Adv

Sarawak Trip Story 4 < Pasar Tradisional


Saya sempat berjanji untuk menginfokan beberapa pasar tradisional yang ada di Bandaraya Kuching, kalau berbicara pasar tradisional memang terbayang kotor dan tentu kumuh, tapi disini kita tidak akan menemukannya. Disini lebih bersih dan tertata rapi. Pasar Kaki lima berkonsep Sunday market juga lumayan bersih dan tertata rapi, masih cukup nyaman untuk dikunjungi oleh pengunjung pasar. Semua terjual disini. Saya akan lebih banyak membahas tenyang Sunday market pasar Satok untuk kali ini. Pasar Satok sebenarnya pusat pasar yang terdiri dari beberapa ruko, pusat bisnis dan ekonomi serta pasar tradisonal dan pusat kuliner yang cukup banyak.

Beberapa Mall juga terlihat tidak jauh dari jalan Satok ini, seperti wisma hopoh sendiri tidak begitu jauh dari sini, asal anda betah berjalan kaki kemungkinan bisa sampai disana walaupun cukup membuat anda berkeringat karena cuaca ditanah khatulistiwa pasti panas dan membutuhkan keringat extra, kalau anda berniat memang berlibur dan menikmati semua sudut, berjalan kaki dan mencoba kendaraan umum adalah hal yang baik. Tidak ada salahnya mendownload peta diponsel anda atau mengaktifkan GPS atau mau lebih baik lagi menggunakan peta yang dijual, syukur-syukur anda bisa menemukan peta wisata gratis yang dibagikan dijalan raya atau dipusat wisata.


Jika anda ingin ke Sunday Market Satok, silakan datang diatas pukul 12 siang dihari sabtu atau lebih sore supaya tidak kepanasan, ada beberapa bagian yang menjual pakaian dan pernak pernik, kebutuhan sehari-hari, peralatan dapur, buah-buahan diskon, binatang, tumbuhan, pusat jajanan pasar serta kebutuhan sayur mayur dan protein. Semua ada disini, jika anda datang pada malam hari disalah satu sudut ada pusat kuliner yang lumayan enak buat dikunjungi dan dinikmati, parkir yang cukup lebar membuat akses disini mudah dikunjungi karena memang jika siang hari disni memang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan bagi yang ingin berbelanja.

Konsep pasar seperti inilah yang benar-benar pasar wisata tradisional, pasar ini tidak hanya dikhususkan menjual untuk pasar lokal tapi juka menjual kebutuhan untuk wisatawan yang ingin berkunjung kesini. Jika anda ingin membeli kaos sebagai oleh-oleh atau gantungan kunci, atau pernak pernik serta aksesoris boleh mencoba untuk kesini. Tas tas etnik yang lucu dan unik juga ada disini, masalah harga memang jauh lebih murah dibanding anda membeli di toko handycraft di depan waterfront. Disini juga ada dijual berbagai macam jenis buah yang murah, ada 1 keranjang buah-buahan biasanya dihargai RM 5 saja, bahkan saya bisa mendapat anggur merah kualitas sedang dengan harga RM 7.90 saja, kurang lebih IDR 30.000,- cukup murah kan??


Seperti yang saya bilang ditulisan sebelumnya dikedai kopi yang berada dipojokan didekat penjualan pernak pernik dan aksesoris ada kedai laksa sarawak yang enak, datanglah dihari minggu pagi jika anda ingin mencoba menikmatinya, disini juga anda bisa menemukan banyak jenis cemilan, muali dari kue kue langka seperti kue Rangi RM 1 untuk 8 potong, putu piring RM 1 untuk 3 potong dan putu mangkok dan beragam jenis cucur atau gorengan yang biasanya dihargai RM 1 untuk 3 -4 potong. Disini juga ada kuliner khas Kuala Lumpur yaitu Kerupok Lekor dan tentu saja favorit saya Karipap. Anda juga bisa menemukan banyak kue tradisional lain yang mungkin sama seperti di Indonesia tetapi mungkin penyebutannya tidak sama. Saya pikir dipasar satok ini anda bisa melakukan one stop shopping yang benar-benar tradisional.


Jika anda ingin mencoba membeli pakaian dan jenis jenis kelengkapannya, baik olahraga ataupun bersantai .Little India. Posisinya sendiri tidak jauh dari waterfront, anda dapat berjalan kaki disini, ada kantor pos lama yang berada tidak jauh dari sini, dipasar ini terdiri dari sebelah kiri dan kanan. Jika anda masuk dari gerbang utama sebelah kanan lebih banyak menjual jenis baju remaja, anak muda yang lebih fashionable, dan disebelah kiri lebih banyak menjual busana tertutup, pakaian anak sekolah, sepatu, jam  dan buku-buku agama, disebelah kiri juga ada kedai kopi yang dimiliki orang sunda dengan gaya yang full make up dan bergaya ala Hetty Koes Endang. Disini juga terdapat banyak pilihan makanan, ada yang mirip rujak soto, saya lupa namanya. Rujak sarawak atau rujak malaka.


Disebelah kanan banyak busana anak muda dan kaos olahraga, kaos berkerah dengan merek terkenal (Bajakan) serta beberapa baju, jersey dan jaket bola dan olahraga lainnya. Harga yang ditawarkan lumayan kompetitif, asal anda bisa menawar, kemungkinan harga murah bisa didapat, jangan khawatir disini biasanya banyak penjaga toko dari Indonesia, jadi lebih mudah berkomunikasi, jikapun tidak, bahasa melayu, dicampur inggris masih cukup bisa membantu anda berkomunikasi walaupun terkadang kedengaran tidak begitu jelas. Selamat menawar pakaian yah, disini juga banyak baju bertemakan kuching dan dibagian luar toko biasanya banyak box dan gantungan baju yang telah diskon dan masuk masa promo. Selamat memilih dengan teliti yah.


Oh ya, pasar ini sudah direnovasi dan dibaut lebih baik, bagian bawah juga sudah dipasangi ubin dan beberapa bangku untuk duduk jika anda kelelahan berjalan dan menawar, dibagian tengan juga banyak penjual minuman berbagai rasa dengan harga RM 1 anda sudah bisa memilih minumannya. Dibagian kanan agak ketengah juga ada gang senggol yang cukup sempit dan banyak penjual makanan dan beberapa barang khusus pria dan klenik, Saya biasanya berburu makan siang disini berupa berbagai macam jenis mie yang telah digoreng. Anda juga bisa memilih berbagai gorengan seperti hati ampela, sayap ayam seafood berupa udang atau cumi dan beberapa olahan yang sudah digoreng.


Masalah rasa saya pikir sangat standar dan murah. RM 10 saya mendapat 2 porsi mie goreng, 2 sayap ayam dan 2 tusuk cumi goreng. Biasanya ada 3-4 jenis mie telur berbagai bentuk yang bisa anda pilih, untuk berbagai macam gorengan disini biasanya sudah ditusuk dan dimakan menggunakan saos, biasanya digoreng dengan tepung bumbu yang sudah gurih dan renyah, untuk seafood atau sayap ayam sangat minim bumbu tapi karena segar, rasa gurih dari protein ini sudah membuat lidah kita bergoyang. Biasanya saya membeli makan siang disini, untuk dibawa menuju waterfront sembari melewati gedung pos tua yang sangat besar dan memiliki taman dan halaman yang luas, lokasi ini cocok untuk foto pre wedding, bangunan ini sangat mencirikan inggris, dibagian depan ada semacam tugu peringatan dan diseberang jalan ada semacam benteng tepi sungai. Lain waktu akan saya ceritakan.

Dua pasar tradisional ini wajib anda kunjungi selain ada pecinan yang juga berada tidak jauh dari sini, andapun masih bisa menempuhnya dengan berjalan kaki, memang area ini berdekatan dan tidak begitu jauh, namun karena cuaca cukup panas, anda harus menyiapkan tenaga ekstra untuk berjalan jalan disekitar daerah ini. Masih banyak tempat lain yang bisa anda kunjungi dan menikmati negeri kolonial inggris ini. Silakan berkomentar atau menambahkan jika anda sudah pernah berkunjung disini.

4 komentar:

  1. Artikel yang menarik....
    Jika berkenan mampirlah ke blog aku juga yah.... klik disini jangan lupa komentarnya di bawah posting :) Trims.

    BalasHapus
  2. thanks, kebetulan lagi pengen ke Kuching dan nyari tiket bis, akhirnya nyasar ke sini. jadi sekalian dapat orientasi awal tentang Kuching deh. :)

    BalasHapus
  3. @Mas ded, oke deh. langsung menuju TKP.
    @Mas Indobrat, masih banyak cerita lain lagi :) nanti saya tulis yah

    BalasHapus
  4. next time ke kuching mau keliling pasar & supermarket ah, hehehe....

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.