Adv

Wempie Ohoiwutun < Bincang Santai


Kesempatan kali ini saya dapat kesempatan berkunjung menemui seorang General Manager Perusahaan Penerbangan Indonesia. Saya sempat kaget saat bertemu pertama kali dengan beliau, saya sudah deg-deg an aja bawaannya. Secara saya akan bertemu dengan seorang pimpinan cabang perusahaan penerbangan besar. Kantornya juga bagus. Jam setengah 8, saya dan crew sudah berada di kantor beliau dan sudah mempersiapkan semua peralatan untuk program talkshow yang saya bawakan ini. 

Beliau bernama Wempie Ohoiwutun, saya agak janggal mengucapkan namanya, kebetulan pagi ini beliau memimpin rapat pengarahan dipagi hari. Setiap hari sepertinya beliau memimpin rapat untuk karyawan dan memberikan semangat serta petuah kepada seluruh karyawan. Terlihat sekali bagaimana wibawa beliau didepan anak buahnya, baik setingkat manager atau pegawai biasa. Beliau selalu membuka dengan doa sebelum memulai setiap kegiatan, dengan nada suara yg tegas, beliau menyampaikan arahan dan semangat kepada seluruh karyawan.

Selesai rapat beliau dengan ramah mengajak kami untuk keruangannya dibagian atas gedung, dan mempersilakan kamu untuk masuk. Sembari berbincang, beliau menikmati sarapan paginya berupa bubur kacang hijau dan ketan hitam, ini merupakan sarapan favorit yang hampir tiap hari dinikmati. Sepertinya enak sembari berbincang ringan, bertanya sedikit mengenai kami dan beberapa hal yang ingin ditanyakan. Dari sedikit pembicaraan ini saya dapat menilai bahwa beliau suka berbicara dan sangat ramah. Tidak susah untuk memulai suatu topik perbincangan dengan beliau.


Beberapa hal mungkin yang dapat saya simak, setiap kesuksesan itu berasal dari bawah, beliau memulai pekerjaan dari bawah, mulai dari ticketing dan boleh dibilang, semua bagian di maskapai ini, termasuk bendahara hingga marketing pernah beliau tekuni, hingga pernah menjadi kepala cabang maskapai ini di Australia dan Belanda dengan jangka waktu yang cukup lama sampai akhirnya beliau ditempatkan sebagai kepala cabang di dalam negeri khusus untuk daerah baru atau daerah yang penjualannya rendah.
Ternyata keramahan beliau membuat beliau banyak sekali disayangi oleh karyawannya, karena begitu berada diluar kantor, banyak yang mengganggap beliau teman, guru bahkan “babe” karena sifatnya yang sangat mengayomi. Beliau tidak segan untuk menghadiri undangan-undangan sederhana dari karyawannya atau bahkan mengunjungi rumah karyawannya walaupun tidak ada hal penting. Ada hal lain juga yang menarik, seluruh ruangan beliau dipenuhi dengan buku, baik Indonesia maupun inggris, buku-buku ini beliau dapat dari teman maupun membeli sendiri, luar biasa menurut saya, dengan kesibukan yang begitu banyak, pak wempie masih bisa meluangkan waktu untuk membaca. Beliau menyerap semua ilmu dan mengembangkannya, benar-benar ruangan ini dipenuhi oleh buku yang bertebaran dimana-mana.

Saya sempat sedikit bertanyanya mengenai cara memajukan garuda di Pontianak yang hampir kolaps waktu itu, Beliau mencari tahu dulu kenapa masyarakat Pontianak tidak mau menggunakan Garuda, padahal intensifitas penerbangan di Pontianak cukup tinggi, satu persatu mulai dibenahi oleh beliau, seperti kita tahu juga bahwa persaingan bisnis penerbangan di Pontianak sekarang ini cukup dahsyat dengan persainagan harga yang tidak kalah hebat. Beliau mulai memperbaiki kinerja dengan memperhatikan culture dan budaya yang ada di Pontianak, mulai menghapus pemikiran bahwa naik garuda berbiaya besar, namun itu semua di perbaiki dengan memberikan pelayanan yang juga sebanding sehingga dengan tingkat kenyamanan yang baik semuanya menjadi sebanding. Masyarakat mulai terbiasa menggunakan Garuda, dari penerbangan 1x sehari menjadi 5x sehari. Pencapaian yang luar biasa, namun semuanya butuh proses memang, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun ketelatenan dan kerja keras bisa membuahkan hasil. Itu adalah sedikit yang bisa saya cerna dari obrolan ini.
Perbicangan kami mulai terasa agak mellow saat saya bertanya mengenai keluarga, beliau punya 3 orang anak yang rata-rata sudah dibilang mandiri, saya terpikir untuk bertanya mengenai istri, beliau sedikit berkaca-kaca ketika ditanya hal yang satu ini, ternyata sang pendamping sudah meninggal, terlihat rona sedih yang begitu mendalam, terlihat sekali mata yang berkaca-kaca sedih, dari sini saya paham kenapa beliau lebih suka diwawancarai dikantor, karena saya kurang percaya kemaren dengan alasan bahwa rumah berantakan, Rupanya memang beliau sebatangkara di Pontianak ini.

Beliau terlihat sangat dekat dengan keluarga, kebetulan saat kami berbincang, anak beliau dari belahan kalimantan lain menelpon dan luat biasa, sang anak memanggil beliau dengan kata “BRO” atau “Babe Botak” sungguh tidak lazim menurut saya, namun ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan anak dan ayah, ini juga merupakan amanat sang istri sebelum meninggal. Menitipkan anak-anak untuk dirawat dan dijaga. Sosok istri juga sepertinya sangat berpengaruh dalam kehidupan beliau, terlihat bagaimana sang istri yang begitu dekat dengan Tuhan yang selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktifitas, selalu meyerahkan segala urusan dan perkara dunia kepada Tuhan. Selalu setia dan percaya walaupun beliau harus bertugas dan kembali hingga larut malam, saya pikir godaan di perusahaan maskapai penerbangan pastilah sangat tinggi. Karena disana pasti banyak sekali berkumpul wanita-wanita yang selalu berpenampilan menawan.
Saya tidak mau pak Wempie terlalu berlarut-larut dalam kesedihannya dengan bertanya tentang hubungan cinta abadinya. Oh ya, ada hoby beliau yang sempat saya buktikan, yaitu bernyanyi, dari wajah saya sudah yakin beliau jago menyanyi, beberapa orang dari daerah timor pintar mengolah vokal, secara tampilan pak Wempie juga mirip dengan Utha Likumahua. Belum lagi kebiasaan beliau berkumpul dengan para manajer hotal dan manager perusahaan lain yang bergerak dibidang pariwisata semakin mengasah suara beliau. Walaupun lagu yang beliau nyanyikan termasuk lagu jadul yang saya tidak paham tapi saya sangat menikmati suara beliau.
Dari perbincangan ini, saya mendapatkan banyak cerita, berasal dari keluarga yg hijrah dari ambon untuk mengubah hidup di Jakarta yang keras, namun dengan kemauan kuat dan tekad ingin memperbaiki ekonomi keluarga, beliau berhasil menunjukkan kemampuannya, bukan dari keluarga yang berpengaruh namun kini mempunyai pengaruh yang luar biasa, beliau memulai kariernya semua dari bawah, mengetahui seluk beluk pekerjaannya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk terus memajukan perusahaan. Inovasi-inovasi yang beliau ciptakan memberikan kontribusi positif sehingga akhirnya pengakuan itu muncul dari semua orang yang mengetahui kinerjanya.

Saya juga sempay bertanya-tanya dengan beberapa orang yang mengenal beliau, bapak Agus Suyatna; Manager Santika, ibu Uray Henny Novita; mantan PR beberapa hotel, Bapak Ricky Ricyanto; pemimpin travel, Pak Subandi; Kepala BNI cabang Pontianak dan beberapa teman saya yang kebetulan bekerja di Garuda dan mengenal sosok beliau semuanya mengatakan bahwa beliau adalah guru hebat dan punya keahlian dibidang marketing dan memasarkan product dengan teknik pendekatan personal yang luar biasa. Beliau paling bisa menempatkan diri dan tahu cara memulai pembicaraan, tidak ada yang meragukan pendekatan personal dan teknik marketing beliau, dengan membaca banyak buku, menggabungkannya dan menjadikannya inovasi baru serta sifat beliau yang baik menjadikan kenangan indah buat banyak orang.

Sayang, saat menulis ini, beliau sudah pindah, tapi mudah-mudahan beliau membaca. Tapi menurut beliau, dirinya akan mengembangkan divisi lain dijakarta, divisi yang saya lupa namanya namun ada hubungannya dengan pengankutan barang dan bagasi. Ini memang sedikit hal yang saya bisa ambil dari perbincangan kami, namun saya yakin, saya sangat beruntung bisa mencuri sedikit ilmu dari beliau. Pembicaraan yang menyenangkan dan sarat dengan ilmu, mudah-mudahan saya punya kesempatan berbincang dilain hari dan waktu dengan beliau. Have a great day Pak Wempie, terimakasih sudah mengijinkan saya berbincang sedikit dengan anda J

2 komentar:

  1. Sepertinya Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia ya. Wah ngemeng2x soal Garuda Indonesia memang maknyus. Saya sudah sekikar 32 Kali naik Garuda Indonesia sejak tahun 2005 sampai sekarang. Kebanyakan rutenya Denpasar, Bali.

    Awesome posting

    BalasHapus
  2. hehehehe saya beruntung bisa berbincang dengan beliau :)

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.