Adv

Pesona Kulminasi Matahari 2011





Wushhhh, hari ini panas banget, tapi saya harus tetap berjalan dan menyusuri satu tempat yang kebetulan hari ini mengadakan acara, kalau saya tidak cepat, bisa – bisa saya tidak kebagian tempat, karena saya bukan tamu undangan, saya harus bergegas. Tempat yang saya tuju adalah salah satu tempat berdirinya icon Pontianak, Tugu khatulistiwa yang berada dipinggiran kota Pontianak, dan masih berada ditepian sungai Kapuas.
Sedikit mengenai tugu khatulistiwa, Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.
Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. Tugu ini sendiri dibangun sebagai penanda bahwa kawasan ini tepat dilewati garis khatulistiwa.
Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.
Oh ya, hari ini tanggal 22 september, dimana peristiwa kulminasi atau yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.
Akhirnya saya bisa mencapai tempat tersebut, terlihat keramaian dan antusias masyarakat Pontianak termasuk wisatawan local, internasional dan tamu undangan dari jajaran pemerintah memadati sekitar lokasi, memang posisi titik kulminasi ini sudah bergeser dari tempat dibangunnya tugu, hal ini disebabkan karena adanya pergeseran poros bumi akibat gempa dan sebagainya.
Acara Tahunan ini sendiri merupakan acara tahunan dengan nama PESONA KULMINASI MATAHARI, Puncak titik kulminasi terjadi pada pukul 11.40. Sekitar 800 pengunjung yang ada di Tugu Khatulistiwa pun menyaksikan kejadian alam tersebut dengan ditandai dengan dentuman meriam dan sirine. Kulminasi yang terjadi hanya 10 menit mengikat ratusan pasang mata. Hanya saja acara titik kulminasi kali ini tidak seperti tahun lalu yang menggelar stand-stand.
Acara Pesona Kulminasi yang dilaksanakan di Tugu Khatulistiwa tahun ini menggunakan alat Rahmatisi Optik yang dibuat langsung oleh panitia untuk titik kulminasi yang terjadi. Rahmatisi Optik digunakan untuk lebih tepat melihat titik kulminasi yang terjadi.
Rahmatisi Optik digunakan belum secara sempurna. Alat tersebut akan di sempurnakan pada tahun 2012. Alat tersebut dibuat oleh panitia yang bekerjasama dengan Disbudpar Kota Pontianak.Alat ini sendiri berbentuk bola yang terbuat dari besi dengan tiang untuk menopangnya sedangkan dibawahnya terdapat bagian seperti bendera jepang dimana jika bayangan bola tepat berada ditengah lingkaran merah maka itu menandakan bahwa matahari tepat berada diposisi 0 derajat.
Saya juga sempat bediri dilapangan dan melihat kebawah dan benar memang tidak ada bayangan disana. Asal tahu juga, tidak banyak daerah yang dilewati garis khatulistiwa, hanya beberapa saja karena kebanyakan adalah samudra dan daerah itu adalah 
 

Warga Kota Pontianak, wisatawan lokal dan manca negara yang ingin menyaksikan peristiwa titik kulminasi Kamis nyaris kecewa. Saat menjelang derik-detik kulminasi 11.40 matahari tertutup awan.
Matahari yang harusnya berada tepat di atas kepala, tidak tampak. Awalnya cahaya matahari yang terlihat panas dan menyengat tiba-tiba tertutup oleh awan, sehingga menjelang detik-detik titik nol derajat, semua undangan yang hadir nyaris gagal menyaksikan fenomenal alam ini. Tapi untunglah, matahari kembali bersinar dan ini membuat banyak orang berusaha mendekati  rahmatisasi optic untuk bisa mengambil foto lebih dekat.
Usai menyaksikan fenomenal alam ini, sejumlah orang lalu berbondong-bondong memasuki lokasi tugu Khatulistiwa untu melihat tugu Khatulistiwa asli buatan Belanda dan mengabadikan dengan kamera yang mereka bawa. Setelah selesai semuanya, saya pun bergegas meninggalkan lokasi ini karena saya sudah lapar dan akan mengunjungi satu spot tempat makan khas sunda, dijalan suprapto no 36, Pondok  sunda.

Siapa yang tidak kenal dengan makanan sunda, makanan yang selalu khas dengan lalapan dan sambal yang pedas, terkadang ada aroma kencur dan tauco yang nendang banget, hidangan yang saya pesan hari ini lengkap, mulai dari makanan pembuka, makanan utama sampai penutup, kebetulan semua makanan yang saya pesan adalah menu special pondok sunda sehingga rasanya pasti tidak diragukan lagi, satu tips dari saya jika memilih tempat makan adalah, rasa yang enak, harga yang rasional, pelayanan yang baik serta tempat yang bersih dan nyaman. Selamat menikmati


Tidak ada komentar

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.