Adv

Aloe Vera Center < Jalan Jalan



Hari ini saya dapat kesempatan menikmati satu tempat yang dibuat khusus oleh pemerintah yang bekerja sama dengan beberapa instansi pusat, dan melahirkan satu tempat bernama aloe vera center, selain sebagai tempat penjualan product, juga dijadikan sebagai tempat wisata belajar bagi yang ingin mengetahui budidaya aloevera
Aloe vera Center terletak di Jalan Budi Utomo Pontianak. Pertama kali didirikan pada tahun 2002 dan dibudidayakan pada tahun 1990. Di Aloe Vera Center kita dapat melihat tanaman aloevera dibuat menjadi tepung dan berbagai jenis makanan seperti dodol, kerupuk  dan minuman. Tanaman Aloevera berasal dari Kapulauan Canary, Afrika Utara. Di Yunani pada tahun 333 SM Aloevera dikenal sebagai tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit, sedangkan di negeri Cina sebagai tanaman suci.
Ada 2 jenis tanaman aloevera yang dibudidayakan disini, yang berdaging banyak digunakan sebagai makanan dan minuman sedangkan yang berdaun lebih kecil digunakan sebagai bahan pembuat tepung untuk bahan kosmetik yang ada dipasaran.
Saat masuk pertama kali didalam ruangan kita akan disajikan dua bagian kiri dan kanan, disebelah kanan ada makanan dan minuman yang dijual disini, mulai dari air lidah buaya, kerupuk lidah buaya, coklat isi lidah buaya, jelly, selai, minuman bubuk, kerupuk, amplang dan dodol serta beberapa lagi makanan lain. Semua makanan dan minuman disini bervariasi, seperti minuman lidah buaya berukuran sedang seharga Rp.7000,- sedangkan seukuran cup Rp.4000,- dan disajikan dalam keadaan dingin. Beralih kesebelah kiri, kita akan menemukan sampel lidah buaya mentah, teh lidah buaya yang terbuat dari bunganya, tepung lidah buaya yang digunakan sebagai bahan kosmetik, harga jual ini cukup mencengangkan karena pengolahannya cukup rumit dan susahnya budidaya bahan baku terutama pembiakannya. Paling tidak, 1 kilo tepung aloevera, harganya bisa mencapai 1 juta rupiah. Sehingga tidak banyak petani yang membudidayakannya karena kerumitan prosesnya.
Dirak pajang sebelah kiri juga ditampilkan berbagai minuman aloevera produksi luar negeri, kemudian disajikan juga product-product kosmetik luar negeri yang menggunakan aloevera, mulai dari perawatan wajah, rambut, tubuh, kulit, tangan dan kaki serta banyak lagi, selain produksi luar negeri, product lokal juga banyak yang menggunakan aloevera baik sebagai bahan tambahan maupun bahan utama. Tidak hanya kosmetik modern, kosmetik tradisional buatan rumahan pun banyak yang menggunakan aloevera.
Jika anda berniat melakukan wisata dan ingin melihat budidaya tanaman aloevera, kita bisa menuju bagian belakang rumah ini, terdapat 2 jenis aloevera yang tersusun rapi dalam pot, terdapat petugas juga yang bisa anda minta untuk menjelaskan bagaimana budidaya maupun perawatan tanaman ini. Cukup banyak tanaman yang ada disini, didalam juga terdapat aula terbuka yang bisa anda gunakan untuk beristirahat untuk menikmati cemilan yang sudah anda beli didepan. Suasana disini cukup nyaman jika ada angin yang berhembus. Disini juga sering digunakan anak-anak sekolah untuk belajar dan melakukan studi wisata. Saya tidak tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan jika kita bertandang kesini jika menggunakan aula dan jasa pemandu.
Disini juga terdapat tempat pengolahan aloe vera yang lumayan canggih, semi pabrik namun belum digunakan secara komersil, saya sempat masuk kedalam ruangan untuk proses pengolahan aloevera menjadi minuman lidah buaya. Sayang sekali jika tempat ini dibiarkan dan tidak difungsikan secara maksimal, tapi menurut petugas, beberapa kali alat disini digunakan untuk membuat minuman lidah buaya sebagai sampel kepada pengunjung. Disini saya ditunjukkan bagaimana proses pembuatannya mulai dari pengambilan, pemilihan, pengupasan, pencucian, pemotongan, hingga perebusan, sampai pada tahap penambahan sirup, perasa dan proses pengepakan hingga contoh jadi product tersebut.
Selain gedung tersebut, terdapat juga tempat perkembangbiakan untuk kultur jaringan, terutama untuk jenis penghasil tepung karena proses pembibitannya tergolong susah. Menggunakan media agar2 sebagai tempat pertumbuhannya, dengan berbagai macam proses steril yang dijalankan sampai tanaman tersebut siap dibiakkan dalam ruangan yang disinari lampu ultraviolet dengan temperatur tertentu. Dalam ruangan ini banyak terdapat anggrek daripada aloevera karena memang disini juga terdapat orchid center atau pusat anggrek yang juga merupakan satu kesatuan dengan aloevera center. Ditempat ini juga dilakukan pengembangan berbagai jenis anggrek yang dibiakkan dengan culture jaringan dengan berbagai macam metode.
Lahan disini memang boleh dibilang cukup luas, sehingga juga banyak tanaman lain yang ditanam termasuk buah naga walau hanya beberapa pohon, tapi paling tidak, buat anda yang belum pernah melihat pohon ini bisa melihatnya secara langsung. Cukup menyenangkan bisa berjalan-jalan disini dan menikmati banyak ilmu pengetahuan. Semoga makin representatif dan bisa dijadikan tempat referensi wisata, saya pikir, pengelola bisa lebih mengoptimalkan fungsi tempat ini dan juga membuatnya lebih menarik sehingga banyak wisatawan mancanegara maupun lokal bisa lebih menikmati tempat ini.


2 komentar:

  1. Syukurlaaah saya pernah mampir kemari sekali :)

    BalasHapus
  2. hehehehe terus masi kepengen mampir lagi ngga??? :p

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.