Adv

Kuliner Khas Singkawang, Sotong Kangkung






Sotong Kangkung < Cemilan Tengah Malam

What is this?? Apaan ini?? Kalau orang Pontianak langsung berteriak “sotong pangkong kaaalleee!!” dan saya akan balas berteriak “Sok teeeeuuuu”. Ini beda bloggers, beda barang, beda product, beda rasa, beda cara tapi memang ada bahan sotong didalamnya sesuai dengan namanya. Jadi jangan berteriak dikuping saya kalau anda belum membaca tulisan ini. Ini khasanah kuliner baru menurut saya, kaya serat dan sangat sederhana, bias dibuat dan diramu oleh siapapun namun sekali lagi, rasa original akan selalu didapat dari ahlinya. Saya akan sedikit share dengan bloggers mengenai keunikan  dan rasa makanan ini. Enjoy ya…..

Sotong?? Apa itu, banyak sebagian yang tidak tahu dan penasaran dengan makanan ini, mungkin sebagian orang melayu apalagi Pontianak akan amat fasih dengan bahan makanan ini, saya mendapat sedikit informasinya, Sotong atau "ikan" nus adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai maupun laut atau danau. Hewan ini dapat ditemukan di hampir semua perairan yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Sotong juga merupakan makanan sejenis seafood.

Sotong sering kali disalahtafsirkan sebagai cumi-cumi. Keduanya berbeda karena sotong bertubuh pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan pada cumi-cumi lunak. Jadi kesimpulannya berbeda ya…. Sotong bukan cumi cumi dan cumi cumi bukan sotong. Sotong merupakan makanan utama di wilayah Mediterania dan Asia Timur. Sama seperti seafood lainnya, sotong kaya akan kalsium dan protein tetapi rendah energi. Makanan yang bahan utamanya sotong merupakan sumber kolesterol. Cangkang dalam sotong biasa digunakan sebagai sumber kalsium bagi burung peliharaan. Tapi manusia juga mengkomsumsinya kok…..

Nah sekarang apa bedanya sotong kangkung dan rujak juhi?? Memang sama-sama menggunakan hewan yang sama namun dengan tambahan bahan yang berbeda. Saya sempat mencari informasi di internet mengenai sotong kangkung ini, ternyata lebih banyak di tulis oleh Malaysia dan ditambah dengan tahu goreng sebagai pelengkap makanan ini. Wah saya jadi benar benar lapar saat menulis cerita ini. Rasanya yang asem manis pedas dan gurih berputar putar dalam otak saya. Saya tilik sedikit mengenai rujak juhi yang juga sebagai makanan peranakan yang cukup langka namun banyak penggemarnya. Namun lebih banyak di Jakarta
Rujak yang satu ini tidak hanya enak disantap selagi santai, tapi juga bisa dijadikan menu makan siang yang mengenyangkan loh! Isinya komplet, mulai dari potongan sayuran, mi, seafood, dan kentang. Siraman sausnya yang berwarna kecokelatan bikin rasnaya enak. Cobain yuk!

Mungkin beberapa orang mengira rujak juhi ini hanya disantap sebagai selingan saja. Atau bahkan belum pernah mencoba rujak Cina peranakan ini? Rujak juhi ini cukup populer di Jakarta pada masanya. Meskipun kini nama rujak juhi tidak sepopuler dulu, tapi penggemar rujak juhi tetap saja ada dan mencarinya hingga ke pelosok Jakarta.

Rujak juhi ini terbilang unik. Kalau biasanya rujak itu identik dengan sayuran atau buah-buahan, rujak juhi justru menggunakan seafood khususnya sotong sebagai bahan utamanya. Tambahan lainnya berupa potongan mentimun, lettuse, irisan kol halus, mi yang sudah di rebus, dan juga kentang.

Bahan-bahan yang sudah ditata dalam piring kemudian disiram dengan saus berwarna kecokelatan cenderung pekat. Rasanya mirip dengan bumbu gado-gado, pedas gurih dan sedikit asam karena menggunakan cuka. Kinyil-kinyil rasa sotong bikin sensasi rasa yang berbeda dari rujak ini. Potongan kentang dan mi nya cukup mengenyangkan untuk siang ini.
Kalau bingung dimana bisa ditemukan rujak langka ini, berikut beberapa nama rumah makan yang menyajikan rujak juhi.

Lalu bagaimana dengan sotong kangkung? Sotong kangkung singkawang 111 di pasar turi singkawang ini hanya menggunakan kangkung dan sotong saja, dengan bumbu yang dibuat berbeda, tidak mirip dengan rujak juhi namun sama-sama menggunakan bahan kacang goreng yang sudah ditumbuk halus, cara membuatnya juga tidak terlalu sulit, kangkung pilihan yang konon ditanam sendiri dan harus diair mengalir yang bersih dipotong2 dan diambil bagian mudanya lalu direndam dalam air panas mendidih beberapa waktu sampai lembut, dipotong lebih kecil dan disajikan dalam piring, sotong yang sudah direbus dan direndam dalam jangka waktu tertentu diambil dan dipotong-potong seperti korek api memanjang, dan ditaburkan di bagian atas, ditambah dengan taburan kacang tanah goreng yang sudah ditumbuk setelah itu disiram dengan kuah kanji yang berasa asam dan manis yang berasal dari asam jawa setelah itu ditambahkan sedikit kecap ikan dibagian atasnya. Kita bias menambahkan cabe khusus jika ingin terasa lebih pedas, cabe rawit giling dengan air dan cuka tanpa garam atau bawang putih.

Menurut informasi dari A Ngo sang pemilik dan peracik, kedai ini sudah dirintis sejak 30 tahun yang lalu, dan selain sotong kangkung disini juga ada sotong pangkong dan tidak ada jual ditempat lain, Oh ya??. Masyarakat singkawang sendiri memang mempunyai kebiasaan untuk ngumpul malam dan tentu saja untuk nyamil, makanan cemilan yang kaya serat dan baik untuk pencernaan, silakan untuk menikmatinya pada malam hari dan siap siap untu menemukan kemeriahan singkawang pada malam hari.


4 komentar:

  1. Waduh, sepertinya menggiurkan sekali bro. Tapi, kalau cemilan tengah malamnya aja seperti ini gimana makanan utamanya yach? Kangkung Gurita kali, hehehe... Btw, nice blog bro. Keep spirit for blogging...

    BalasHapus
  2. thx mas dwi, ditunggu ilmu ttg keuangannya hhehehehe

    BalasHapus
  3. Untung lg baca ini pas aku lagi makan. Sambil ngebayangin deh makan sotong kangkung. Haha..

    Oya, pasar turi'y yg dsebelah mana ya??
    Pengen nyoba..

    Betewe, blogger asal Singkawang ya?? :)

    BalasHapus
  4. hehehe saya blogger asal pontianak, punya kerjaan jurnalis, jalan sana sini deh :)
    kalau masalah tempat, secara pastinya agak susah. saya sering tersesat dipasar yg bentuknya sama, seperti lorong maut hehehehehe

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak. Setelah anda mampir dan berkomentar, saya akan berkunjung balik. Jangan meninggalkan link hidup ya :)

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : eko.dony.prayudi@gmail.com
+Telp/WA : 0819 - 3210 - 9497
+IG/Twitter : @dodon_jerry

Diberdayakan oleh Blogger.