banyak hal mengenai pariwisata Pontianak yang memang seadanya dengan konten kuliner yang memang lebih banyak menarik, baik Chinese food maupun local food serta fusion food. Kalau disimak satu persatu pastilah membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk meriviewnya, belum lagi hampir setiap waktu banyak sekali tempat makan dengan menu yang beragam muncul dikota Pontianak. Kebetulan saya tidask memesan makanan ini sendiri, berhubung saya dijamu, otomatis makanan sudah dipesan dan siap disajikan.

Menu berbuka puasa saya malam ini adalah, gulai kepala ikan, udang goreng asam mans, ayam greng crispi, tumis pakis, ayam kampung goreng, sambal mangga muda, serta tambahan sambal terasi juga masing – masing mendapatkan 1 porsi sup jagung dengan kepiting. Semua makanan ini sudah tersaji didepan mata, untuk minumannya saya memilih es teh tawar untuk menemani saya . porsi tadi saya nikmati berenam, sambil berbincang sore ini. Makanan ini tersaji dengan porsi yang cukup besar, saya rasa ini cukup untuk kami berenam berbuka puasa sore ini. Aroma dan tampilannya sudah sangat menggoda untuk menikmatinya.

Saya akan coba mereview satu persatu ya, menurut Yansen, menu paling special adalah gulai kepala ikan, begitu mendengar kata gulai, saya sudah membayangkan, memang beberapa referensi mengatakan, bahwa gulai dipopulerkan oleh orang Padang, tapi menurut saya, masyarakat melayupun banyak yang memasak menggunakan masakan ini, coba deh kita cek perbedaannya terlebih dahulu. Serba-serbi masakan Padang :
  1. Masakan padang terkenal dengan rasanya yang gurih dan pedas karena penggunaan santan dan cabai merah.
  2. Bahan baku yang biasa digunakan : daging sapi, jerohan sapi, otak, ayam, bebek, ikan mas, gurami dan telur ayam.
    Sayurannya : daun singkong, kacang panjang, pakis, nangka muda dan buncis. Sedang bumbu yang selalu dipakai : cabai merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, daun kunyit dan daun mangkokan.
  3. Orang Minang tidak pernah menggunakan gula dalam memasak baik gula merah maupun gula pasir.
  4. Masakan Padang terkenal kaya bumbu dan rempah.  Perbandingan bumbu dan bahannya bisa mencapai 8 : 2 (bumbu : bahan).
  5. Panaskan masakan Padang dalam waktu yang lama dan berulang untuk mendapatkan cita rasa yang maksimal.
Nah dalam pemikiran saya, ada rasa mlekoh yang akan saya nikmati sepertinya, saya sudah membayangkan kuah santan yang pekat dengan warna kuning dan merah yang akan mendominasi serta aroma kunyit yang menusuk hidung. Sesuai dengan pemikiran saya bahwa ini gulai padang, tapi saya juga berpikir, rasanya tidak mungkin ini akan teraplikasi sempurna dirumah makan satria wangi ini secara utuh, pasti fusion food akan sangat berlaku disini. Akhirnya makanan ini dating, dan memang warna tampilan kuning dan sangat mendominasi terpampang jelas di mata saya, namun warna merah tidaklah terlalu kencang. Saya melihat santan kental sudah membalut ikan ini dengan sempurna, seperempat ikan, mulai dari bagian kepala hingga pertengahan perut.

Waaaaahhh saatnya icip icip sodara, ini benar benar mancappppppp!! Saya mengambil sepotong kecil bersama dengan kuah kentalnya yang benar-benar menggoda selera, kunyit ini benar-benar padu… pasti menambahkan daun kunyit agar aromanya makin kencang. Saya cukup kaget begitu merasakannya, lidah saya sudah siap-siap merasakan sesuatu yang mlekoh kencang. Tapi ternyata saya tidak menemukan rasa yang kencang seperti yang saya perkirakan tadi, rasanya pas sekali, tidak terlalu kencang rasanya. Paling terasa adalah gurih dan rasa bumbu yang berpadu rasa, kunyitnya memang terasa tapi tidak mendominasi. Ikan yang digunakan juga terasa segar dan manis, tingkat kematangan yang pas.
Ikannya matang sempurna, masih juice dan nikmat sekali, walaupun bumbunya tidak merasuk kedalam ikan tetapi bumbu ini sudah pas dinikmati dengan ikannya, justru memang inilah cara memasak yang benar menurut saya, bumbu dimasak terlebih dahulu, ikan digoreng sebentar setengah matang baru dimasukkan kedalam bumbu yang telah ditumis, baru kemudian ditambahkan santan kental dan dimatangkan. Sungguh makanan yang menggugah selera. Saya sarankan untuk memesan makanan ini untuk makan siang anda J
Ini ada resep nya kalau anda ingin mencoba memasaknya sendiri dirumah 

Resep Bahan Gulai Kepala Ikan :
  • kepala ikan kakap ukuran sedang 2 potong, cuci bersih-bersih
  • santan 1000 ml dari 1 butir kelapa
  • garam secukupnya
  • serai 1 batang, memarkan
  • lengkuas 1 cm, memarkan
  • daun kunyit 1 lembar
  • daun jeruk 1 lembar
Resep Bumbu Halus Gulai Kepala Ikan :
  • bawang merah 9 butir
  • bawang putih 3 siung
  • cabai merah 5 buah
  • jahe 1/2 cm
  • kunyit 1 cm
Cara Membuat Gulai Kepala Ikan :
  1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas, daun kunyit, dan daun jeruk hingga harum.
  2. Tuang santan, masak sambil diaduk hingga mendidih.
  3. Masukkan asam kandis dan kepala ikan. Masak di atas api kecil hingga kepala ikan matang dan santan berminyak.
  4. Tambahkan garam, aduk rata. Angkat.
  5. Sajikan.
Saya akan melanjutkan menu berikutnya ditulisan berikutnya agar anda tidak bosan membacanya J

2 komentar:

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.