Tukang Jalan Jajan

Menikmati Pagi di Mehtab Bagh, Taj Mahal India

Mengunjungi Mehtab Bagh di pagi hari membuat saya bahagia. Tempat ini mungkin tidak terlalu familiar dikalangan wisatawan bahkan untuk wisatawan lokal sekalipun. Selama berjalan di sini saya menemukan banyak bule yang berpakaian seperti peneliti dengan membawa orang lokal yang sepertinya menjelaskan berbagai sudut tempat di taman ini. Saya beberapa mendengar percakapan yang sepertinya sangat ilmiah dan beberapa kata tidak saya mengerti.

Melompat bahagia di mehtab Bagh
Melompat bahagia di mehtab Bagh

Reruntuhan tempat ini memang punya arti khusus bagi para peneliti untuk mengetahui sejarah, saya sendiri juga penasaran seperti apa bentuk bangunan ini jika selesai. Apakah sama persis? Atau berbeda jauh. 

Pose Yoga di mehtab Bagh
Pose Yoga di mehtab Bagh
Black Taj Mahal, begitulah nama yang akan diberikan jika pembangunannya selesai. Tapi hingga sekarang, tempat ini tidak pernah ada. Hanya ada reruntuhan dan taman yang simetris. Entah bagaimana arsitek mengatur tanaman ini sehingga bisa tumbuh dengan garis lurus dan tepat berada di lokasi yang diinginkan.

Mengulang pose Aiswarya Rai di mehtab Bagh
Mengulang pose Aiswarya Rai di mehtab Bagh
Saya benar-benar menikmati suasana pagi di Mehtab Bagh itu. Saya duduk di puing-puing bangunan sembari memandang ke seberang, kepada Taj Mahal. Di pinggir sungai dipasang kawat berduri untuk mencegah wisatawan menyeberang melalui sungai. Dua atau tiga orang polisi berlalu-lalang berpatroli.

Tukang Jalan Jajan, Alva dan Patel di mehtab Bagh
Tukang Jalan Jajan, Alva dan Patel di mehtab Bagh
Saya mendengar sedikit cerita menarik dari supir rickshaw yang mengantarkan kami. Ia mengatakan bahwa puluhan ribu pekerja Taj Mahal dan Shah Jahan selalu mengagumi keindahan bangunan yang mereka dirikan dari taman ini. 


Mengulang pose Aiswarya Rai di mehtab Bagh
Mengulang pose Aiswarya Rai di mehtab Bagh
Hampir selama 22 tahun, para pekerja ini merancang dan membangunnya sehingga berdiri sangat indah. Konon bahkan taman ini adalah tempat favorit Shah Jahan untuk mengagumi keindahan Taj Mahal di waktu-waktu senggangnya.

Jungkir balik ala Patel di mehtab Bagh
Jungkir balik ala Patel di mehtab Bagh
Saya berteriak senang saat matahari akhirnya perlahan mulai muncul dari peraduannya. Mehtab Bagh dipenuhi pendar cahaya jingga yang sangat indah. Saya pun mengambil foto siluet matahari terbit berlatar taman ini. Sesuatu yang menurut saya wajib dilakukan bila berkunjung ke tempat ini.  


Melompat bahagia di mehtab Bagh
Melompat bahagia di mehtab Bagh
Saya merinding menyaksikan ketika sinar matahari menimpa kubah Taj Mahal sedikit demi sedikit. Temaram perlahan berganti terang.

Taj Mahal dilihat dari mehtab Bagh
Taj Mahal dilihat dari mehtab Bagh
Taman itu cukup sepi, selain kami hanya ada beberapa turis asing. Kami sempat ngobrol dengan beberapa diantaranya. Termasuk dua orang pasangan dari rusia. Suasana yang tenang terasa sangat nyaman untuk merenung dan menikmati keindahan pagi. Saya pikir, ini adalah salah satu taman terbaik yang harus dikunjungi di India. Saya harus memuji Patel atas ajakannya untuk mengunjungi taman itu..

Melompat bahagia di mehtab Bagh
Melompat bahagia di mehtab Bagh
Saya kehabisan kata-kata menggambarkan bagaimana saya menikmati melihat matahari terbit di sana. Saya sampai harus dipaksa berkali-kali oleh ketiga teman saya untuk segera meninggalkan taman itu. Perjalanan masih panjang. Masih banyak tempat di Agra yang harus kami kunjungi. Dengan berat hati saya mengikuti teman-teman saya.

Wefie di kebun cherry, mehtab Bagh
Wefie di kebun cherry, mehtab Bagh
Sembari berjalan pulang, kami sempat-sempatnya singgah di salah satu pohon rindang di taman itu. Di bawah pohon itu, terdapat sebuah kursi panjang. Patel mengatakan bahwa pohon itu pernah menjadi setting sebuah video iklan yang menampilkan mantan ratu kecantikan dunia asal India, Aishwarya Rai sedang berfoto selfie dengan backgroud Taj Mahal.  Saya tidak mau ketinggalan mengabadikan diri saya dengan gaya dan setting yang serupa dengan Aishwarya Rai.

Wefie di kebun cherry, mehtab Bagh
Wefie di kebun cherry, mehtab Bagh
Kami juga sempat singgah ke kebun cherry hutan yang tumbuh sangat banyak di salah satu sisi taman. Beberapa buahnya yang merah dan ranum, terlihat begitu menggoda. Rasanya campuran asam dan manis. Cherry-cherry hutan itu memang bebas untuk diambil sesukanya oleh para pengunjung.

Melompat bahagia di mehtab Bagh
Melompat bahagia di mehtab Bagh
Berkeliling di Mehtab Bagh benar-benar membawa kebahagiaan buat saya. Sesuatu yang baik tentu saja untuk memulai sebuah hari di Agra.

42 komentar:

  1. Gak ajak2 ya jalan ke Taj Mahal.

    BalasHapus
  2. Susunan pohonnya yang simetris persis seperti kebun karet di desa saya. Sepertinya Mehtab Bagh adalah tempat terbaik untuk menikmati keindahan Taj Mahal dari kejauhan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiahahahaha kebun karet yak, tapi jaman dahulu pasti ribet tuh

      Hapus
  3. Mas Don posenya bikin capek gak siih...?

    Hehee...tapi ngliatnya jadi bayangin timing yang pas buat dapet hasil foto terbaik.

    Taj Mahal dari kejauhan sungguh megah.
    Mashaallah.
    Ini bumi Allah yang lain dengan segala keindahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku suka lompat mbak, sekalian buang lemak biarkurusan dikit

      Hapus
  4. waaaah seru banget masdon jalan2 ke india. tajmahal pula. emang mehtab bugh itu bekas tempat apa mas? kok cuma reruntuhannya aja? dan mau dibangun apalagi disitu? sampe sekarang nggak jahdi2 bangunannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. disitu mau di bangun black taj Mahal namun sang raja keburu ditangkap anaknya lalu dipenjara, jadi ngga selesai deh

      Hapus
  5. Mehtab Bagh aku kok kebacanya jadi Marta Bak yaa huahaha #efeklaper

    Taj Mahalnya masih kelihatan ya dari situ.
    Ajak dong kaaak ke Indiaaaaa!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin itu kode untuk makan kak, ayolah ke India. martabaknya enak-enak lho

      Hapus
  6. Wah sayang sekali ya bangunannya tidak selesai. Tapi tetap jadi tempat yang nyaman untuk menikmati keindahan taj mahal ya Mas Don? Apalagi bisa petik cherry sesuka hati, pasti makin seru ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... ada ada banyak pohonnya tapi pohonnya lagi ngga banyak yang berbuah sih

      Hapus
  7. Wow, tempat yang ngga banyak diketahui orang ya berarti. Beruntungnya punya teman lokal seperti Patel ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, tapi sayang sebenarnya Patel juga ngga tahu hehehe yang ngasi tahu supir taksi

      Hapus
  8. Hmmm kok jadinya kayak candi prambanan gitu ya 😢 ada reruntuhan2 di dekat candi


    Jarang banget orang ngeliput blek tajek mahal
    Kapan2 ke sana aaaah 💃💃

    BalasHapus
  9. Taman yg agak misterius ya. Tp suka dg pohon2nya. Sengaja ditanam bersama jd gedhe dan tingginya pun sama. Mas Dodon gak gaya muter2 pohon juga? Hihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengennya sambil muter muter juga tapi takut diketawain orang India aslinya. ntar malu maluin pula

      Hapus
  10. Taj mahal dr jauh tetep kelihatan indah ya. Adem bs main2 di Mehtab Bagh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, seru manteb dan asoi... seru juga bisa menikmati dari jauh

      Hapus
  11. Masss mau donk diajak kesitu. Belum pernah ke india pengennn

    BalasHapus
  12. Coba disitu ada aishwarya ray, pasti lebih indah momen pagi itu ya bang

    BalasHapus
  13. pohon cherry nya lg ga berbuah kah? ga kliatan hehe

    indah yaa.. gw sampe skrg masih takut ke india. Sptnya pagi di situ seget indah ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagi dikit aja yang berbuah tapi masih bisa icip iciplah. cobain deh....indaaaah

      Hapus
  14. Itu Patel gayanya pecicilan banget deh hahahahak
    Tamannya pas banget ya buat jadi spot menikmati Taj Mahal. Sampai gak mau diajak beranjak gitu Om Dodon wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang gitu deh si Patel, ngga bisa diam. banyak gerak

      Hapus
  15. Jalan2 terus nih. Kapan ya bs ke india. Mupeng banget mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayolah ke India dan habiskan waktu liburan ke sana

      Hapus
  16. Pagi aja indah, gimana kalau pas senja? Duhh...
    Aku kok ngebayangin di sana diadain gunung dan lautan biru. Pasti jadi makin romatis buat dikunjungin~

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget.... tapi klo jomblo jadi sedih dong ya :p

      Hapus
  17. Seru amat poto-potonya, aku kagum sama cerita di balik Taj Mahal itu, romantis dan tragis, pengen ke sanaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak, segera kesana dan dapatkan pemandangan indah

      Hapus
  18. Wow dibangun 22 tahun lamanya, pantesan megah gtu.
    Btw ini postingan kelanjutan dari yg kapan hari itu ya mas? Yg menanti fajar di Taj Mahal?
    Penasaran abis ini ada postingan menunggu senja/ malam gak ya? hehe
    TFS ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. supaya nda sama dengan bangunan lain kabarnya semua pekerjanya jempolnya dipotong biar ngga bisa kerja lagi

      Hapus
  19. Seru sekali, jadi pengin juga melalak ke sana.

    BalasHapus
  20. Hahhaha kok Aishwarya Rai terus, mas? Ngeliat posenya yang banyak loncat, jadi capek sendiri deh.

    Tapi mas dodon nyeritainnya detil banget. Sayang saya bacanya sore2. Coba pagi, mungkin bisa lebih nikmatin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehehe aku suka sih mas lompat2 soalnya lagi bahagia. nantimao buat buku khusus lompat2 hehehe

      Hapus
  21. seru bgt ya om jalan2 terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. mumpung ada waktu dan kesempatan hehehe

      Hapus

DILARANG MENGAMBIL TULISAN, FOTO ATAU VIDEO TANPA SEIJIN PENULIS :)

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.