Adv

Makan Siang < Rawon Miring


Hari ini saya lagi keliling-keliling mencari target operasi makanan saya untuk kebutuhan syuting Jalan Jalan Jajan. Survei sangat penting dilakukan dan mesti dilaksanakan jangan sampai makanan yang disajikan di TV jauh dari ekspektasi, mungkin paling tidak ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, semisal makanan biasa tapi tempatnya enak, ada dari elemen makanan tersebut yang menarik atau mungkin makanan tersebut adalah makanan khas dan jarang ditemui di Pontianak.
Setelah berkeliling saya mencoba menikmati rawon, makanan khas jawa timur yang menurut saya punya cita rasa tinggi, ada yang khas disana, kluwek merupakan bumbu dasar dan wajib ada. Jika tida ada kluwek bearti anda bukan memakan rawon. Elemen pendukung rawon juga cukup banyak dan pastinya juga harus menunjang rasa makanan tersebut, jadi jika kita menambahkan elemen baru pada prinsipnya jangan sampai membuat rasa rusak tapi harus menambah rasa tanpa mengurangi rasa asli dari makanan tersebut.

Rawon atau biasa disebut nasi rawon (karena selalu disajikan dengan nasi) boleh dibilang masuk kedalam jenis sup daging dengan bumbu yang super khas yaitu kluwek, salah satu bumbu yang ekstrim menurut saya karena tidak bisa digunakan langsung, harus melalu proses penimbunan dan pembusukan terlebih dahulu, karena jika digunakan langsung justru bisa menjadi racun, dengan penimbunan didalam tanah dalam jangka waktu tertentu, kadar racun akan hilang. Warna hitam yang dominan akan sangat mempengaruhi kuah dari masakannya. Cita rasanya yang gurih akan menambah rasa makasan belum lagi aromanya yang cukup tajam mampu menghilangkan aroma daging yang kencang.
Kluwek sendiri tidak mudah didapatkan diluar jawa timur karena kebanyakan orang tidak mengerti kegunaan dan fungsi bumbu tersebut. Saya berusaha mencari tahu sebenarnya kluwek sendiri sebagai apa dalam masakan, apakah sebagai penambah rasa atau penghilang aroma, karena warnanya sendiri membuat makanan berwarna hitam dan sangat dominan.

Kali ini saya mencoba menikmati Rawon dan Pecel kediri yang katanya bumbunya didatangkan langsung dari kediri, baik rawon maupun bumbu pecelnya. Penasaran sekali membuat saya ingin mencoba. Dengan nama RM atau Rawon Miring bukan Rumah Makan, dengan motto ingin merawonkan masyarakat (ngeri juga slogannya :p) saya pikir satu hal yang baru dan mungkin cukup layak untuk dicoba.
Pecelnya mungkin akan saya bahas ditulisan berikutnya tapi untuk rawonnya akan saya coba jelaskan sedikit rasanya, kebetulan saya menikmati rawon ini disuatu pameran dan bukan dirumah makannya jadi disini mungkin penampilan versi simpelnya, pasti lebih oke sajian yang ditempat aslinya. Makanan disajikan dalam beberapa tempat, ekspektasi saya, mendekati tampilannya. Ada nasi, kuah rawon tanpa daging dengan toge pendek dan irisan daun bawang, daging empal, telur asin, kerupuk udang, serta perkedel kentang dan sambal
Berbicara mengenai kuah rawon yang disajikan menurut saya terlalu asin, apakah ini efek karena selalu dipanaskan sehingga kadar airnya berkurang. Sebenarnya saya lebih senang jika ada daging berlemak yang dicampur kedalam kuahnya, jika mengacu pada kebiasaan makan rawon, seharusnya mangkoknya lebih besar dan kuahnya lebih banyak karena biasanya nasi akan dimasukkan kedalam mangkok bukan kuahnya yang disiramkan kedalam nasi, biasanya juga kedalam kuahnya ditambahkan perkedel kentang agar kuahnya menjadi lebih kental.

Daging Empal yang disajikan melengkapinya terasa kurang manis dan cenderung asin dengan tambahan tumisan bawang putih diatasnya, jika dimakan dengan telur asin maka semua akan bertambah asin, hanya nasi yang bisa menetralisirnya. Kuah yang panas memang harus disajikan sehingga toge pendeknya bisa matang jika dimasukkan kedalam kuah. Tambahan sambal pedas dan kucuran jeruk nipis akan membuatnya tambah segar.
Dari semua elemen, sebenarnya yang paling menarik buat saya adalah empal dagingnya, bawang putih yang gurih disajikan diatas empal ini membuatnya menjadi lebih kaya rasa, sayang kurang manis sedikit. Kalau dibilang empuk, ini sudah cukup enak buat dinikmati, keseluruhan menurut saya cukup menarik buat dinikmati sebagai bentuk pelampiasan rasa kangen. Menurut saya so far so good, walaupun bukan yang terbaik tapi tetap menyandang status lumayan untuk dinikmati. Selesai bahasan mengenai rasa, ada baiknya sedikit paham dengan buah kluwek ini.
Saya cukup penasaran apa sebenarnya fungsi kluwek, sedikit banyak paling tidak jika ada informasi saya yang salah silakan dibenarkan. Ada beberapa mungkin yang saya tidak ketahui kemudian menjadi paha setelah membaca artikel ini
Kepayang, kepahiang, kluwek, kluwak, keluak, atau kluak (Pangium edule Reinw. ex Blume, suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam Flacourtiaceae) adalah tumbuhan berbentuk pohon yang tumbuh liar atau setengah liar. Orang Sunda menyebutnya picung atau pucung (begitu pula sebagian orang Jawa Tengah) dan d iToraja disebut
panarassan.

Biji kluwek dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk).
Biji kepayang siap dijual di pasar. Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Kluwek diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas Permukaan laut) di seluruh Indonesia. Tanaman ini merupakan khas vegetasi dari Indonesia. Jika ada di negara lain berarti sudah diekspor.










TIPS MEMILIH KLUWEK: 

  • Pilih yang batoknya tidak berjamur.
  • Kocok-kocok, ambil bila terasa berat dan koplok biasanya daging buahnya bagus dan berwarna hitam.
  • Apabila tidak menemukan yang koplok, minta izin penjualnya untuk pecahkan satu dan lihat isinya.
  • Daging buah yang bagus berwarna hitam pekat, jangan ambil bila berwarna kelabu atau berjamur, karena itu kluwek yang sudah kadaluwarsa. Kalau dagingnya agak putih, berarti kluweknya masih muda.
  • Pada waktu akan digunakan, pecahkan batoknya dengan ulekan batu atau martil.
  • Ambil sedikit dagingnya dengan sendok teh, cicipi, kalau pahit jangan digunakan.
  • Walau kluwek yang bagus bentuknya bulat seperti bentuk batoknya dan utuh, tapi kalau dapat yang sudah mengering dan menempel pada batoknya tidak apa-apa, asalkan tetap berwarna hitam pekat dan tidak pahit. Masih bisa dipakai, asal direndam dulu dengan air panas.
Rawon bisa dikatakan makanan favorit daerah Jawa Timur, semacam sup daging dengan kuah khas yang berwarna cokelat kehitam-hitaman di dapat dari buah kluwek. Daging bagi saya bukan makanan favorit saya lebih suka sayur-sayuran segar, tapi rawon nguling dan rawon setan membuat saya sedikit jatuh cinta kepada masakan yang bahan utamanya daging tersebut.


Banyak versi atau cara memasak rawon semuanya menghasilkan sensasi yang berbeda. Kalau anda tertarik membuatnya silahkan lanjutkan membaca artikel ini.
Bahan-bahan:
  • 300 gr daging pilih yang agak berlemak (nggajih kata orang jawa)
  • tauge pendek warna putih yang masih muda
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai dimemarkan
  • 2 cm lengkuas atau laos yang dimemarkan
  • garam dan merica secukupnya
  • 6 gelas air
Bumbu yang dihaluskan:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 5 buah kluwek, diambil isinya
  • 2 buah cabai merah
Cara memasak:
Potong daging sapi menjadi kotak-kotak kecil. Panaskan 2 sendok makan minyak dan tumis bumbu yang dihaluskan bersama serai, lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Tambahkan garam dan merica secukupnya.
Panaskan enam gelas air dalam sebuah panci masukkan bumbu yang telah ditumis, masukkan daging dan rebus hingga masak atau daging cukup empuk. Apabila air berkurang, tambahkan sesuai selera.
Hidangkan bersama nasi hangat dan taburi tauge. Jika anda penikmat sambal jangan sampai ketinggalan. Rasa pedas akan menambah selera makan anda. Selamat menikmati



Tidak ada komentar

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.